• Follow Us On : 

Pertagas Berlindung Dibalik PGN


Redaksi | Jumat,09 Maret 2018 - 11:00:51 WIB
Dibaca: 524 kali 
Pertagas Berlindung Dibalik PGN Photo : Trajunews

DUMAI - PT Pertamina Gas (Pertagas) ternyata berlindung dibalik PT Perusahaan Gas Negara (PGN). Hal ini terungkap pasca pemberhentian paksa pekerjaan penanaman pipa transmisi dan penumpukan pipa di sepanjang Jalan Soekarno Hatta Kelurahan Bukit Nenas Kecamatan Bukit Kapur beberapa hari lalu.

Dari awal penanaman pipa transmisi gas menimbulkan berbagai protes dikalangan masyarakat, karena proyek tersebut dianggap mengganggu pengguna jalan dan merusak jalan umum serta menghalangi jalan rumah warga.

Warga menganggap penanaman pipa transmisi di Dumai membawa bencana, pasalnya banyak drainase dan bagian jalan yang rusak akibat galian tanah pipa PGN yang ditumpuk dipinggir jalan. Warga juga sempat meminta agar proyek pipanisasi dihentikan sebab warga butuh air bersih bukan gas.

Baca : PGN Hancurkan Keindahan Kota Dumai

Tidak hanya itu, hasil hearing antara Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Dumai bersama managemen Perusahaan Gas Negara (PGN) pada Rabu (22/02/2017) terungkap fakta ternyata penanaman pipa gas yang sudah berjalan selama berbulan-bulan tidak mengantongi izin prinsip dari pemerintah kota.

Pentingnya izin prinsip dikantongi PGN untuk pekerjaan penanaman pipa gas guna mensuplai ke kawasan industri kelapa sawit adalah bersifat mutlak. Sebelum izin prinsip keluar harusnya ada perbincangan terkait ganti rugi dan aturan kerja dalam penanaman pipa gas tersebut.

Ditambah baru-baru ini pihak kepolisian menghentikan pengerjaan penggalian dan penumpukan pipa milik PGN yang berlangsung di sepanjang Kelurahan Bukit Nenas, Kecamatan Bukit Kapur.

Baca : PGN Pastikan Gas Bumi Aman dan Ekonomis

Penghentian paksa dilakukan Polres Dumai dari Satuan Lalu Lintas karena dinilai pekerjaan yang dilakukan oleh pihak perusahaan tidak berizin.

Pasca penghentian paksa ini terungkap,  bahwa pekerjaan penanaman pipa transmisi gas digadang-gadangkan milik PGN yang menuai banyak protes dikalangan masyarakat ternyata tidak mutlak milik PGN, tetapi juga milik Pertagas yaitu anak perusahaan dari PT Pertamina (Persero).

Bahkan kepemilikan PT Pertagas lebih besar dibandingkan PT PGN, ini sesuai dengan surat keputusan Kerja Sama Operasi (KSO), bahwa PGN hanya memiliki 40 persen, sedangkan Pertagas memiliki 60 persen.***


Akses Wahanariau.com Via Mobile m.Wahanariau.com
Untuk Berbagi Berita / Informasi / Peristiwa
Silahkan SMS ke nomor HP : 085271472010
atau email ke alamat : [email protected]
Harap camtumkan detail data diri Anda
Pengutipan Berita dan Foto, Cantumkan Wahanariau.com Sebagai Sumber Tanpa Penyingkatan
TULIS KOMENTAR
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Kamis,18 Oktober 2018 - 00:50:50 WIB

Warga Laporkan Dugaan Korupsi di Kota Sungai Penuh ke KPK

JAKARTA - Sejumlah warga Desa Renah Kayu Embun, Kecamatan Kumun Debai, Kota Sungai Penuh, Provinsi J

Kamis,18 Oktober 2018 - 00:41:49 WIB

Suap Bupati Bekasi dan Sejumlah Kepala Dinas Diduga Terkait Prizinan Meikarta

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menduga suap diterima Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasi

Kamis,18 Oktober 2018 - 00:29:50 WIB

Fraksi PKS Tolak Legalisasi Penyebaran Paham LGBT di Sidang Parlemen Internasional

JAKARTA - Delegasi Parlemen Indonesia yang diwakili Ketua Fraksi PKS Jazuli Juwaini menyatakan penol

BERGABUNG DI SINI
KABAR POPULER
IKUTI BERITA KAMI