PONTIANAK — Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Afriansyah Noor menegaskan bahwa serikat pekerja harus mengambil peran lebih strategis dalam menghadapi transformasi dunia kerja, khususnya di tengah percepatan digitalisasi dan transisi energi yang sedang berlangsung di sektor ketenagalistrikan nasional.
Pesan tersebut disampaikan saat melantik Pengurus DPD dan DPC Serikat Pekerja PT PLN (Persero) se-Unit Induk Distribusi (UID) Kalimantan Barat di Pontianak, Rabu (10/6/2026).
Menurut Afriansyah, hubungan industrial modern tidak lagi menempatkan pekerja dan pengusaha sebagai pihak yang saling berhadapan, melainkan sebagai mitra yang memiliki tujuan bersama untuk menjaga keberlangsungan usaha dan meningkatkan kesejahteraan pekerja.
“Dalam hubungan industrial modern, pekerja dan pengusaha bukanlah pihak yang saling berhadapan. Keduanya adalah mitra yang memiliki tujuan bersama, yaitu menjaga keberlangsungan usaha, meningkatkan produktivitas, serta mewujudkan kesejahteraan pekerja,” ujar Afriansyah.
Transformasi PLN Butuh SDM dan Serikat Pekerja yang Adaptif
Sebagai perusahaan strategis yang memegang peran penting dalam sektor energi nasional, PT PLN (Persero) saat ini menghadapi berbagai tantangan besar, mulai dari digitalisasi layanan hingga percepatan transisi energi menuju sistem yang lebih berkelanjutan.
Dalam kondisi tersebut, Afriansyah menilai serikat pekerja harus mampu beradaptasi dan mengambil posisi sebagai bagian dari solusi, bukan sekadar pihak yang menyampaikan aspirasi pekerja.
Menurutnya, organisasi pekerja perlu memahami arah bisnis perusahaan, perubahan teknologi, serta tantangan industri yang terus berkembang agar mampu memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan perusahaan dan kesejahteraan anggota.
Dialog Sosial Jadi Kunci Hubungan Industrial yang Sehat
Wamenaker menekankan bahwa setiap perbedaan pandangan yang muncul antara pekerja dan manajemen harus diselesaikan melalui dialog sosial yang konstruktif.
“Segala perbedaan pandangan yang muncul di lapangan harus diselesaikan melalui prinsip dialog sosial, komunikasi terbuka, musyawarah konstruktif, dan penghormatan terhadap mekanisme hukum yang berlaku,” katanya.
Ia menilai komunikasi yang terbuka dan kemitraan yang kuat menjadi fondasi penting untuk menciptakan hubungan industrial yang harmonis dan produktif.
Dengan pendekatan tersebut, berbagai tantangan perusahaan dapat diselesaikan tanpa mengganggu stabilitas organisasi maupun produktivitas kerja.
PLN Dinilai Punya Modal Kuat Bangun Hubungan Industrial Modern
Afriansyah optimistis PLN memiliki fondasi yang kuat untuk terus membangun hubungan industrial yang sehat dan berkelanjutan.
Hal itu didukung oleh keberadaan sumber daya manusia yang kompeten, organisasi pekerja yang aktif, serta manajemen perusahaan yang memiliki komitmen terhadap pengembangan perusahaan dan peningkatan kesejahteraan pegawai.
Menurutnya, kolaborasi yang baik antara manajemen dan serikat pekerja akan menjadi modal penting bagi PLN dalam menghadapi perubahan industri energi yang semakin dinamis.
Pengurus Baru Diminta Bangun Organisasi Profesional dan Berintegritas
Dalam kesempatan tersebut, Afriansyah juga mengajak seluruh pengurus serikat pekerja yang baru dilantik untuk menjadikan organisasi sebagai ruang pembelajaran, pengabdian, dan penguatan kapasitas kepemimpinan.
Ia menegaskan bahwa kepemimpinan dalam serikat pekerja tidak hanya berkaitan dengan jabatan, tetapi juga menyangkut keteladanan, integritas, kemampuan mendengar aspirasi anggota, serta tanggung jawab dalam memperjuangkan kepentingan pekerja.
“Bangunlah organisasi yang solid, profesional, dan adaptif. Perkuat komunikasi dengan anggota, tingkatkan kapasitas pengurus, jaga kemitraan yang baik dengan manajemen, serta teruslah menjadi bagian dari upaya membangun hubungan industrial yang harmonis, produktif, dan berkeadilan,” pungkasnya.
Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa peran serikat pekerja di era transformasi industri tidak hanya sebatas memperjuangkan hak pekerja, tetapi juga ikut berkontribusi dalam menciptakan perusahaan yang lebih kompetitif, produktif, dan siap menghadapi tantangan masa depan.
(Biro Humas Kemnaker)
