DUMAI - Sinergi antara aparat teritorial TNI dan satuan pengamanan industri terus diperkuat guna menjamin keamanan objek vital nasional di wilayah Riau. Pada Minggu, 22 Maret 2026, Tim Patroli SKK Migas dari Koramil 02/BK bersama Security PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) melakukan penyisiran intensif di sepanjang jalur pipa minyak mulai dari kilometer 17 hingga kilometer 23 Jalan Soekarno Hatta, Kecamatan Bukit Kapur.
Kegiatan yang berlangsung ini merupakan bagian dari penguatan Pembinaan Teritorial (Binter) dalam menjaga aset strategis negara. Petugas melakukan pengecekan fisik secara mendetail untuk memastikan tidak ada gangguan teknis maupun aktivitas ilegal yang dapat mengancam distribusi energi nasional.
Kondisi cuaca yang cerah di wilayah Kelurahan Bagan Besar hingga Bukit Kapur mendukung kelancaran pemantauan di seluruh rute patroli.
Sertu Roni Sandra yang memimpin patroli dari unsur TNI menjelaskan bahwa pengawasan rutin ini sangat krusial untuk mendeteksi dini potensi ancaman terhadap fasilitas pengeboran dan distribusi minyak.
Kehadiran petugas di lapangan juga bertujuan untuk memberikan rasa aman bagi masyarakat yang bermukim di sekitar area operasional perusahaan, sekaligus menjalin komunikasi dua arah yang harmonis.
"Kami melaksanakan patroli keamanan bersama tim sekuriti di sepanjang jalur pipa minyak PT Pertamina Hulu Rokan guna memastikan seluruh aset tetap dalam kondisi aman dan terhindar dari segala bentuk gangguan," ujar Sertu Roni Sandra.
Selain melakukan pemantauan fisik, tim patroli juga aktif menggelar sosialisasi langsung kepada warga yang berada di sepanjang koridor pipa.
Petugas memberikan edukasi mengenai zona bahaya dan melarang keras pendirian bangunan di atas jalur pipa guna menghindari kecelakaan fatal. Keselamatan warga menjadi prioritas utama dalam setiap arahan yang disampaikan oleh tim gabungan di lapangan.
Petugas juga memberikan peringatan tegas terkait tindakan kriminal seperti pengeboran pipa secara ilegal atau pencurian material besi milik perusahaan.
Masyarakat diingatkan bahwa segala bentuk perusakan aset negara memiliki konsekuensi hukum yang sangat berat. Selain itu, warga dilarang keras membakar sampah di atas jalur pipa karena sangat berisiko memicu ledakan atau kebakaran besar di area bertekanan tinggi tersebut.
"Melalui kegiatan ini kami juga memberikan edukasi kepada masyarakat agar tidak mendirikan bangunan di atas jalur pipa serta menjauhi segala tindakan ilegal seperti pengeboran pipa atau pencurian besi karena akan berurusan dengan hukum," tutur Sertu Roni Sandra.
Hingga kegiatan berakhir, situasi di sepanjang jalur pipa minyak dalam keadaan aman dan terkendali tanpa ditemukan adanya hal menonjol. Hasil patroli menunjukkan stabilitas keamanan aset PT PHR di wilayah hukum Kodim 0320/Dumai terjaga dengan baik.***
