• Follow Us On : 

Hendropriyono Usul Masa Jabatan Presiden 8 Tahun


Redaksi | Jumat,12 Juli 2019 - 16:40:25 WIB
Dibaca: 899 kali 
Hendropriyono Usul Masa Jabatan Presiden 8 Tahun Mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) AM Hendropriyono melakukan pertemuan tertutup dengan Ketua DPR Bambang Soesatyo. (dok JawaPos)

JAKARTA - Mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) AM Hendropriyono melakukan pertemuan tertutup dengan Ketua DPR Bambang Soesatyo. Dalam pertemuan tersebut keduanya saling bertukar pikiran dan membahas persoalan negara.

Salah satu poin pembicaraan yang dibahas adalah mengenai biaya penyelenggaran pemilu yang mahal. Sehingga sangat banyak mengahabiskan uang negara. Misalnya saja di 2004 menghabiskan uang Rp 3 trilun. Kemudian di 2009 menjadi Rp 8 triliun. Bahkan yang lebih fantastis lagi pada 2014, yang menghabiskan Rp 15 triliun. Terakhir di 2019 Rp 25 triliun lebih.

“Saya prihatin. Karena kalau begini terus, bangkrut kita, dan kita bisa menjadi negara sakit di Asia. Kalau menjadi negara sakit, bisa apalagi kita,” ujar Hendropriyono di Gedung DPR, Jakarta, Jumat (12/7).

Mantan Ketua Umum Partai Keadilan dan Persatuan‎ Indonesia (PKPI) ini menambahkan, dalam kurun waktu 72 tahun, Amerika Serikiat dan Rusia sudah jadi negara adidaya. Sementara di Indonesia sudah 74 tahun masih seperti ini.

“Saya katakan itu pemborosan uang, dan potensi kecenderungan perpecahan di masyarakat sangat besar,” ungkapnya.

Sehingga hal ini perlu diubah. Masyarakat juga jangan sedikit-dikit meributkan hal-hal yang tidak penting. Apabila hal-hal tidak penting terus didengungkan, maka bisa terjadi polarisasi. Bahkan, kondisi itu sangat berimbas pada perekonomian bangsa.

“Contoh negara sakit yang saat ini adalah Venezuela, negara tersebut pernah menjadi negara terkaya di Amerika Latin. Sekarang mau makan saja susah,” katanya.

Selain itu Hendro juga mengusulkan agar jabatan presiden, wakil presiden di perpanjang selama delapan tahun. Jadi tidak ada istilah petahana setelah selesai menjabat, karena tidak boleh maju lagi.

“Jadi 8 tahun itu pemerintahan kuat dan rakyat kuat. Tidak ada yang menggergaji Pemerintah. Begitu juga pemerintah tidak sewenang-wenang, tidak berkampanye, kerja saja delapan tahun yang betul,” ungkapnya.

Oleh sebab itu perlu adanya perubahan UU5 1945, dan bisa terwujud presiden, wakil presiden dan kepala negara bisa dipilih selama delapan tahun. Karena juga sebagai efisiensi anggaran.

“Karena pemerintahan harus stabil. Rakyat juga disiplin sosialnya bagus, sekarang disiplin sosial enggak ada,” pungkasnya.

[Source : Jawapos]


Akses Wahanariau.com Via Mobile m.Wahanariau.com
Untuk Berbagi Berita / Informasi / Peristiwa
Silahkan SMS ke nomor HP : 085271472010
atau email ke alamat : [email protected]
Harap camtumkan detail data diri Anda
Pengutipan Berita dan Foto, Cantumkan Wahanariau.com Sebagai Sumber Tanpa Penyingkatan
TULIS KOMENTAR
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Rabu,08 Juli 2020 - 04:15:39 WIB

Tsimshatsui Overtakes Causeway Bay as the Most Expensive Retail District for First Time

Greater Central office availability reaches a 15-year high Grade A office rental declined for the

Rabu,08 Juli 2020 - 04:12:42 WIB

Vodacom Tanzania: Send Money to Tanzania from Anywhere Around the World

Over 200 countries can send and receive money via Vodacom's Tanzania M-Pesa. The mobile Money

Rabu,08 Juli 2020 - 04:04:55 WIB

Accuity Helps Leading Banks in Pakistan Stay Ahead of Global Regulatory Requirements

Financial crime compliance solutions ensure that local banks can fight AML/CFT threats in real-time

BERGABUNG DI SINI
KABAR POPULER
IKUTI BERITA KAMI