Rekor Dunia Speed Cubing Dipecahkan di Filipina

Rekor Dunia Speed Cubing Dipecahkan di Filipina
image_1.jpeg

Crimson Arradaza, remaja Filipina berusia 15 tahun, mencatat sejarah dengan penyelesaian kubus Satu Tangan dalam waktu 5,33 detik pada Philippine National Speed Cubing Open perdana

KOTA TAGAYTAY, FILIPINA - Media OutReach Newswire - 2 Juni 2026 - Asia Tenggara telah menorehkan prestasi di panggung speed cubing dunia.

Dalam momen yang menggemparkan komunitas speed cubing internasional, talenta muda Filipina, Crimson Arradaza, memecahkan Rekor Dunia 3x3x3 One-Handed dengan catatan luar biasa 5,33 detik pada Philippine National Speed Cubing Open perdana, yang diselenggarakan oleh Asian Mind Sports Association (AMSA) dan Philippine Olympic Committee (POC).

Turnamen yang berlangsung pada tanggal 27–28 Mei di Tagaytay City Combat Arena tersebut merupakan ajang speed cubing besar pertama yang didukung secara nasional dalam gerakan Olimpiade Filipina, dan langsung mencatat sejarah.

Penampilan gemilang Arradaza memecahkan rekor sebelumnya, yaitu 5,66 detik, yang dicetak oleh Dhruva Sai Meruva dari Swiss pada tahun 2024. Yang lebih penting, pencapaian ini melampaui batas yang selama ini dianggap mungkin dalam penyelesaian kubus dengan satu tangan, sekaligus menempatkan Filipina dalam sorotan dunia olahraga pikiran. Ini merupakan pencapaian luar biasa bagi negara yang sedang berkembang menjadi kekuatan baru dalam speed cubing.

"Saya telah menekuni speed cubing selama empat tahun terakhir dan ini adalah hadiah ulang tahun terbaik untuk diri saya sendiri," kata Arradaza, yang berulang tahun ke-15 pada hari sebelumnya.

Remaja asal Kota Baguio tersebut menempuh perjalanan selama delapan jam untuk bertanding di Tagaytay, didampingi oleh kedua orang tuanya, sebagai suatu pengingat kuat mengenai pengorbanan dan dukungan yang berada di balik tiap sosok juara belia.

"Ini bukan hanya pencapaian Filipina. Ini adalah pencapaian Asia," ujar Direktur Jenderal AMSA, Jim Yu. "Masa depan olahraga pikiran berada di tangan generasi muda, dan hari ini, Filipina menunjukkan kemampuan talenta Asia Tenggara kepada dunia."

Presiden POC, Abraham "Bambol" Tolentino, dan Wali Kota Kota Tagaytay, Ross Tolentino, turut hadir untuk menyaksikan pencapaian bersejarah tersebut.

"Olahraga bukan hanya soal kekuatan fisik. Olahraga juga tentang ketajaman berpikir, disiplin, dan fokus," kata Presiden POC, Tolentino. "Masyarakat Filipina memiliki bakat alami dalam olahraga pikiran, dan rekor dunia ini membuktikan bahwa kami mampu bersaing dengan yang terbaik di dunia."

Selain kompetisi, ajang selama dua hari tersebut juga menghadirkan program pelatihan wasit, lokakarya operasional, dan dialog pengembangan yang bertujuan memperkuat ekosistem speed cubing.

AMSA menegaskan kembali komitmennya untuk mengembangkan olahraga pikiran di seluruh Asia melalui kemitraan bersama Komite Olimpiade Nasional, federasi olahraga, dan penyelenggara lokal.

Organisasi tersebut berencana untuk terus mengembangkan kompetisi regional, jalur pembinaan talenta, infrastruktur siaran langsung, sistem perwasitan, program keterlibatan generasi muda, serta pertukaran internasional guna mengangkat olahraga pikiran ke tingkat pengakuan arus utama yang belum pernah dicapai sebelumnya di Asia.


Hashtag: #AMSA

The issuer is solely responsible for the content of this announcement.

Berita Lainnya

Index