• Follow Us On : 

Aksi 'Brutal' di SD Bukittinggi tak Sekedar Kenakalan Anak Biasa


Redaksi | Senin,13 Oktober 2014 - 12:57:19 WIB
Dibaca: 3493 kali 
Aksi 'Brutal' di SD Bukittinggi tak Sekedar Kenakalan Anak Biasa

BUKITTINGGI - Video aksi brutal siswa-siswi salah satu SD di Bukittinggi sempat membuat ramai jejaring sosial. Masalah ini pun telah diselesaikan secara kekeluargaan, dengan semua pihak saling minta maaf.

Menurut pakar psikologi Reza Indragiri Amriel, peristiwa pemukulan seorang siswi itu bisa terjadi karena sifat pemarah dan cenderung agresif dari 6 temannya. Ditambah dengan situasi dan kondisi sekolah yang terkesan mengabaikan siswa-siswinya dalam rekaman itu.

"Anak-anak yang pemarah dengan kecenderungan agresif yang tinggi, bertemu dengan sekolah yang abai," kata Reza pada detikcom, Senin (13/10/2014).

Penyelesaian pemukulan ini dengan cara saling meminta maaf juga dilihat Reza sebagai bentuk pemakluman dari para orangtua siswa-siswi yang terlibat. Padahal, hal itu tidak berarti membuat kejadian serupa tak terulang kembali.

"Orangtua barangkali kadung menganggap kekerasan adalah sinonim kenakalan dan kelumrahan dalam dunia anak-anak," ujar dosen Universitas Binus itu.

Reza menyarankan agar orangtua dan guru di sekolah itu turut bertanggungjawab. Karena Reza melihat orangtua dan guru turut berperan di balik terjadinya peristiwa tersebut.

"Jelas ini bullying. Normatif, anak-anak dipulangkan ke orangtua mereka tapi setelahnya apa? Kalau keluarga, khususnya orangtuanya tak ikut dibenahi, saya pesimis anak-anak yang melakukan kekerasan itu akan berubah tabiat," ucap Reza.

"Tentu orangtua anak-anak yang melakukan pemukulan memberikan kompensasi sekaligus permintaan maaf ke korban. Permintaan maaf tidak harus direspon dengan pemberian maaf," tutup Reza.

Sebelumnya Kepala Bidang TK dan SD Disdikpora Kota Bukittinggi, Edi menyatakan orangtua korban dan pelaku sudah membuat perjanjian tak akan menuntut. Disdik juga berencana memberi sanksi kepada pihak sekolah.

"Kami pasti tindaklanjuti untuk (sanksi) sekolah," ujar Edi Minggu (12/10) kemarin.

Aksi brutal siswa terjadi di ruang kelas SD swasta pada 18 September 2014 lalu. Tak diketahui kapan video itu diunggah dan siapa yang mengunggahnya. Disdik baru mengetahui video ramai dibincangkan Senin (6/10). Keesokan harinya mereka mendatangi sekolah dan melakukan mediasi.(*/wrc)


Akses Wahanariau.com Via Mobile m.Wahanariau.com
Untuk Berbagi Berita / Informasi / Peristiwa
Silahkan SMS ke nomor HP : 085271472010
atau email ke alamat : [email protected]
Harap camtumkan detail data diri Anda
Pengutipan Berita dan Foto, Cantumkan Wahanariau.com Sebagai Sumber Tanpa Penyingkatan
TULIS KOMENTAR
BERITA TERKAIT
Rabu,31 Agustus 2022

Aksi Terpuji, Personel Sat Lantas Jakarta Barat Antar Anak Tersesat dan Kehabisan Ongkos

JAKARTA — Aksi terpuji, Polisi sebagai pengayom dan pelayan masyarakat ditunjukkan oleh Person

Selasa,10 Januari 2017

Ditawari Bantuan Anak Buah oleh Mega, Ini Reaksi Jokowi

JAKARTA (WAHANARIAU) -- Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri menawari bantuan untuk mengerahkan anak bu

Minggu,04 Desember 2016

Masa Aksi 412 Serakkan Sampah dan Rusak Taman Bundaran HI

JAKARTA (WAHANARIAU) -- Massa aksi 412 mengikuti parade kebinekaan di Bundaran HI, Menteng, Jakarta

Sabtu,13 Mei 2017

Aksi Bakar Lilin untuk Ahok Dibubarkan

MAKASSAR - Aksi bakar lilin untuk Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang digelar di depan Rumah Sakit St

Minggu,06 November 2016

Aksi Damai Berujung Rusuh, DPR : Jokowi Jangan Anggap Enteng Rayat

JAKARTA (WR) - Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi Gerindra, Desmond J Mahesa, menilai tidak ada k

Senin,27 Agustus 2018

Menyoal Aksi #2019GantiPresiden di Pekanbaru, Ini Pernyataan Sikap LAM Riau

PEKANBARU - Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) mengeluarkan keterangan resmi terkait aksi #2019GantiPre

BERITA LAINNYA
Selasa,07 Februari 2023

Dihadiri Ratusan Wartawan, Bupati Rohil Buka Sosialisasi Penggunaan Aplikasi Simatrik

BAGANSIAPIAPI - Bupati Rokan Hilir (Rohil) Afrizal Sintong SIP secara langsung membuka sosialisasi p

Senin,06 Februari 2023

Bybit to Help Judge F1 Champions Oracle Red Bull Racing Design Competition: Make Your Mark

DUBAI - 6 February 2023 - Bybit CEO Ben Zhou will join a panel of judges for Oracle Red Bull Racing&

Senin,06 Februari 2023

Avery Dennison Partners with Enterprise Singapore for AD Stretch Startup Accelerator Program

The local startup ecosystem will benefit from both corporate and government funding for innovators w

BERGABUNG DI SINI
KABAR POPULER
IKUTI BERITA KAMI