YYForce Mengumumkan Hasil Keuangan Semester Pertama 2026, yang Menyoroti Pertumbuhan Pendapatan sebesar 26,8% menjadi US$32,7 Juta

YYForce Mengumumkan Hasil Keuangan Semester Pertama 2026, yang Menyoroti Pertumbuhan Pendapatan sebesar 26,8% menjadi US$32,7 Juta
YY Group

Pendapatan dari Outsourcing Tenaga Kerja Naik 62,4% menjadi US$15,6 Juta; Pendapatan dari Manajemen Fasilitas Terintegrasi (IFM) Naik 11,1% menjadi US$16,1 Juta

Rugi Bersih Menyusut 13,8% Dibandingkan Tahun Sebelumnya

Modal Kerja Naik menjadi US$11,9 Juta dari Defisit US$1,7 Juta pada Akhir Tahun 2025; Total Liabilitas Turun 39%

SINGAPURA, Sept. 26, 2026 (GLOBE NEWSWIRE) -- YYForce Inc. (Nasdaq: YFOR) (“YYForce” atau “Perusahaan,” sebelumnya bernama YY Group Holding Limited (Nasdaq: YYGH)), penyedia platform manajemen tenaga kerja berkemampuan AI dan manajemen fasilitas terintegrasi (IFM) yang beroperasi di Asia dan wilayah lainnya, hari ini mengumumkan hasil keuangan yang belum diaudit untuk periode enam bulan yang berakhir pada 30 Juni 2026.

YYForce membukukan pendapatan sekitar US$32,7 juta pada semester pertama 2026, naik 26,8% dari US$25,8 juta pada periode yang sama tahun 2025. Perusahaan memandang ekspansi berkelanjutan bisnis tenaga kerja dan IFM sebagai landasan operasional bagi “Visi YYForce 2030”. Strategi jangka panjang ini bertujuan untuk membangun ekosistem tenaga kerja terintegrasi yang menghubungkan tenaga kerja manusia, kecerdasan buatan (“AI”), robot humanoid, dan robot layanan khusus.

Ikhtisar Kinerja Keuangan Semester Pertama 2026

  • Pendapatan meningkat 26,8% dibandingkan tahun sebelumnya dari US$25,75 juta menjadi US$32,66 juta.
  • Pendapatan dari outsourcing (alih daya) tenaga kerja meningkat 62,4% dibandingkan tahun sebelumnya menjadi US$15,55 juta.
  • Pendapatan dari IFM meningkat 11,1% dibandingkan tahun sebelumnya menjadi US$16,06 juta.
  • Laba kotor tercatat sebesar US$3,30 juta dengan margin laba kotor sebesar 10,1%, turun dari laba kotor sebesar US$4,27 juta dengan margin laba kotor 16,6% pada periode yang sama tahun sebelumnya. Penurunan tersebut terutama disebabkan oleh biaya tenaga kerja yang lebih tinggi.
  • Rugi operasional menyusut 32,2% dibandingkan tahun sebelumnya, dari US$7,68 juta menjadi US$5,21 juta. Penurunan ini terutama disebabkan oleh tidak adanya rugi penurunan nilai aset tak berwujud sebesar US$4,06 juta yang sebelumnya tercatat pada periode yang sama tahun lalu.
  • Rasio rugi operasional terhadap pendapatan turun dari 29,8% pada periode yang sama tahun sebelumnya menjadi 15,9%.
  • Rugi bersih menyusut 13,8% dibandingkan tahun sebelumnya, dari US$8,20 juta menjadi US$7,06 juta.
  • Rugi operasional non-IFRS tercatat sekitar US$2,74 juta, sedangkan rugi non-IFRS tercatat sekitar US$3,29 juta.
  • Kas tercatat sekitar US$3,08 juta per 30 Juni 2026.
  • Total ekuitas naik dari US$13,61 juta per 31 Desember 2025 menjadi sekitar US$25,36 juta. Peningkatan ini terutama didorong oleh perolehan dana sebesar US$18,55 juta melalui mekanisme penawaran saham At-The-Market (ATM).
  • Total liabilitas turun dari US$20,73 juta per 31 Desember 2025 menjadi sekitar US$12,66 juta. Penurunan ini terutama disebabkan oleh pelunasan utang usaha dan utang lainnya serta berkurangnya liabilitas waran.
     

