• Follow Us On : 

Pajak Impor Kertas Perlu Diperbesar Demi Keunggulan Produk Lokal


Redaksi | Selasa,02 September 2014 - 19:43:58 WIB
Dibaca: 3218 kali 
Pajak Impor Kertas Perlu Diperbesar Demi Keunggulan Produk Lokal Produk kertas milik PT RAPP yang masih dalam bentuk gulungan (Roll)

JAKARTA – PT Riau Andalan Pulp and Paper menjadi salah satu dari 49 perusahaan yang menerima sertifikat Obyek Vital Nasional Sektor Industri (OVNI) dan juga termasuk 14 kawasan industri yang diberikan oleh Menteri Perindustrian, MS Hidayat.

Perusahaan ini dinilai strategis dan perlu diberikan pengawasan dan keamanan agar dapat tumbuh dan berkembang menjadi lebih baik lagi untuk ke depannya. Namun begitu perusahaan kertas dan bubur kertas (Pulp and Paper) yang beroperasi di provinsi Riau tersebut meminta kepada pemerintah untuk menerapkan pajak impor kertas yang lebih besar sehingga akan ada keunggulan bagi produk lokal.

Presiden Direktur PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP), Kusnan Rahmin di Jakarta, Selasa (2/9/2014) lalu mengatakan jika selama ini pajak untuk impor kertas dari bea masuk masih sangat rendah sehingga tidak memberikan kesempatan bagi produk lokal untuk lebih unggul. Kondisi tersebut tentunya sangat merugikan bagi industri lokal karena menjadi sulit untuk berkembang, apalagi Indonesia akan menghadapi pasar bebas ASEAN pada tahun 2015.

Kondisi tersebut sangat mengkhawatirkan karena impor kertas sudah begitu murah bahkan nyaris tanpa bea masuk sehingga membanjiri pasar dalam negeri dan membuat kesempatan industri kertas dalam negeri sulit tumbuh.

Berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan Republik Indonesia nomor 224/PMK.011/2012 tentang perubahan atas Peraturan Menteri Keuangan nomor 154/PMK.03/2010 tentang pemungutan pajak penghasilan pasal 22 sehubungan dengan pembayaran atas penyerahan barang dan kegiatan bidang impor yang disebutkan bahwa penjualan kertas yang berasal dari impor hanya dikenai bea sebesar 0,1 persen.

Oleh karena itu Kusnan berharap kepada pemerintah untuk dapat merevisi peraturan tersebut dengan mengenakan pajak tinggi untuk impor kertas demi pertumbuhan dan perkembangan industri kertas dalam negeri. Dengan penerapan pajak tersebut akan menguntungkan pemerintah karena akan menambah penerimaan pajak, sekaligus menguntungkan industri kertas dalam negeri untuk bisa bersaing dengan produk impor.

Selain itu pada saat ini produk kertas nasional kesulitan untuk menembus pasar internasional yaitu khususnya negara-negara di wilayah Eropa dengan menerapkan standarisasi yang cukup ketat.

Tidak hanya itu, beberapa negara seperti Tiongkok yang menerapkan bea atau pajak yang begitu besar bagi produk pulp and Paper dari Indonesia. Untuk itu diperlukan keseimbangan agar produk dalam negeri dapat lebih baik da bermanfaat terutama dalam memenuhi kebutuhan dalam negeri.

PT Riau Andalan Pulp and Paper terus melakkan pengembangan industri kertas di tanah air dengan tetap konsisten untuk membatasi produk jadi seperti kertas.

Hal tersebut dilakukan dengan tujuan memberikan peluang bagi masyarakat untuk menjadi pengusaha kertas yang tentunya akan mendongkrak perekonomian secara nyata. (Beritadaerah)


Akses Wahanariau.com Via Mobile m.Wahanariau.com
Untuk Berbagi Berita / Informasi / Peristiwa
Silahkan SMS ke nomor HP : 085271472010
atau email ke alamat : [email protected]
Harap camtumkan detail data diri Anda
Pengutipan Berita dan Foto, Cantumkan Wahanariau.com Sebagai Sumber Tanpa Penyingkatan
TULIS KOMENTAR
BERITA TERKAIT
Selasa,28 Maret 2017

Usai Serahkan SPT Tahunan, Andi Rachman Ajak Masyarakat Taat Bayar Pajak

PEKANBARU (WAHANARIAU) -- Gubernur Riau, H Arsyadjuliandi Rachman mengajak masyarakat di Provinsi Ri

Selasa,27 Februari 2018

Lapor SPT Pajak Secara ‘Online’, Caranya Mudah, Bisa Dimana dan Kapan Saja

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) melaporkan Surat Pemberitahuan Tahunan (SPT) Pajak Penghasil

Kamis,07 September 2017

Pajak Penulis Selangit, Tere Liye Putus Kontrak 2 Penerbit

WAHANARIAU -- Penulis buku ternama, Tere Liye, mempermasalahkan tingginya pajak bagi profesi penulis

Kamis,07 September 2017

Begini Hitung-hitungan Pajak yang Dikeluhkan Tere Liye

JAKARTA (Wahanariau) -- Penulis buku Tere Liye memutus kontrak penerbitan bukunya dengan Gramedia Pu

Minggu,18 September 2016

Google Tebar Janji, Menolak Diperiksa Ditjen Pajak

JAKARTA (WR) - Perusahaan multinasional yang berbasis teknologi informasi, yaitu Google, menolak unt

Rabu,18 Januari 2017

Tahun Ini Penerimaan Pajak Nonmigas Hanya Tumbuh 5,7 Persen

JAKARTA (WAHANARIAU) -- Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memaparkan penerimaan pajak nonminyak

BERITA LAINNYA
Kamis,21 Oktober 2021

MEXC Wins Major Award at the Crypto Expo Dubai Conference

SINGAPORE - 21 October 2021 - MEXC Global has won the title of the best crypto exchange in Asia at t

Kamis,21 Oktober 2021

NetApp Expands Hybrid Cloud Solutions Portfolio to Unlock Best of Cloud

New hybrid cloud updates fuel digital transformation, enabling organizations to optimize operations

Kamis,21 Oktober 2021

NetApp Simplifies and Speeds Digital Transformation for Customers Through Deep, Industry-Leading Public Cloud Relationships

NetApp ONTAP is the only storage and data management software now available natively in the top thre

BERGABUNG DI SINI
KABAR POPULER
IKUTI BERITA KAMI