DUMAI – Pembangunan jembatan Armco di wilayah Kelurahan Lubuk Gaung, Kecamatan Sungai Sembilan, Kota Dumai, terus dilakukan sebagai upaya meningkatkan akses dan konektivitas masyarakat. Kegiatan pembangunan tersebut berada di wilayah Koramil 03/Sungai Sembilan dan dilaporkan berjalan aman serta terkendali, Selasa (11/8/2026).
Salah satu pembangunan jembatan berada di Jalan Cempaka Gang Listrik, Kelurahan Lubuk Gaung. Jembatan tersebut memiliki bentangan sepanjang 8 meter dengan lebar sungai sekitar 5 meter dan kedalaman air berkisar 1 hingga 3 meter.
Jembatan tersebut nantinya menjadi akses penghubung bagi masyarakat Kelurahan Lubuk Gaung dengan jumlah penerima manfaat sekitar 300 orang dari 170 kepala keluarga (KK). Berdasarkan laporan di lapangan, pekerjaan pada jembatan tersebut telah selesai.
Selain itu, pembangunan jembatan juga berlangsung di Jalan Sukaramai, Kelurahan Lubuk Gaung. Jembatan ini memiliki bentangan sepanjang 22 meter dengan lebar sungai sekitar 10,40 meter. Kedalaman air berkisar 1 hingga 3 meter, sementara ketinggian air saat banjir dapat mencapai sekitar 5 meter.
Jembatan di Jalan Sukaramai tersebut diperkirakan memberikan manfaat bagi sekitar 850 orang dari 380 KK. Pada Selasa (11/8/2026), pekerjaan yang dilakukan berupa pengecoran dengan melibatkan 10 personel TNI, lima pekerja dan 25 masyarakat.
Dandim 0320/Dumai Letkol Arm Herman Santoso mengatakan, pembangunan infrastruktur jembatan merupakan bagian penting dalam membantu meningkatkan akses masyarakat, khususnya di wilayah yang selama ini memiliki keterbatasan akses akibat kondisi geografis dan perairan.
“Pembangunan jembatan ini kita harapkan dapat memberikan manfaat langsung kepada masyarakat. Selain memperlancar mobilitas, keberadaan jembatan juga akan mendukung aktivitas ekonomi dan sosial warga,” ujar Letkol Arm Herman Santoso.
Ia menegaskan, jajaran Koramil bersama masyarakat akan terus mendukung proses pembangunan agar dapat berjalan sesuai rencana dengan tetap memperhatikan faktor keamanan di lapangan.
“Kita minta seluruh pihak yang terlibat mengutamakan keselamatan dalam bekerja. Kondisi pasang surut air laut dan lokasi material timbun yang cukup jauh menjadi kendala, sehingga perlu koordinasi dan kehati-hatian selama pelaksanaan pekerjaan,” katanya.
Menurutnya, keterlibatan masyarakat dalam pembangunan juga menjadi hal positif karena dapat menumbuhkan semangat gotong royong sekaligus memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat.
“Kita apresiasi semangat gotong royong masyarakat. TNI akan terus hadir membantu masyarakat melalui kegiatan yang memberikan manfaat nyata bagi warga,” tegasnya.
Dari hasil pemantauan, kondisi cuaca di lokasi pembangunan pada pagi, siang hingga sore hari dilaporkan cerah. Situasi secara keseluruhan aman dan terkendali.***
