DUMAI – Ketua Arena Pemuda Dumai, Muhammad Ikhsan Nizar, menyoroti lambannya progres pembangunan fasilitas olahraga di Kota Dumai yang rencananya akan digunakan pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Riau XI Tahun 2026.
Menurutnya, meski pelaksanaan Porprov kian dekat, kondisi di lapangan menunjukkan pembangunan belum sesuai harapan. “Di area GOR hari ini terlihat pembangunan tribun hingga gedung olahraga (GOR) masih jauh dari selesai. Bahkan untuk GOR yang berada di samping tribun, belum terlihat apa-apa selain paku bumi saja,” ungkap Ikhsan, Rabu (1/10).
Ikhsan menilai hal ini bertolak belakang dengan semangat kerja Pemerintah Kota Dumai yang tengah berupaya menyediakan sarana olahraga demi pengembangan bakat generasi muda. Ia menilai lambannya progres menunjukkan ketidakseriusan pihak kontraktor dalam mendukung upaya tersebut.
“Yang sangat kita sayangkan adalah ketidakseriusan pihak kontraktor. Progres yang minim jelas merugikan, apalagi waktu terus berjalan dan Porprov semakin dekat,” tambahnya.
Ikhsan juga menyoroti potensi dampak negatif dari keterlambatan proyek, mulai dari pembengkakan biaya dan pembayaran denda, hingga penurunan kualitas pekerjaan akibat pengerjaan yang terburu-buru.
Atas kondisi tersebut, Arena Pemuda Dumai mendesak aparat penegak hukum untuk melakukan audit menyeluruh terkait penyebab keterlambatan pembangunan. Selain itu, pihaknya juga meminta Pemerintah Kota Dumai untuk memberikan sanksi tegas terhadap kontraktor yang dianggap mangkir.
“Kami meminta agar kontraktor yang tidak serius segera di-blacklist. Jangan sampai proyek strategis seperti ini gagal memenuhi target hanya karena kelalaian,” tegas Ikhsan.
Diketahui, Dumai ditunjuk sebagai tuan rumah Porprov Riau XI Tahun 2026. Sejumlah pembangunan infrastruktur olahraga tengah digesa, termasuk GOR dan tribun stadion utama, namun progres di lapangan masih menuai sorotan berbagai pihak.***
