• Follow Us On : 

Korupsi Pengadaan Alquran di Kementrian Agama, Begini Kronologisnya!


Redaksi | Kamis,20 Juli 2017 - 22:33:26 WIB
Dibaca: 1449 kali 
Korupsi Pengadaan Alquran di Kementrian Agama, Begini Kronologisnya! Fahd A Rafiq mengenakan rompi tahanan KPK/Foto: Agung Pambudhy

JAKARTA (WR) - Fahd A Rafiq menjadi terdakwa ketiga dalam kasus pengadaan Al-Quran di Kementerian Agama pada APBNP 2011 dan APBN 2012. Bagaimana perjalanan kasus ini sampai akhirnya ditangani KPK?

Berdasarkan surat dakwaan Fahd A Rafiq yang dibacakan jaksa pada KPK di Pengadilan Tipikor, Jl Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, Kamis (13/7/2017), kasus bermula saat Kemenag mempunyai dana Rp 22,855 miliar untuk pengadaan penggandaan kitab suci Al-Quran tahun 2011 di Ditjen Bimas Islam.

Anggota Banggar DPR kala itu, Zulkarnaen Djabar, meminta Fahd, Dendy Prasetia, Syamsu, dan Vasko menawarkan pengerjaan proyek tersebut ke Dirut PT Sinergi Pustaka Indonesia Abdul Kadir Alaydrus dan perwakilan PT Adhi Aksara Abadi Indonesia, Ali Djufrie.

Disyaratkan fee 15 persen jika ingin menggarap proyek tersebut. Abdul dan Ali kemudian menyanggupinya. 

September 2011
Jaksa menjelaskan Zulkarnaen juga mempengaruhi sejumlah pejabat di Kementerian Agama. Di antaranya Dirjen Bimas Islam kala itu Nasaruddin Umar.

"Zulkarnaen Djabar menyampaikan kepada Abdul Karim (Setditjen Binmas Islam) menggunakan telepon genggam terdakwa (Fahd) bahwa Nasaruddin Umar menyetujui permintaan Zulkarnaen Djabar dan menegaskan agar jangan sampai pembuatan Al-Quran disabotase," ujar jaksa.

Selanjutnya di ruangan Abdul Karim, yang dihadiri sejumlah pihak, termasuk Zulkarnaen, Fahd menyampaikan agar PT Adhi Aksara Abadi Indonesia ditetapkan sebagai pemenang lelang dengan alasan proyek pengadaan Al-Quran tahun 2011 merupakan 'milik' Zulkarnaen.

Akhirnya PT Adhi Aksara Abadi Indonesia (AAAI) ditetapkan sebagai pemenang lelang. Namun PT AAAI kemudian mensubkontrakkan 200 ribu dari 653 ribu eksemplar penggandaan Al-Quran kepada PT Macanan Jaya Cemerlang.

November-Desember 2011
Penggandaan Al-Quran tahap kedua, yakni melalui APBN 2012 senilai Rp 59,375 miliar. Di pengadaan kali ini pun Fahd bersama Dendy ditunjuk Zulkarnaen sebagai perantara.

Abdul Kadir Alaydrus dari PT Sinergi Pustaka Indonesia dan Ali Djufrie dari PT Adhi Aksara Abadi Indonesia menyanggupi membayar fee 15 persen untuk mengerjakan proyek tersebut. Akhirnya PT Sinergi Pustaka Indonesia ditetapkan sebagai pemenang lelang.

Selain dua proyek di atas, ada proyek pengadaan laboratorium komputer MTs yang anggarannya ada di anggaran Kemenag tahun 2011. Secara keseluruhan, Zulkarnaen bersama Fahd dan Dendy menerima fee Rp 14,39 miliar dari Abdul Kadir Alaydrus.

Perincian fee yang diberikan untuk masing-masing proyek yakni Rp 4,74 miliar untuk proyek laboratorium komputer MTs, Rp 9,25 miliar untuk pengadaan Al-Quran tahun 2011, dan Rp 400 juta untuk pengadaan Al-Quran tahun 2012.

"Bahwa dari penerimaan tersebut, terdakwa kemudian memperoleh bagian yang seluruhnya berjumlah Rp 3,411 miliar," ujar jaksa. (detikNews)


Akses Wahanariau.com Via Mobile m.Wahanariau.com
Untuk Berbagi Berita / Informasi / Peristiwa
Silahkan SMS ke nomor HP : 085271472010
atau email ke alamat : [email protected]
Harap camtumkan detail data diri Anda
Pengutipan Berita dan Foto, Cantumkan Wahanariau.com Sebagai Sumber Tanpa Penyingkatan
TULIS KOMENTAR
BERITA TERKAIT
Rabu,24 April 2019

KPK Tetapkan Dirut PLN Tersangka Korupsi PLTU Riau-1

JAKARTA - Penyidik KPK menemukan bukti-bukti baru keterlibatan Direktur Utama PT PLN Sofyan Basir da

Jumat,15 Juli 2016

Berantas Korupsi di Tubuh Polri, Kapolri Tito Karnavian Gandeng KPK

Jakarta - Kepala Polri Jenderal (Pol) Tito Karnavian mengatakan dirinya akan melibatkan Komisi Pembe

Sabtu,21 April 2018

Korupsi Pembangunan Kampus IPDN Sumbar, KPK Periksa 4 Saksi

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi mengkonfirmasi saksi-saksi hasil audit Badan Pemeriksa Keuang

Senin,17 Juli 2017
Jadi Tersangka e-KTP

Begini Detail Peran Novanto di Kasus Korupsi e-KTP

JAKARTA (WR) - KPK menetapkan Setya Novanto sebagai tersangka kasus e-KTP. Sebelum jadi tersangka, n

Minggu,14 Agustus 2016
Rapatkan Barisan Mempertahankan NKRI

Basri : Akibat Kejahatan Luar Biasa Korupsi, Persatuan Bangsa Terancam Perpecahan Secara Nasional

JAKARTA (WR) - Ketua Umum HM Basri Budi Utomo As mengatakan GNPK-RI adalah kumpulan para aktifi

Jumat,20 Juli 2018

Kadin Inhil Ikuti Tindak Lanjut Komite Advokasi Daerah Anti Korupsi Riau

PEKANBARU - Dipimpin Edy Indra Kesuma, Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Kabupaten Indragiri Hilir m

BERITA LAINNYA
Senin,27 Juli 2020

Infor and Nippon Systemware Forge Alliance to Market Infor CloudSuite Industrial ERP Package for Japans Manufacturing Industry

Partnership to build core business systems to accelerate the digital shift for customers JAPAN - Me

Senin,27 Juli 2020

Philippines is Among Asia Pioneers in Leveraging Distributed Ledger Technology for Bond Distribution

SINGAPORE - Media OutReach - 27 July 2020 - The Philippine Bureau of the Treasury (BTr), together wi

Senin,27 Juli 2020

Babel Film Workshops Filmmaking Initiative Brings Together Hong Kong and US Students Amid Pandemic

CHINA - Media OutReach - 27 July 2020 - Over the past five months, students from Hong Kong and New H

BERGABUNG DI SINI
KABAR POPULER
IKUTI BERITA KAMI