• Follow Us On : 

Aksi 'Brutal' di SD Bukittinggi tak Sekedar Kenakalan Anak Biasa


Redaksi | Senin,13 Oktober 2014 - 12:57:19 WIB
Dibaca: 2054 kali 
Aksi 'Brutal' di SD Bukittinggi tak Sekedar Kenakalan Anak Biasa

BUKITTINGGI - Video aksi brutal siswa-siswi salah satu SD di Bukittinggi sempat membuat ramai jejaring sosial. Masalah ini pun telah diselesaikan secara kekeluargaan, dengan semua pihak saling minta maaf.

Menurut pakar psikologi Reza Indragiri Amriel, peristiwa pemukulan seorang siswi itu bisa terjadi karena sifat pemarah dan cenderung agresif dari 6 temannya. Ditambah dengan situasi dan kondisi sekolah yang terkesan mengabaikan siswa-siswinya dalam rekaman itu.

"Anak-anak yang pemarah dengan kecenderungan agresif yang tinggi, bertemu dengan sekolah yang abai," kata Reza pada detikcom, Senin (13/10/2014).

Penyelesaian pemukulan ini dengan cara saling meminta maaf juga dilihat Reza sebagai bentuk pemakluman dari para orangtua siswa-siswi yang terlibat. Padahal, hal itu tidak berarti membuat kejadian serupa tak terulang kembali.

"Orangtua barangkali kadung menganggap kekerasan adalah sinonim kenakalan dan kelumrahan dalam dunia anak-anak," ujar dosen Universitas Binus itu.

Reza menyarankan agar orangtua dan guru di sekolah itu turut bertanggungjawab. Karena Reza melihat orangtua dan guru turut berperan di balik terjadinya peristiwa tersebut.

"Jelas ini bullying. Normatif, anak-anak dipulangkan ke orangtua mereka tapi setelahnya apa? Kalau keluarga, khususnya orangtuanya tak ikut dibenahi, saya pesimis anak-anak yang melakukan kekerasan itu akan berubah tabiat," ucap Reza.

"Tentu orangtua anak-anak yang melakukan pemukulan memberikan kompensasi sekaligus permintaan maaf ke korban. Permintaan maaf tidak harus direspon dengan pemberian maaf," tutup Reza.

Sebelumnya Kepala Bidang TK dan SD Disdikpora Kota Bukittinggi, Edi menyatakan orangtua korban dan pelaku sudah membuat perjanjian tak akan menuntut. Disdik juga berencana memberi sanksi kepada pihak sekolah.

"Kami pasti tindaklanjuti untuk (sanksi) sekolah," ujar Edi Minggu (12/10) kemarin.

Aksi brutal siswa terjadi di ruang kelas SD swasta pada 18 September 2014 lalu. Tak diketahui kapan video itu diunggah dan siapa yang mengunggahnya. Disdik baru mengetahui video ramai dibincangkan Senin (6/10). Keesokan harinya mereka mendatangi sekolah dan melakukan mediasi.(*/wrc)


Akses Wahanariau.com Via Mobile m.Wahanariau.com
Untuk Berbagi Berita / Informasi / Peristiwa
Silahkan SMS ke nomor HP : 085271472010
atau email ke alamat : [email protected]
Harap camtumkan detail data diri Anda
Pengutipan Berita dan Foto, Cantumkan Wahanariau.com Sebagai Sumber Tanpa Penyingkatan
TULIS KOMENTAR
BERITA TERKAIT
Sabtu,05 Agustus 2017 - 01:53:38 WIB

Terobsesi Dari Media Sosial, Saksi Kunci Teror Novel Sempat Revisi Keterangan Soal Sketsa

JAKARTA (Wahanariau) - Polisi membuat sketsa wajah terduga pelaku teror terhadap penyidik KPK Novel

Kamis,20 Juli 2017 - 22:08:54 WIB

Saksi : Seluruh Anggota Komisi VIII DPR Terima Uang Korupsi Alquran

JAKARTA (WR) - Mantan anggota Komisi VIII Zulkarnaen Djabar menyebut seluruh anggota Komisi VIII DPR

Jumat,11 November 2016 - 18:13:01 WIB

Dipastikan Aksi Bela Quran Jilid III Akan Digelar

Jakarta, Wahanariau -- Koordinator Gerakan Nasional Pengawalan Fatwa-MUI, Munarman, SH menegaskan Ak

Jumat,14 Juli 2017 - 15:08:46 WIB

Panglima TNI Akan Gelar Aksi Doa Bersama 171717, Ini Alasannya...!

JAKARTA (WR) - Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo menjelaskan alasan mengapa dirinya menggel

Sabtu,12 Agustus 2017 - 19:36:38 WIB

Panglima TNI Bakal Gelar Aksi 171717 pada 17 Agustus, Apa Itu? 

BOGOR (WAHANARIAU) -- Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo akan mengadakan kegiatan yang disebut Ak

Jumat,18 November 2016 - 18:16:05 WIB

Tidak Hanya Ahok, Aksi 25 November HMI Bidik Jokowi

JAKARTA, Wahanariau - Imbauan Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian dan sejumlah ulama agar tidak ada

BERITA LAINNYA
Rabu,08 Juli 2020 - 04:15:39 WIB

Tsimshatsui Overtakes Causeway Bay as the Most Expensive Retail District for First Time

Greater Central office availability reaches a 15-year high Grade A office rental declined for the

Rabu,08 Juli 2020 - 04:12:42 WIB

Vodacom Tanzania: Send Money to Tanzania from Anywhere Around the World

Over 200 countries can send and receive money via Vodacom's Tanzania M-Pesa. The mobile Money

Rabu,08 Juli 2020 - 04:04:55 WIB

Accuity Helps Leading Banks in Pakistan Stay Ahead of Global Regulatory Requirements

Financial crime compliance solutions ensure that local banks can fight AML/CFT threats in real-time

BERGABUNG DI SINI
KABAR POPULER
IKUTI BERITA KAMI