• Follow Us On : 

Presiden Jokowi: Perbedaan Tidak Harus Diseragamkan dan Tidak Harus Dilenyapkan


Ingatan | Sabtu,22 April 2017 - 16:36:52 WIB
Dibaca: 1591 kali 
Presiden Jokowi: Perbedaan Tidak Harus Diseragamkan dan Tidak Harus Dilenyapkan Presiden Jokowi saat hadir dalam acara Dharma Santi Nasional Perayaan Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1939 di GOR Ahmad Yani Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Sabtu (22/4).(Foto: Humas/Jay)

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengemukakan, membawa kembali kesadaran baru tentang makna menjaga keharmonisan serta persaudaraan sejati sangat penting dalam kehidupan kita dalam berbangsa dan bernegara.

Sebagai bangsa yang majemuk, yang memiliki 714 suku, bahkan data BPS menyebutkan sekitar 1.340 suku, beragam ras, beraneka ragam bahasa daerah, berbeda-beda agama, latar belakang suku, budaya, menurut Presiden, bukanlah penghalang bagi kita untuk bersatu dan bukan pula penghalang untuk hidup dalam keharmonisan.

“Sekali lagi, bukan penghalang bagi kita itu hidup dalam keharmonisan dalam kehidupan sehari-hari yang saling menghormati, saling membantu, dan saling membangun solidaritas sosial yang kokoh,” tegas Presiden Jokowi dalam sambutannya pada acara Dharma Santi Nasional Perayaan Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1939 di GOR Ahmad Yani Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Sabtu (22/4) pagi.

Semua perbedaan itu, tegas Presiden, tidak harus diseragamkan, tidak juga harus ditiadakan dan bahkan dilenyapkan.

“Namun, semua perbedaan dan keragaman itu justru harus diikat oleh tali-tali persaudaraan, tali-tali kebersamaan, dan tali- tali persatuan di negara kita Indonesia,” tutur Presiden.

Dalam mengelola keragaman, mengelola kemajemukan, lanjut Presiden,  kita bersyukur memiliki Pancasila. Kita juga bersyukur memiliki sesanti Bhineka Tunggal Ika.

“Pancasila sebagai dasar negara, Pancasila sebagai falsafah hidup bangsa dan pemersatu kita semuanya,” ujar Presiden.

Ditambahkan Presiden Jokowi, Kkta juga mempunyai Bhineka Tunggal Ika yang menjadi pilar kebangsaan yang kokoh untuk menjaga dan merawat Indonesia yang majemuk ini.

“Pilar kebangsaan untuk mewujudkan Indonesia yang bersatu, Indonesia yang harmonis, dan Indonesia yang damai,” tegas Presiden.

Karena itu, Presiden Jokowi meyakinid engan berpegang pada Pancasila, dengan menjunjung semangat Bhineka Tunggal Ika kita akan tetap bersatu.

“Dan dengan bersatu kita akan maju bersama, akan sejahtera bersama, untuk menyongsong masa depan bangsa yang lebih gemilang,” pungkas Presiden.

Peringatan Hari Raya Nyepi yang mengambil tema, “Jadikan Catur Brata Penyepian Memperkuat Toleransi Kebhinekaan Berbangsa dan Bernegara Demi Keutuhan NKRI,” ini diikuti oleh masyarakat, Korpri, TNI, serta Polri.

Turut hadir dalam acara tersebut antara lain Menko Polhukam Wiranto, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Kapolri Jenderal Tito Karnavian, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo, Ketua Umum Pengurus Harian Parisada Hindu Dharma Indonesia Pusat Mayjen TNI Purn Wisnu Bawa Tenaya, dan Ketua Umum Panitia Penyelenggara Irjen Pol Ketut Untung Yoga.*** (humassetkab)


Akses Wahanariau.com Via Mobile m.Wahanariau.com
Untuk Berbagi Berita / Informasi / Peristiwa
Silahkan SMS ke nomor HP : 085271472010
atau email ke alamat : [email protected]
Harap camtumkan detail data diri Anda
Pengutipan Berita dan Foto, Cantumkan Wahanariau.com Sebagai Sumber Tanpa Penyingkatan
TULIS KOMENTAR
BERITA TERKAIT
Jumat,01 September 2017

Memasuki Tahun Politik, Ini Pesan Presiden Pada Semua Menteri

JAKARTA (Wahanariau) - Dalam pengantarnya pada sidang kabinet paripurna, Selasa (29/8/2017) siang, P

Sabtu,13 Agustus 2016
Reward dan Punishment Berlaku

Presiden Jokowi Minta Kebakaran Hutan Diselesaikan Lebih Awal

JAKARTA (WR) - Meskipun berdasarkan laporan yang ia terima, terjadi penurunan yang signifikan p

Rabu,13 September 2017

Presiden Jokowi Lepas Bantuan Kemanusiaan Tahap Pertama Untuk Pengungsi Rohingya di Bangladesh

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada Kamis (13/9/2017) pagi melepas keberangkatan 4 (empat)

Selasa,06 Maret 2018

Presiden Minta Rupiah Untuk PKH Naik Dua Kali Lipat

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta agar Program Keluarga Harapan (PKH) untuk tahun ini

Sabtu,07 April 2018

Perpres Nomor 18 Tahun 2018 Perubahan Atas Nomor 36 Tahun 2014 Tentang Dokter Kepresidenan

PERPRES - Dalam rangka meningkatkan efektivitas dan efisiensi pelaksanaan tugas dan fungsi Dokt

Minggu,11 September 2016

Karhutla Masih Saja Terjadi, Walhi Desak Presiden Jokowi 'Sikat' Oknum Pembeking

JAKARTA (WR) - Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) mendesak Presiden Joko Widodo untuk menunta

BERITA LAINNYA
Senin,02 Agustus 2021

Bupati dan Wabup Rohil Dampingi Gubernur Riau Tinjau Kondisi Jalan Lintas Pesisir Rohil

ROHIL - Gubernur Riau H Syamsuar didampingi Anggota DPRD Riau Dapil Rohil Karmila Sari laksanakan pe

Senin,02 Agustus 2021

Lapas Rohil Serahkan Bantuan Sembako ke Warga Terdampak Covid-19

ROHIL - Sebagai bentuk kepedulian terhadap warga yang terdampak Covid-19, Lapas Kelas II A Bagansiap

Kamis,29 Juli 2021

Pemkab Rohil Apresiasi Kegiatan Stuban PWI

ROHIL - Sejumlah Anggota PWI Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) melakukan kegiatan study banding ke Pemer

BERGABUNG DI SINI
KABAR POPULER
IKUTI BERITA KAMI