Karhutla di Jalan Nenas-Parit Tugu Mundam, 1,45 Hektare Lahan Berhasil Dipadamkan

Karhutla di Jalan Nenas-Parit Tugu Mundam, 1,45 Hektare Lahan Berhasil Dipadamkan

DUMAI – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali terjadi di wilayah Kelurahan Mundam, Kecamatan Medang Kampai, Kota Dumai, Jumat (21/8/2026). Kebakaran terjadi di kawasan Jalan Parit Tugu RT 04, tepatnya di antara Jalan Nenas dan Jalan Parit Tugu.

Berdasarkan laporan pemadaman, luas lahan yang terbakar mencapai sekitar 1,5 hektare. Lahan yang terbakar merupakan kawasan semak belukar dan tanah gambut milik warga bernama Nasrun.

Pemadaman melibatkan personel TNI sebanyak empat orang, sembilan personel BPBD dan empat anggota Masyarakat Peduli Api (MPA). Tim gabungan juga mengerahkan tiga unit mesin pemadam, masing-masing milik BPBD, TNI dan MPA, serta 32 rol selang buang dan tiga selang hisap.

Dandim 0320/Dumai Letkol Arm Herman Santoso mengatakan, hingga Jumat siang, sebagian besar area yang terbakar telah berhasil dipadamkan. Dari total sekitar 1,5 hektare lahan terbakar, sekitar 1,45 hektare telah berhasil dipadamkan dan tersisa sekitar 0,05 hektare yang masih dalam proses penanganan.

“Tim gabungan terus melakukan pemadaman dan pendinginan di lokasi. Meskipun titik api sudah tidak ditemukan, masih terdapat asap sehingga personel tetap melakukan pemantauan untuk memastikan tidak terjadi penyalaan kembali,” ujar Letkol Arm Herman Santoso.

Ia menjelaskan, kondisi lahan yang berupa semak belukar dan tanah gambut menjadi salah satu perhatian dalam proses pemadaman. Selain itu, petugas juga menghadapi kendala berupa angin kencang yang berpotensi mempercepat penyebaran api.

“Kita minta seluruh personel tetap waspada, terutama terhadap titik-titik yang masih mengeluarkan asap. Jangan sampai api kembali membesar dan meluas ke lahan lainnya,” tegasnya.

Menurutnya, upaya penanganan karhutla membutuhkan sinergi seluruh pihak, mulai dari TNI, BPBD, MPA, kepolisian hingga masyarakat. Pemantauan juga akan terus dilakukan setelah api berhasil dipadamkan guna mengantisipasi munculnya kembali titik api.

“Sinergi dan kecepatan dalam penanganan sangat penting. Kita berharap seluruh unsur terus berkoordinasi dan masyarakat juga ikut berperan menjaga lingkungannya agar potensi karhutla dapat dicegah sedini mungkin,” pungkasnya.

Hingga laporan terakhir, kondisi di lokasi dalam keadaan aman dan kegiatan pemadaman berjalan dengan lancar. Titik api dilaporkan nihil, sementara titik asap masih ditemukan di sebagian kecil area yang terbakar.***

Berita Lainnya

Index