• Follow Us On : 

Biaya STNK dan BPKB Naik, Ini Penjelasan Dirjen Anggaran Kemenkeu


Alink Mhd Iskandar | Jumat,06 Januari 2017 - 15:50:23 WIB
Dibaca: 1129 kali 
Biaya STNK dan BPKB Naik, Ini Penjelasan Dirjen Anggaran Kemenkeu Dirjen Anggaran Kemenkeu Askolani didampingi Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki, saat menyampaikan keterangan pers, di Kantor Staf Presiden, Jakarta, Jumat (6/1) siang

JAKARTA (WAHANARIAU) - Kenaikan biaya pengurusan penerbitan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) dan penerbitan Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB) yang tertuang dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 60 Tahun 2016 tentang Jenis dan Tarif atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang berlaku pada Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri), yang berlaku mulai hari ini (6 Januari 2017), tujuan utamanya adalah untuk peningkatan pelayanan publik.

“92% dari hasil PNBP institusi Polri akan masuk ke penerimaan negara yang kembali digunakan untuk pelayanan Polri kepada masyarakat,” kata Direktur Jenderal (Dirjen) Anggaran Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Askolani dalam keterangannya kepada wartawan, di Kantor Staf Presiden, Jakarta, Jumat (6/1/2016) siang.

Dalam konperensi pers yang dihadiri oleh Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki itu, Askolani menegaskan, bahwa PNBP ini bersifat earmarking, artinya ketika sudah disetor masuk ke negara akan dikembalikan ke masyarakat untuk mendanai kegiatan yang berhubungan dengan sumber PNBP tersebut.

“Misalnya tarif PNBP untuk pengurusan STNK hanya boleh digunakan untuk kegiatan yang berhubungan dengan pengurusan STNK,” ujarnya.

Mengenai awal usulan penyesuaian PNBP di Polri, menurut Askolani, datang dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dan Badan Anggaran DPR, karena temuan di lapangan adanya kenaikan bahan material untuk STNK dan BPKB.

“Badan Anggaran DPR memberikan masukan bahwa PNBP pada Polri yang sudah berlaku sejak 2010 agar dilakukan revisi,” jelasnya.

Dengan disertai rekomendasi BPK dan Badan Anggaran DPR itu, lanjut Askolani, Polri mengusulkan hal tersebut ke Dirjen Anggaran Kemenkeu untuk membahas tarif PNBP tersebut dan kemudian diajukan PP tarifnya.

“Penyesuaian tarif PNBP terkait STNK dan BPKB ini dilakukan karena tarif dasarnya sudah tidak tepat (berdasarkan kondisi tahun 2010). Tarif dasar tahun 2010 ini kemudian dinaikkan pada tahun 2016 agar pelayanan dapat ditingkatkan secara online dan cepat disertai jaminan kepastian tarif yang lebih transparan dan akuntabel,” jelas Askolani.

Ditegaskan Askolani, pemerintah mempertimbangkan dengan matang penyesuaian tarif ini dan pembahasannya tidak dilakukan dalam waktu singkat.

Selain itu, penyesuaian tarif PNBP ini telah dijadikan basis perhitungan dalam Undang-Undang tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran 2017.


Akses Wahanariau.com Via Mobile m.Wahanariau.com
Untuk Berbagi Berita / Informasi / Peristiwa
Silahkan SMS ke nomor HP : 085271472010
atau email ke alamat : [email protected]
Harap camtumkan detail data diri Anda
Pengutipan Berita dan Foto, Cantumkan Wahanariau.com Sebagai Sumber Tanpa Penyingkatan
TULIS KOMENTAR
BERITA TERKAIT
Selasa,13 Maret 2018 - 12:26:53 WIB

Kesepakatan Pemerintah dan DPR Biaya Ibadah Haji 2018 Jadi Rp35,2 Juta

JAKARTA - Pemerintah melalui Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin dan DPR RI melalui Komisi

Jumat,13 Oktober 2017 - 11:08:16 WIB

Resmikan Tol Palindra, Jokowi Minta Biaya Digratiskan Hingga Akhir Tahun

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meresmikan jalan tol Palembang-Indralaya (Palindra) sek

Rabu,11 April 2018 - 13:22:49 WIB

Ini Biaya Ibadah Haji 2018 Per Embarkasi

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada 10 April 2018 telah menandatangani Keputusan Presiden (

Kamis,04 Mei 2017 - 14:20:45 WIB

Kapal Besar Sudah Merapat, Presiden Jokowi Optimistis Biaya Logistik dan Transportasi Akan Turun

JAKARTA - Terkait dengan kemaritiman, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan, pemerintah terus mel

Jumat,18 Agustus 2017 - 14:11:22 WIB

Belajar dari First Travel, Menag Akan Kaji Ketentuan Biaya Umrah

JAKARTA (Wahanariau) -- Menteri Agama Lukman Hakim Saefuddin akan mengkaji aturan mengenai ketentuan

Rabu,03 Mei 2017 - 11:14:11 WIB

Tingkatkan Minat Baca, Presiden Jokowi Minta Biaya Pengiriman Buku Bagi Pegiat Literasi Digratiskan

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) tak bisa menyembunyikan kekagumannya terhadap perjuangan peg

BERITA LAINNYA
Senin,22 Oktober 2018 - 01:07:55 WIB

Catat... Ini Lokasi Ujian CAT Peserta CPNS di Riau

PEKANBARU - Pelaksanaan ujian Computer Assisted Test (CAT) untuk Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) d

Sabtu,20 Oktober 2018 - 02:37:50 WIB

Korupsi Pipa Transmisi Inhil, Tiga Ditahan dan Satu Tersangka Bakal Dijemput Paksa

PEKANBARU - Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Riau, menahan tiga tersangka kasus korupsi pipa

Sabtu,20 Oktober 2018 - 01:27:02 WIB

Penuhi Panggilan Bawaslu Riau, Ketua Gerindra Rohul Bantah Dukung Jokowi

PEKANBARU - Bupati Rokan Hulu Sukiman membantah mendukung calon presiden nomor urut 01 Joko widodo-M

BERGABUNG DI SINI
KABAR POPULER
IKUTI BERITA KAMI