• Follow Us On : 

Saksi : Seluruh Anggota Komisi VIII DPR Terima Uang Korupsi Alquran


Redaksi | Kamis,20 Juli 2017 - 22:08:54 WIB
Dibaca: 1813 kali 
Saksi : Seluruh Anggota Komisi VIII DPR Terima Uang Korupsi Alquran Suasana sidang korupsi Alquran (Foto: Aditya Mardiastuti/detikcom)

JAKARTA (WR) - Mantan anggota Komisi VIII Zulkarnaen Djabar menyebut seluruh anggota Komisi VIII DPR menerima aliran uang korupsi pengadaan Alquran dan laboratorium Kementerian Agama (Kemenag). Dia menyebut uang Rp 4 miliar dibagikan ke 46 anggota Komisi VIII melalui perwakilan fraksi. 

"Pertama angka Rp 4 miliar dari Rp 100 miliar itu 4 persen, (hasil) kesepakatan pimpinan Komisi VIII dan banggar," kata Zulkarnaen saat bersaksi untuk Fahd El Fouz alias Fahd A Rafiq di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jalan Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, Kamis (20/7/2017).

Zulkarnaen menjelaskan rapat itu dipimpin politikus PKB Abdul Kadir Karding yang saat itu menjabat sebagai Ketua Komisi VIII. Hasil rapat menyepakati duit itu akan dibagikan ke seluruh anggota komisi dengan sistem pembobotan.

"(Rapat) dipimpin Abdul Kadir Karding, hadir saya, Chairun Nisa, Zainudin dari PKS, Nurul Imam Mustofa koordinator banggar dari Demokrat, juga hadir dari Dewi Kurniati PAN. Dalam pertemuan itu disepakati tidak mungkin membagi rata ke anggota karena ada ketua komisi, banggar ada juga anggota, disepakati pembobotan 46 anggota. Bobot anggota 1, ditambah ketua diberi bobot 4, wakil ketua diberi bobot 3, banggar bobot 3. Total bobot (seluruhnya) 80," jelasnya.

Zulkarnaen menjelaskan dari Rp 4 miliar itu dibagi dengan sistem pembobotan ditemukan angka Rp 50 juta. Tiap fraksi mendapat beragam jatah tergantung jumlah anggota dan jabatan masing-masing.

"Demokrat 13 orang, 10 anggota biasa, 1 waket dan 2 banggar, sehingga total 22 bobot diterima Nurul Imam Mustofa Rp 1,1 miliar. PDIP anggotanya 8 orang, 7 biasa, 1 banggar Rp 555 juta diterima Said Abdullah. PKS 6 orang 4 anggota biasa, 1 wakil ketua, 1 banggar, jadi 12, Rp 600 juta diterima Jazuli Juwaini," jelasnya. 

"PPP 2 anggota biasa 1 banggar jadi 6 kali 50 Rp 300 juta diterima Hasrul Azwar. PAN 3 orang 2 biasa 1 banggar Rp 300 juta diterima Dewi Qoryati Komisi VIII banggar. PKB anggota 3 orang, 2 biasa 1 ketua, Rp 350 juta diterima Abdul Kadir Karding," sambung Zulkarnaen.

Zulkarnaen mengatakan saat itu Hanura dan Gerindra tidak memiliki perwakilan di banggar. Uang jatah untuk kedua fraksi tersebut dititipkan ke Abdul Kadir Karding.

"Namun demikian karena Hanura 1 dan 1 Gerindra tidak ada perwakilan di banggar diserahkan ke Abdul Kadir Karding, sehingga menerima (total) Rp 450 juta. Golkar 8 orang 6 anggota biasa, 1 wakil ketua, 1 banggar, yang menerima saya sendiri Rp 700 juta," urainya.

Untuk diketahui, Fahd menjadi tersangka karena diduga menerima duit sekitar Rp 3,4 miliar untuk imbalan dalam pemulusan proyek pengadaan tersebut. Merujuk pada putusan perkara korupsi proyek Al-Quran di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Kamis, 30 Mei 2013, Fahd masuk fakta hukum putusan terdakwa korupsi Al-Quran, Zulkarnaen Djabar dan Dendy Prasetia.

Fahd disebut ikut membantu Zulkarnaen mengintervensi pejabat Kemenag untuk memenangkan perusahaan pelaksana proyek pengadaan Alquran dan laboratorium. (detikNews)


Akses Wahanariau.com Via Mobile m.Wahanariau.com
Untuk Berbagi Berita / Informasi / Peristiwa
Silahkan SMS ke nomor HP : 085271472010
atau email ke alamat : [email protected]
Harap camtumkan detail data diri Anda
Pengutipan Berita dan Foto, Cantumkan Wahanariau.com Sebagai Sumber Tanpa Penyingkatan
TULIS KOMENTAR
BERITA TERKAIT
Sabtu,21 April 2018

Korupsi Pembangunan Kampus IPDN Sumbar, KPK Periksa 4 Saksi

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi mengkonfirmasi saksi-saksi hasil audit Badan Pemeriksa Keuang

Selasa,17 November 2020

Disaksikan Mahfud MD, BNPT Gelar Deklarasi Kesiapsiagaan Nasional Bersama Santri

LOMBOK - Terorisme merupakan kejahatan serius yang membahayakan ideologi negara, keamanan negara, da

Jumat,02 Maret 2018

Ini Cara Ampuh Lindungi Transaksi Perbankan Dari Penipuan

JAKARTA - Kapan terakhir kali Anda memeriksa laporan transaksi bank (bank statement) Anda? Jika

Sabtu,05 Agustus 2017

Terobsesi Dari Media Sosial, Saksi Kunci Teror Novel Sempat Revisi Keterangan Soal Sketsa

JAKARTA (Wahanariau) - Polisi membuat sketsa wajah terduga pelaku teror terhadap penyidik KPK Novel

Minggu,13 Agustus 2017

Tewasnya Saksi Kunci e-KTP di LA, Ini Kata KPK

JAKARTA (Wahanariau) - Indonesia Corruption Watch (ICW) meminta KPK turut serta mencari tahu penyeba

BERITA LAINNYA
Selasa,21 September 2021

Charles Monat Associates Expands its Swiss Operations – Highlighting Commitment to the Business Across Switzerland and Europe

CMA represents the first HNW broker to offer a unique value proposition in Europe Marco Liardo an

Selasa,21 September 2021

Norwegian Cruise Line Celebrates Historic Milestone

EMBARK Docuseries Showcases Journey to Relaunch with a Third of the Fleet Now in Operation HONG KONG

Selasa,21 September 2021

ForexClear Continues to Grow Its Client Base in Asia And Globally - Members and Clients of ForexClear Benefit From Enhanced Risk Management, as Well as Margin, Capital and Operational Efficiencies

HONG KONG SAR - 21 September 2021 - Given the emergence of Industry 4.0 as a key trend that is shapi

BERGABUNG DI SINI
KABAR POPULER
IKUTI BERITA KAMI