• Follow Us On : 

Riau Harus Dapat Perhatian Lebih Pembinaan Bahasa dan Sastra


Redaksi | Selasa,27 Agustus 2019 - 14:15:35 WIB
Dibaca: 1218 kali 
Riau Harus Dapat Perhatian Lebih Pembinaan Bahasa dan Sastra

JAKARTA - Kepala Badan Pengembangan Bahasa dan Perbukuan, Dadang Sunendar menyatakan bahwa Provinsi Riau dan Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) harus mendapat perhatian lebih dalam pembinaan Bahasa dan Sastra. Hal ini dikarenakan sebagai penyumbang kosakata terbesar Bahasa Indonesia, kedua provinsi tersebut memiliki sastrawan yang sangat banyak.

“‘Memang harus diakui bahwa Riau harus diberi perhatian lebih bersama Kepri. Riau dan Kepri harus mendapatkan perhatian lebih karena geliat sastra juga lebih,” ujar Dadang menanggapi pernyataan Kadis Kebudayaan Riau pada Rapat Koordinasi Badan yang berlangsung selama dua hari hingga Selasa (27/8/2019) di Jakarta. 

Dalam undangan yang diberikan untuk seluruh kepala daerah itu, Gubernur Riau, Syamsuar yang dijadwalkan hadir, diwakili oleh Kepala Dinas Kebudayaan Riau Raja Yoserizal Zein. Beliau hadir bersama Kepala Balai Bahasa Riau, Songgo Siruah. 

Kepala Dinas Kebudayaan Riau Raja Yoserizal Zein dalam pertemuan itu menyatakan, masalah yang penting dalam rapat koordinasi (rakor) adalah bagaimana dalam melaksanakan kegiatan di daerah adanya sinergi antara UPT Balai Bahasa dengan Pemerintah Daerah, sehingga regulasi dan kebijakan antara pusat dan daerah sejalan.

Di Riau, tambah Yoserizal, kegiatan Bahasa dan Sastra mestinya mendapat perhatian lebih dari pemerintah pusat. Hal ini selain sebagai penyumbang kosakata terbesar Bahasa Indonesia, kegiatan sastra sangat banyak dan beragam.

Kegiatan tersebut digelar berdasarkan Undang-Undang (UU) Nomor 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara, serta Lagu Kebangsaan; UU Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah; dan Peraturan Menteri Dalam Negeri tentang Pedoman bagi Kepala Daerah dalam Pelestarian dan Pengembangan Bahasa Negara dan Bahasa Daerah.

Diketahui, undang-undang dan peraturan menteri itu mengamanatkan bahwa pengembangan, pembinaan, dan pelindungan bahasa Indonesia serta bahasa dan sastra daerah menjadi tanggung jawab bersama  antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah.

Adapun tujuan dari rapat itu adalah menyamakan persepsi dan menyosialisasikan kegiatan kebahasaan dan kesastraan yang melibatkan pemerintah daerah.

Dalam sambutannya, Kepala Badan Pengembangan Bahasa dan Perbukuan, Dadang Sunendar menekankan tentang fungsi bahasa Indonesia tidak sekadar fungsi komunikasi komunikasi saja, tetapi juga harus mampu menjaga kedaulatan bahasa Indonesia dan mempersatukan kebhinekaan Indonesia yang beraneka ragam.

Selain itu, Dadang pun menuturkan tentang pentingnya Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2009 serta strategi yang tercantum pada pasal 44, yaitu penginternasionalisasian bahasa Indonesia, upaya Badan Bahasa asalah mengirimkan para guru Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing untuk mewujudkan amanat undang-undang tersebut.

Terakhir, Dadang dalam sambutannya mengajak pemerintah di daerah untuk menggairahkan dunia perbukuan dengan ikut serta terjun dalam gerakan literasi nasional sebagai pemantik daya baca masyarakat.

Rangkaian acara dalam kegiatan itu, antara lain, Diskusi Panel, termasuk oleh kepala daerah, yang ditaja oleh Kepala Badan Pengembangan Bahasa dan Perbukuan Dadang Sunendar dan Direktur Jenderal Bina Pembangunan Daerah, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Muhammad Hudori.

Di sisi lain, kepala daerah yang mengampu diskusi panel, yaitu Kepala Daerah Provinsi Jawa Tengah, Kepala Daerah Provinsi Sulawesi Barat, dan Kepala Daerah Provinsi Jambi. Kemudian, juga digelar Diskusi Penyusunan Rekomendasi dan Penyusunan Rekomendasi Kegiatan oleh Kepala Pusat Pengembangan dan Pelindungan Bahasa dan Sastra, Gufran Ali Ibrahim. (rls)


Akses Wahanariau.com Via Mobile m.Wahanariau.com
Untuk Berbagi Berita / Informasi / Peristiwa
Silahkan SMS ke nomor HP : 085271472010
atau email ke alamat : [email protected]
Harap camtumkan detail data diri Anda
Pengutipan Berita dan Foto, Cantumkan Wahanariau.com Sebagai Sumber Tanpa Penyingkatan
TULIS KOMENTAR
BERITA TERKAIT
Rabu,11 Juli 2018

Lima JCH Riau Gagal Berangkat Tahun Ini

PEKANBARU - Lima Jemaah Calon Haji (JCH) Provinsi Riau dipastikan batal berangkat tahun ini. Pasalny

Minggu,15 April 2018

Riau Jadi Tuan Rumah Kongres Nasional Ikatan Apoteker Indonesia

PEKANBARU - Menjadi agenda rutin yang dilaksanakan empat tahun sekali, Ikatan Apoteker Indonesi

Rabu,30 Mei 2018

Bank Riau Kepri Gelar Buka Puasa Bersama dan Santuni 1.379 Anak Yatim

PEKANBARU - Bank Riau Kepri silaturrahim dan selenggarakan Buka Puasa bersama di Menara Da

Selasa,29 Mei 2018

Kepulauan Meranti Daerah Karhutla Terluas di Riau

PEKANBARU - Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang melanda beberapa daerah di Provinsi Riau selam

Senin,07 Mei 2018

Provinsi Riau Masih Berpotensi Hujan

PEKANBARU - Meskipun diprediksi akan memasuki musim kemarau, namun curah hujan masih berpotensi dltu

Rabu,30 Mei 2018

Status Siaga Darurat Diperpanjang, BPBD Riau Minta Kemudahan Izin Terbang Helikopter Karhutla

PEKANBARU - Setelah status siaga darurat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Provinsi Riau diper

BERITA LAINNYA
Senin,10 Agustus 2020

BPNB Sumbar Gelar Lomba Kesejarahan dari Rumah

PADANG - Balai Pelestarian Nilai Budaya Provinsi Sumatera Barat (BPNB Sumbar) di bawah naungan Direk

Selasa,28 Juli 2020

Amazon Singapore and National Volunteer & Philanthropy Centre Launch Wishlist Initiative to Deliver Smiles and Support Communities in Need this National Day

Amazon invites the public to support local charities Blessings in a Bag, Children’s Wishing We

Selasa,28 Juli 2020

Poly Leads Industry with the Most Microsoft Teams Certified Headsets Available

The choice is now yours - Poly offers 2X more Microsoft Teams certified headsets and personal speake

BERGABUNG DI SINI
KABAR POPULER
IKUTI BERITA KAMI