LOS ANGELES, AS – Media OutReach Newswire – Karpet merah Golden Globes malam itu benar-benar menjadi malam berlian, dengan berlian alam menempati sorotan utama di berbagai kategori perhiasan, siluet, dan palet warna. Alih-alih hanya mengandalkan berlian putih tradisional, para tamu memilih berlian berwarna sebagai bentuk ekspresi pribadi. Perubahan ini tercermin dalam tren fashion di karpet merah, di mana pastel lembut menggantikan dominasi hitam, warna permata, dan putih mencolok, menciptakan suasana karpet merah yang lebih personal dan ekspresif.

Desert Diamonds: Warna Hangat dan Keindahan Alam
Berlian desert, dengan nuansa dari kuning lembut hingga oranye dan merah muda yang intens, menjadi tren terbesar di karpet merah. Pemenang Jessie Buckley mengenakan berlian Desert dari Martin Katz asal Botswana, termasuk cincin moval fancy oranye-merah muda dengan aksen berlian putih dan merah muda, serta anting Desert berlian putih dan merah muda. Hailee Steinfeld menampilkan beberapa perhiasan berlian kuning Repossi, termasuk cincin berlian kuning berbentuk bantal dan kalung dari koleksi Blast High Jewellery, serta sepasang anting berlian kuning pear-cut dan oval dari koleksi Serti sur Vide. Pemenang Teyana Taylor mengenakan anting Tiffany & Co. arsip dari akhir 1940-an, menampilkan kombinasi berlian putih dan berwarna, yang menyatukan glamor vintage dengan gaya modern. Charli XCX tampil dengan anting berlian kuning De Beers London. Presenter Keltie Knight memilih cincin berlian berwarna madu potongan radiant Premier Gem dengan trillions, anting Asscher-cut drop, dan gelang berlian kuning-putih bentuk campuran.

Anting: Cerita dalam Tiga Bagian
Anting berlian alam muncul sebagai kategori perhiasan yang menonjol malam itu, dengan pola yang jelas terlihat dalam tiga gaya berbeda: button, cluster, dan drop.
Minimal namun berdampak, anting button memberikan kontras yang elegan terhadap tampilan yang lebih dramatis. Emily Blunt mengenakan anting button klasik Tiffany & Co., menegaskan keanggunan abadi dari siluet berlian yang bersih, sementara Zoë Kravitz memilih anting button Jessica McCormack, menghadirkan glamor yang sederhana dengan sentuhan modern.

Anting cluster menonjolkan drama dan skala, dengan Kylie Jenner membuat pernyataan melalui anting cluster besar dari Lorraine Schwartz, dan Selena Gomez mengenakan anting cluster dari Chanel High Jewelry.
Anting drop hadir dalam dua ekspresi berbeda: bentuk linear yang ramping dan bentuk klasik yang abadi. Chase Infiniti mengenakan anting linear drop dari De Beers London, menampilkan interpretasi modern dan arsitektural dari anting berlian. Kate Hudson memilih anting linear drop dari Garatti Jewelry yang selaras dengan desain gaun peraknya. Sabrina Elba mengenakan anting drop klasik dari Jessica McCormack, sementara Kirsten Dunst memilih anting drop berlian halus dari ASHOKA.
Bros Maksimalis
Bros tampil percaya diri, dipakai baik tersebar di jas maupun sebagai pernyataan tunggal yang berani, terutama dalam busana pria. Colman Domingo mengenakan beberapa bros bunga lili berlian custom dari Boucheron untuk pendekatan yang ekspresif dan modis. Tramell Tillman memilih bros bulu besar dari Boucheron, menggunakan skala untuk menegaskan penampilannya, sementara Connor Storrie mengenakan bros ikonik Tiffany & Co. Bird on a Rock. Benny Blanco sepenuhnya mengadopsi gaya maksimalis dengan mengenakan bros berlian ekspresif dari Neil Lane.
Kalung Riviera: Interpretasi Klasik dan Modern
Kalung riviera kembali menonjol di Golden Globes, muncul dalam siluet klasik ala Old Hollywood maupun reinterpretasi modern. Aimee Lou Wood mengenakan kalung riviera modern dari David Yurman, menawarkan versi kontemporer dari gaya klasik. Minnie Driver dan Dakota Fanning memilih tradisi dengan kalung riviera klasik dari Rahaminov Diamonds dan Fred Leighton. Amy Poehler mengambil pendekatan lebih dramatis dengan mengenakan kalung riviera statement dari Boucheron, menunjukkan fleksibilitas siluet ini dalam gaya klasik maupun berani.
@adiamondisforeverhk
https://www.debeersgroup.com/
https://www.linkedin.com/company/debeersgroup/posts/?feedView=all
https://www.facebook.com/DeBeersGroupOfCompanies
https://www.instagram.com/debeersgroup/

Tentang De Beers Group
Didirikan pada tahun 1888, De Beers Group adalah perusahaan berlian terkemuka di dunia dengan keahlian dalam eksplorasi, penambangan, pemasaran, dan penjualan berlian. Bersama dengan mitra usaha patungannya, De Beers Group mempekerjakan lebih dari 20.000 orang di seluruh rantai pasok berlian dan merupakan produsen berlian terbesar di dunia berdasarkan nilai, dengan operasi penambangan berlian di Botswana, Kanada, Namibia, dan Afrika Selatan.
Inovasi menjadi inti dari strategi De Beers Group saat mengembangkan portofolio penawaran yang mencakup seluruh rantai nilai berlian, termasuk rumah perhiasannya, De Beers Jewellers dan Forevermark, serta solusi pionir lainnya seperti inisiatif sumber dan pelacakan berlian, Tracr dan GemFair. De Beers Group juga menyediakan layanan dan teknologi terkemuka untuk industri berlian dalam bentuk pendidikan dan layanan laboratorium melalui De Beers Institute of Diamonds, serta beragam sistem teknologi untuk penyortiran, deteksi, dan klasifikasi berlian melalui De Beers Group Ignite.
De Beers Group berkomitmen pada konsep “Building Forever”, yaitu pendekatan holistik dan terintegrasi untuk menciptakan masa depan yang lebih baik — di mana keselamatan, hak asasi manusia, dan integritas etika tetap menjadi prioritas utama; di mana komunitas berkembang dan lingkungan terlindungi; serta di mana terdapat kesetaraan kesempatan untuk semua. De Beers Group merupakan anggota dari grup Anglo American PLC. Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi www.debeersgroup.com.
Hashtag: #adiamondisforever #naturaldiamonds #diamonds #GoldenGlobesThe issuer is solely responsible for the content of this announcement.