Ikhtisar Kinerja Operasional Semester Pertama 2026:

  Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada
30 Juni,
  2026
 
 2025
 
Layanan Tenaga Kerja    
Jumlah unduhan Aplikasi YY Circle (Kumulatif) 998.575   586.389  
Jumlah pengguna aktif bulanan Aplikasi YY Circle 35.743   30.103  
Tingkat pemenuhan pekerjaan 92%  93% 
Jumlah Pemberi Kerja 212   203  
     
Layanan IFM    
Jumlah pelanggan 218   190  
Pendapatan rata-rata per pelanggan 73.682   76.095  

Komentar Manajemen
Mike Fu, CEO YYForce, berkomentar: “Kami mencapai pertumbuhan pendapatan sebesar 26,8% dibandingkan tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini didorong oleh kenaikan pendapatan dari outsourcing tenaga kerja sebesar 62,4% serta ekspansi berkelanjutan operasi IFM kami. Selain mengembangkan bisnis layanan yang sudah ada, kami juga membangun fondasi untuk mewujudkan lingkungan kerja masa depan yang memungkinkan manusia, kecerdasan buatan, fasilitas pintar, otomatisasi, dan robotika untuk semakin bekerja sama. Kami sedang menguji coba robot layanan dan berencana menerapkan alur kerja berbasis agen AI pertama kami serta meluncurkan laboratorium data pelatihan AI. Langkah awal ini mengarah pada sistem operasional yang memungkinkan setiap tugas ditangani oleh manusia atau teknologi yang paling sesuai. Sementara itu, bisnis tenaga kerja dan IFM kami yang terus berkembang menyediakan hubungan dengan pelanggan, infrastruktur tenaga kerja, fasilitas, serta lingkungan operasional nyata yang diperlukan untuk memvalidasi dan mengomersialkan teknologi tersebut. Menjelang 2030, kami berharap YYForce dapat berkembang dari penyedia layanan padat karya menjadi penyedia layanan tenaga kerja terintegrasi yang siap menghadapi masa depan. Kami akan berfokus pada peningkatan margin, efisiensi operasional, dan alokasi modal yang disiplin untuk menciptakan nilai bagi para pemangku kepentingan kami.”

Jason Phua, CFO YYForce, menambahkan, “Pertumbuhan pendapatan pada periode ini diiringi penurunan margin laba. Upah per jam pekerja lepas meningkat lebih cepat dibandingkan tarif yang kami kenakan kepada pelanggan. Akibatnya, margin laba kotor kami menyusut dari 16,6% menjadi 10,1%. Kami menangani masalah ini secara langsung dengan menyesuaikan tarif kontrak saat diperpanjang serta menegosiasikan ulang atau mengakhiri kontrak yang tidak lagi mampu menutupi biaya. Kami juga memperketat penjadwalan untuk mengurangi jam kerja yang tidak ditagihkan serta mengevaluasi solusi berbasis teknologi, digital, dan otomatisasi guna meningkatkan produktivitas. Kami juga memperbaiki struktur permodalan dan posisi modal kerja. Pada akhir semester pertama 2026, kami membukukan modal kerja sebesar US$11,9 juta, dibandingkan dengan defisit pada akhir 2025, sekaligus mengurangi total liabilitas sebesar 39%. Pemulihan margin laba kotor menjadi prioritas kami pada semester kedua 2026, dan kami akan melaporkan perkembangannya dalam laporan hasil keuangan tahunan.”

Hasil Keuangan Semester Pertama 2026
Total Pendapatan mencapai US$32,7 juta pada semester pertama 2026, naik 26,8% dari US$25,8 juta pada periode yang sama tahun 2025.

