Point Hope Terbitkan Riset tentang Adopsi AI dan Ketahanan Perusahaan yang Sudah Mapan

Point Hope Terbitkan Riset tentang Adopsi AI dan Ketahanan Perusahaan yang Sudah Mapan
Point Hope AGA Fund

SINGAPORE / KUALA LUMPUR, MALAYSIA – Media OutReach Newswire – Point Hope, sebuah perusahaan investasi lokal, telah menerbitkan catatan riset terbaru yang menelaah implikasi dari percepatan investasi kecerdasan buatan (AI), keterbatasan infrastruktur, dan evolusi dinamika persaingan di pasar saham.

Riset ini membahas dua kekhawatiran utama yang saat ini membentuk sentimen investor. Yang pertama adalah apakah AI akan mengganggu bisnis-bisnis yang sudah mapan, terutama di sektor perangkat lunak yang membutuhkan modal ringan. Yang kedua terkait dengan apakah keterbatasan fisik — khususnya dalam hal pembangkit listrik, perizinan, dan kapasitas jaringan — dapat memperlambat pembangunan infrastruktur AI dan menurunkan ekspektasi yang tercermin dalam valuasi pasar saat ini.

Menurut analisis perusahaan, kedua kekhawatiran tersebut perlu mendapat perhatian serius. Pembangkit listrik tetap membutuhkan modal besar dan waktu lama, yang menunjukkan bahwa implementasi AI kemungkinan akan berkembang secara tidak merata, bukan secara linier.

Pada saat yang sama, skala investasi modal yang sedang berlangsung bersifat belum pernah terjadi sebelumnya. Perusahaan teknologi besar telah menguraikan rencana pengeluaran modal terkait AI sebesar US$600–700 miliar pada tahun 2026, dengan porsi signifikan diarahkan pada pusat data, chip, server, dan infrastruktur pendukung. Komitmen ini mencerminkan keyakinan mereka bahwa AI akan menjadi input inti di seluruh ekonomi global.

Riset ini berpendapat bahwa bagi investor saham, pertanyaan yang lebih penting bukan apakah adopsi AI akan terus berlanjut, tetapi bagaimana AI akan membentuk ulang keunggulan kompetitif di antara bisnis-bisnis yang sudah mapan.

Volatilitas pasar baru-baru ini telah menyoroti meningkatnya skeptisisme terhadap perusahaan perangkat lunak mapan, terutama yang beroperasi dengan model berbasis langganan dan modal ringan. Namun, Point Hope memperingatkan untuk tidak berasumsi akan terjadi pergeseran besar-besaran. Perusahaan perangkat lunak besar yang memiliki hubungan erat dengan klien enterprise, efek jaringan, dan data kepemilikan cenderung juga memiliki biaya beralih (switching cost) yang tinggi bagi pelanggan mereka, terutama di lingkungan yang diatur atau kritis bagi operasional.

Lebih lanjut, riset mencatat bahwa adopsi teknologi tidak selalu berarti perubahan total. Dalam banyak kasus, AI diperkirakan akan memperkuat posisi kompetitif perusahaan yang sudah mapan, bukan melemahkannya.

Perspektif yang berfokus pada ketahanan ini mendasari pendekatan investasi saham jangka panjang Point Hope, yang menekankan ketahanan terhadap gangguan, kemampuan menghasilkan arus kas, dan kemampuan untuk mengkompaun nilai sepanjang siklus pasar.

“Kami memandang ketahanan laba dan arus kas sebagai penentu nilai yang utama. Perspektif ini mendorong kesabaran selama periode ketika narasi pasar bergerak lebih cepat daripada fundamental,” ungkap ,” kata Guan Zhen Tan, Chief Investment Officer Point Hope, dalam keterangannya, Selasa (10/2/2026).

Riset Point Hope menyimpulkan bahwa meskipun pasar pada akhirnya akan menjawab pertanyaan-pertanyaan ini melalui laporan laba dalam beberapa bulan mendatang, periode volatilitas yang didorong oleh narasi dapat memberikan keuntungan bagi investor yang sabar dan bersedia memprioritaskan fundamental dibanding tema jangka pendek.

https://www.pointhopegroup.com/
https://www.linkedin.com/company/point-hope/posts/
https://x.com/AnchorGenAssets

Hashtag: #PointHope

The issuer is solely responsible for the content of this announcement.

Berita Lainnya

Index