• Follow Us On : 

Per 1 Mei 2020, Iuran Peserta BPJS Kesehatan Resmi Turun


Redaksi | Kamis,30 April 2020 - 15:40:06 WIB
Dibaca: 482 kali 
Per 1 Mei 2020, Iuran Peserta BPJS Kesehatan Resmi Turun

JAKARTA – Mulai 1 Mei 2020, iuran peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) untuk segmen Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) dan Bukan Pekerja (BP), kembali mengacu pada Peraturan Presiden 82 tahun 2018, yaitu sebesar Rp 80.000 untuk kelas 1, Rp 51.000 untuk kelas 2 dan Rp 25.500 untuk kelas 3. Hal tersebut merupakan tindak lanjut dari Putusan Mahkamah Agung (MA) Nomor 7P/HUM/2020 yang menyatakan membatalkan Pasal 34 Peraturan Presiden Nomor 75 tahun 2019.

Kepala Humas BPJS Kesehatan, M. Iqbal Anas Ma’ruf menjelaskan, perhitungan pemberlakuan penyesuaian iuran sesuai dengan Putusan MA adalah per 1 April 2020. Untuk iuran bulan Januari sampai Maret 2020 tetap mengacu pada Perpres 75 tahun 2019 yaitu sebesar Rp 160.000 untuk kelas 1, Rp 110.000 untuk kelas 2 dan Rp 42.000 untuk kelas 3.

“Jadi untuk iuran Januari sampai Maret 2020 tidak ada pengembalian atau dikompensasi dibulan berikutnya. Namun, terhadap kelebihan iuran peserta JKN-KIS yang telah dibayarkan pada bulan April 2020 akan dikompensasikan ke iuran pada bulan berikutnya,” kata Iqbal melalui rilis yang diterima redaksi, Kamis (30/4/2020).

BPJS Kesehatan sudah melakukan penyesuaian sistem teknologi informasi (TI) serta penghitungan kelebihan iuran peserta. Iqbal berharap per 1 Mei 2020, peserta sudah mendapatkan tagihan yang telah disesuaikan.

“Pada prinsipnya kami ingin pelayanan kesehatan kepada peserta JKN-KIS tidak terhambat. Terutama memperhatikan kondisi sosial ekonomi saat ini di tengah pandemi Covid-19. Dengan dikembalikannya nominal iuran segmen PBPU sesuai Putusan MA per 1 Mei 2020 ini, kami harapkan dapat membantu dan tidak membebani masyarakat. Peserta dapat terus berkontribusi, menjaga status kepesertaannya tetap aktif dengan rajin membayar iuran rutin setiap bulannya. Ini merupakan salah satu wujud gotong royong khususnya di saat bangsa sedang bersama melawan Covid 19,” tambah Iqbal.

Iqbal menambahkan, apabila pada 1 Mei 2020 peserta mendapat kendala terkait status kepesertaan, tagihan serta membutuhkan informasi lainnya dapat menghubungi BPJS Kesehatan Care Center 1500400.

Iqbal juga mengingatkan peserta untuk tetap memprioritaskan jaminan kesehatan sebagai kebutuhan dasar terlebih di masa pandemi Covid-19. Risiko sakit akan semakin memperlebar keterpurukan ekonomi apabila tidak memiliki jaminan kesehatan.

Iqbal juga menekankan, bahwa penyesuaian iuran ini hanya berlaku bagi segmen peserta PBPU dan BP. Untuk segmen peserta lain seperti peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI) dan Pekerja Penerima Upah (PPU) masih mengacu pada Perpres 75 tahun 2019.

Pemerintah saat ini sudah menyiapkan rencana penerbitan Peraturan Presiden yang substansinya antara lain mengatur keseimbangan dan keadilan besaran iuran antar segmen peserta, dampak terhadap kesinambungan program dan pola pendanaan JKN, konstruksi ekosistem jaminan kesehatan yang sehat, termasuk peran Pemerintah (pusat dan daerah).

Rancangan Peraturan Presiden tersebut telah melalui proses harmonisasi dan selanjutnya akan berproses paraf para menteri dan diajukan penandatanganan kepada Presiden.*** (rls)


Akses Wahanariau.com Via Mobile m.Wahanariau.com
Untuk Berbagi Berita / Informasi / Peristiwa
Silahkan SMS ke nomor HP : 085271472010
atau email ke alamat : [email protected]
Harap camtumkan detail data diri Anda
Pengutipan Berita dan Foto, Cantumkan Wahanariau.com Sebagai Sumber Tanpa Penyingkatan
TULIS KOMENTAR
BERITA TERKAIT
Selasa,24 Januari 2017 - 22:36:44 WIB

Pertamina Tambah Impor BBM 4,2 juta Barel untuk Januari 2017

WAHANARIAU -- PT Pertamina menambah impor bahan bakar minyak dengan total 4,2 juta barel untuk bulan

Kamis,14 Februari 2019 - 18:27:45 WIB

Arifin Produksi 60 Kg Kedelai Perhari

TEMBILAHAN - Tempe merupakan makanan khas bagi masyarakat Indonesia. Makanan yang terbuat dari bahan

Rabu,07 Maret 2018 - 23:24:36 WIB

Terus Lakukan Reformasi Ekonomi, Indonesia Mendapat Pengakuan dan Kepercayaan Internasional

JAKARTA - Indonesia sekarang ini semakin mendapat pengakuan dan kepercayaan internasional terhadap r

Sabtu,28 Januari 2017 - 18:26:12 WIB

Pertumbuhan Ekonomi Riau Diprediksi Meningkat di 2017

PEKANBARU (WAHANARIAU) - Bank Indonesia (BI) Provinsi Riau memprediksi pertumbuhan ekonomi di Bumi M

Selasa,17 Januari 2017 - 22:02:56 WIB

30 Persen Lahan Sawit di Riau Bersertifikasi RSPO

PEKANBARU (WAHANARIAU) - Dari total 1,8 juta hektare lahan sawit bersertifikasi Roundtable on Sustai

Minggu,05 Maret 2017 - 22:21:21 WIB

Disdagprin Bengkalis Belum Bisa Memastikan Larangan Beredar Minyak Goreng Curah Per 1 April

BENGKALIS - Disdagprin Bengkalis belum bisa memastikan larangan beredar minyak goreng curah di Bengk

BERITA LAINNYA
Kamis,28 Mei 2020 - 14:47:30 WIB

Usia Remaja Rawan Terpapar Penyalahgunaan Narkoba

BANDUNG - Setiap orang tua pasti menghendaki anaknya lahir, tumbuh dan berkembang di lingkungan yang

Sabtu,23 Mei 2020 - 20:29:11 WIB

Ditengah Wabah Covid-19, Keluarga Besar IKMR Dumai Ajak Warga Sambut Idul Fitri dengan Bahagia

DUMAI - Ketua Ikatan Keluarga Minang Riau (IKMR) Kota Dumai Amrizal SH mengajak warganya untuk menya

Rabu,20 Mei 2020 - 18:03:19 WIB

Kompolnas Jelaskan Aturan Penggunaan Senjata Api Oleh Aparat

BANDUNG - Menanggapi beberapa kasus terkait dengan penggunaan senjata api oleh aparat, di media sosi

BERGABUNG DI SINI
KABAR POPULER
IKUTI BERITA KAMI