  • Pendapatan dari outsourcing tenaga kerja meningkat 62,4% dari US$9,58 juta pada periode yang sama tahun 2025 menjadi US$15,55 juta. Peningkatan ini terutama didorong oleh kenaikan permintaan pelanggan di Singapura dan Malaysia serta kontribusi dari anak perusahaan kami di Hong Kong dan Thailand.
  • Pendapatan dari IFM naik 11,1% dari US$14,46 juta pada periode yang sama tahun 2025 menjadi US$16,06 juta. Pertumbuhan ini didukung oleh perolehan kontrak baru, perpanjangan proyek yang sudah ada, serta kontribusi sepanjang periode dari anak perusahaan yang diakuisisi pada tahun 2025, termasuk Property Facility Services Pte. Ltd. dan Uniforce Security Services Pte. Ltd.

Laba kotor tercatat sekitar US$3,30 juta, dibandingkan dengan US$4,27 juta pada semester pertama 2025. Margin laba kotor tercatat sekitar 10,1%, dibandingkan dengan 16,6% pada periode yang sama tahun sebelumnya. Penurunan ini terutama disebabkan oleh kenaikan biaya tenaga kerja di seluruh bisnis IFM dan outsourcing tenaga kerja Perusahaan, termasuk kenaikan tarif upah per jam bagi pekerja lepas.

Rugi operasional menyusut 32,2% dari US$7,68 juta pada periode yang sama tahun 2025 menjadi sekitar US$5,21 juta. Penurunan ini terutama disebabkan oleh tidak adanya rugi penurunan nilai aset tak berwujud sebesar US$4,06 juta yang sebelumnya tercatat pada semester pertama 2025. Rasio rugi operasional terhadap pendapatan turun menjadi sekitar 15,9%, dibandingkan dengan 29,8% pada periode yang sama tahun 2025.

Rugi bersih turun 13,8% dari US$8,20 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya menjadi sekitar US$7,06 juta. Rugi per saham biasa, baik dasar maupun dilusian tercatat sebesar US$13,62, dibandingkan dengan US$311,00 pada semester pertama 2025. Seluruh jumlah saham dan nilai per saham telah disesuaikan secara retroaktif untuk mencerminkan penggabungan saham dengan rasio 50 banding 1 dan 30 banding 1 yang masing-masing dilaksanakan pada 23 Maret 2026 dan 23 Juni 2026. Hasil keuangan semester pertama 2026 juga mencakup rugi bersih sebesar US$2,62 juta terkait obligasi konversi dan keuntungan bersih sebesar US$1,73 juta terkait liabilitas waran.

Kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasi tercatat sekitar US$10,99 juta pada semester pertama 2026, dibandingkan dengan US$0,63 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya. Peningkatan ini terutama disebabkan oleh rugi operasional serta pelunasan utang usaha dan utang lainnya.

Kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaan selama semester pertama 2026 tercatat sekitar US$16,29 juta. Arus kas masuk dari aktivitas pendanaan mencakup sekitar US$18,55 juta yang berasal dari penerbitan saham biasa Kelas A sehubungan dengan penawaran saham At-The-Market (ATM) Perusahaan, serta hasil dari aktivitas pendanaan lainnya.

YYForce berencana mempertahankan pendekatan yang disiplin terhadap alokasi modal dengan menyeimbangkan kebutuhan modal kerja, kegiatan operasional yang sudah berjalan, dan investasi untuk mendukung pertumbuhan di masa depan.

