• Follow Us On : 

Rapatkan Barisan Mempertahankan NKRI

Basri : Akibat Kejahatan Luar Biasa Korupsi, Persatuan Bangsa Terancam Perpecahan Secara Nasional


Redaksi | Minggu,14 Agustus 2016 - 23:45:56 WIB
Dibaca: 2757 kali 
Basri : Akibat Kejahatan Luar Biasa Korupsi, Persatuan Bangsa Terancam Perpecahan Secara Nasional

JAKARTA (WR) - Ketua Umum HM Basri Budi Utomo As mengatakan GNPK-RI adalah kumpulan para aktifis antikorupsi dari segala kalangan, elemen dan profesi yang rela menyumbangkan ilmunya, hartanya, waktunya dan tenaganya untuk melakukan gerakan pencegahan dan pemberantasan korupsi secara kolosal dan nasional dari tingkat pusat, provinsi, kabupaten dan kota diseluruh Indonesia, demi terwujudnya Indonesia Bebas dan Bersih dari Korupsi.

Dijelaskan oleh Basri Gerakan Nasional Pencegahan Korupsi Republik Indonesia atau disingkat dengan nama GNPK-RI adalah ORMAS yang dideklarasikan pada tanggal 09 Desember 2014 bertepatan dengan Hari Antikorupsi Sedunia di Tugu Proklamasi Jakarta, dengan legalitas jelas (Akta Pendirian Notaris Dewi Kusumawati,SH No.061 Tanggal 09 Desember 2014, SKT Kesbangpol No.293/SKT/Ormas JB/III/2015, NPWP : 72.065.151.2-039.000, SK Menhumham No.0000201.AH.01.07.Tahun 2015 Tanggal 13 Februari 2015, Hak Cipta Logo organisasi Tanggal 24 Maret 2016).

Sehingga, masih kata Basri, kalau ada Ormas yang mengatakan bahwa GNPK-RI adalah ormas sempalan organisasinya dan/atau mengklaim dan/atau memblack campaign pengurus Ormas lain dengan menghalalkan segala cara, maka jelas cara tersebut adalah cara manipulasi untuk menutupi ketidakmampuan dan kemunafikannya dalam mengelola organisasi secara nasional, dan perlu dipertanyakan legalitas organisasinya, apakah SK Menhumhamnya sudah terbit ?, dan kalau sudah terbit tertanggal berapa ?. Lanjut Basri mengatakan GNPK-RI (Gerakan Nasional Pencegahan Korupsi Republik Indonesia) di Indonesia hanya ada SATU dan dipimpin oleh Ketua Umum H.M.Basri Budi Utomo.

“GNPK-RI saat ini sudah menerbitkan mandat pembentukan kepengurusannya di 34 Propinsi dan 378 Kabupaten / Kota. 19 Propinsi sudah terbentuk (SK), 190 Kabupaten / Kota sudah terbentuk (SK), dengan target akhir tahun 2016 sudah terbentuk secara keseluruhan (SK). GNPK-RI dilaksanakan dengan SOP (Standar Operasional Prosedur) yang jelas dan sesuai peraturan perundang-undangan,” ujar Basri.

Add Friend


Akses Wahanariau.com Via Mobile m.Wahanariau.com
Untuk Berbagi Berita / Informasi / Peristiwa
Silahkan SMS ke nomor HP : 085271472010
atau email ke alamat : [email protected]
Harap camtumkan detail data diri Anda
Pengutipan Berita dan Foto, Cantumkan Wahanariau.com Sebagai Sumber Tanpa Penyingkatan
TULIS KOMENTAR
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Selasa,22 Mei 2018 - 02:18:10 WIB

39 JCH Pelalawan Belum Lunasi Biaya Perjalanan Ibadah Haji

PELALAWAN - Tahap I pelunasan Biaya Perjalanan Ibadah Haji (BPIH) telah berakhir pekan lalu (4 Mei,r

Selasa,22 Mei 2018 - 01:33:16 WIB

Pasokan Daging Beku Bulog Naik 300 Persen di Riau

PEKANBARU - Kepala Bidang Komersial Bulog Divre Riau-Kepri Hendra Gunafi Senin (21/5/2018) meny

Selasa,22 Mei 2018 - 01:23:39 WIB

Revisi Perda Pajak Pertalite Provinsi Riau Sudah Ditandatangi Mendagri

PEKANBARU - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo akhirnya menyetujui revisi Peraturan Daera


BERGABUNG DI SINI
KABAR POPULER
IKUTI BERITA KAMI