Visi YYForce 2030 dan Strategi Alokasi Modal
Pada 22 September 2026, YYForce mengumumkan Visi 2030, sebuah peta jalan jangka panjang untuk membangun model Solusi Tenaga Kerja Masa Depan. Model ini mengintegrasikan kemampuan tenaga kerja manusia, manajemen tenaga kerja berkemampuan AI, teknologi manajemen fasilitas pintar, otomatisasi, dan robotika. Rencana ini dikembangkan berdasarkan bisnis Perusahaan yang sudah ada, yaitu aplikasi YY Circle dan Yolara AI untuk penyediaan tenaga kerja sesuai permintaan dan solusi tenaga kerja, serta robot humanoid dan robot layanan khusus yang ditawarkan melalui skema penyewaan dan Robotics-as-a-Service (“RaaS”). Rencana ini juga mencakup solusi manajemen fasilitas pintar melalui platform 24iFM, perangkat IoT, sensor, kamera pintar, dan teknologi otomatisasi. Yolara AI dirancang untuk mendukung perencanaan penempatan, integrasi alur kerja, koordinasi tim manusia, dan dukungan operasional berkelanjutan di seluruh solusi tersebut. Inisiatif AI, otomatisasi, dan robotika ini belum memberikan kontribusi yang signifikan terhadap pendapatan selama periode enam bulan yang berakhir pada 30 Juni 2026.

Prioritas utama YYForce dalam alokasi modal adalah mempertahankan likuiditas yang cukup untuk kegiatan operasional yang sudah berjalan, kebutuhan modal kerja, dan kewajiban kontraktualnya. Dengan tetap memperhatikan kebutuhan tersebut, Perusahaan dapat mengevaluasi investasi di berbagai bidang, termasuk teknologi manajemen tenaga kerja dan fasilitas pintar, pengembangan perangkat lunak, otomatisasi operasional, robotika komersial, infrastruktur data, ekspansi geografis, kemitraan strategis, dan akuisisi. Perusahaan berencana memanfaatkan kemitraan, skema penyewaan, dan program uji coba bersama pelanggan untuk membatasi kebutuhan modal awal. Setiap investasi akan dievaluasi berdasarkan permintaan pelanggan, kesiapan teknologi, dan tingkat imbal hasil yang diharapkan.

Proyeksi Kinerja Tahun Buku 2026
Mengingat tekanan biaya tenaga kerja pada semester pertama 2026, Perusahaan membatalkan proyeksi kinerja tahun buku 2026 yang diterbitkan pada 12 Maret 2026. Perusahaan berencana menyampaikan proyeksi terbaru bersama dengan pengumuman hasil keuangan tahun buku 2026. Investor tidak lagi dapat mengandalkan proyeksi yang diumumkan sebelumnya sebagai gambaran ekspektasi Perusahaan saat ini.

Tentang YYForce Inc.
YYForce Inc. (Nasdaq: YFOR) adalah penyedia platform manajemen tenaga kerja berkemampuan AI dan manajemen fasilitas terintegrasi (IFM), yang berkantor pusat di Singapura serta beroperasi di Asia dan wilayah lainnya. Platform solusi tenaga kerja cerdas milik Perusahaan, YY Circle, membantu klien di sektor perhotelan, makanan dan minuman, ritel, serta sektor jasa lainnya untuk memprediksi, merencanakan, dan mengoptimalkan penempatan tenaga kerja. Dalam bisnis IFM YYForce, platform perangkat lunak 24iFM dan portofolio anak perusahaan IFM yang komprehensif miliknya mendukung klien di sektor perhotelan, transportasi, perbankan, ritel, serta fasilitas serbaguna.

Dengan semakin berkembangnya kedua lini bisnis tersebut, Perusahaan secara sistematis mengintegrasikan kemampuan AI dan otomatisasi, dari dukungan pengambilan keputusan cerdas menuju manajemen tenaga kerja yang semakin otonom. Langkah ini bertujuan meningkatkan kualitas layanan, mengurangi biaya penempatan tenaga kerja, dan mendorong peningkatan margin dalam jangka panjang. YYForce, yang terdaftar di Nasdaq Capital Market, berkomitmen terhadap inovasi infrastruktur, pencapaian hasil yang terukur bagi klien, dan penciptaan nilai jangka panjang.

#YY Group

Index

Berita Lainnya

Index