• Follow Us On : 

Rugikan Ratusan Miliar

Tidak Tepat Janji, Masyarakat Rupat Gugat PT Marita Makmur Jaya ke PN Bengkalis


Redaksi | Rabu,21 Maret 2018 - 16:28:09 WIB
Dibaca: 317 kali 
Tidak Tepat Janji, Masyarakat Rupat Gugat PT Marita Makmur Jaya ke PN Bengkalis Suasana sidang perdana gugatan lima Kelompok Tani Rupat Selatan dengan tergugat PT MMJ di ruang sidang utama Pengadilan Negeri Dumai. Rabu (21/3/2018) siang. (Photo : Iskandar/wahanariau)

BENGKALIS - Pengadilan Negeri (PN) Kabupaten Bengkalis menggelar sidang perdana pembacaan gugatan masyarakat rupat yang tergabung dalam lima kelompok tani dengan tergugat perusahaan perkebunan kelapa sawit PT. Marita Makmur Jaya (MMJ) pada Rabu (21/3/2018) siang.

Sidang perdana dipimpin oleh Ketua Majelis Hakim Zia Ul Jannah, SH, dua hakim anggota Wimmi D Simarmata, SH, dan Aulia Fhatma Widhola, SH, dan dihadiri oleh kedua Pendamping Hukum (PH).

Ratusan masyarakat Kecamatan Rupat Selatan, Kabupaten Bengkalis yang tergabung dalam lima kelompok tani memenuhi ruang sidang utama PN Bengkalis untuk mengawal sidang tersebut.

Adapun lima kelompok tani yang menggugat ke PN Bengkalis diantaranya; kelompok tani Darussalam, Darul Ihksan, Tunas Harapan, Tunas Gemilang dan kelompok tani Pasir Indah.

BACA : Wawako Dumai Pantau Langsung Upaya Pemadaman Si Jago Merah di Depan Pasar Senggol

Kuasa hukum Sabarudin SHI mengatakan, gugatan ini dilakukan lantaran pihak perusahaan perkebunan kelapa sawit PT MMJ tersebut tidak menepati janji bagi hasil plasma sesuai dengan kesepakatan antara masyarakat melalui Koperasi Unit Desa (KUD) Rupat Jaya yang dibuat sejak tahun 2004 lalu.

“Baru sekarang masyarakat berani bersuara dengan menggugat pihak PT MMJ ke PN Bengkalis. Seharusnya yang melakukan gugatan adalah pihak Koperasi. Namun kejadiannya malah masyarakat yang menggugat. Kita menilai ada unsur permufakatan jahat pihak koperasi bersama perusahaan,“ ungkap Sabarudin SHI kepada sejumlah wartawan usai sidang perdananya di PN Bengkalis.

Dikatakannya, sejak adanya kesepakatan yang dibuat tahun 2004 lalu, PT MMJ diberikan "Spare Time" (waktu terluang) selama tiga tahun untuk mengelola lahan. Kemudian perusahaan harus membagi hasil pada tahun berikutnya kepada masyarakat tanggal 15 setiap bulannya.

Namun sangat disayangkan, hak bagi hasil yang seharusnya diterima masyarakat dimulai pada tahun 2007 dan diberikan pada tanggal 15 tiap bulannya tidak kunjung diterima oleh masyarakat hingga sekarang 2018 ini. Bahkan ada masyarakat yang sudah meninggal dunia, lantaran menunggu bagi hasil yang tidak pasti tersebut.

BACA : Si Jago Merah Mengamuk di Depan Pasar Senggol Dumai


Akses Wahanariau.com Via Mobile m.Wahanariau.com
Untuk Berbagi Berita / Informasi / Peristiwa
Silahkan SMS ke nomor HP : 085271472010
atau email ke alamat : [email protected]
Harap camtumkan detail data diri Anda
Pengutipan Berita dan Foto, Cantumkan Wahanariau.com Sebagai Sumber Tanpa Penyingkatan
TULIS KOMENTAR
BERITA TERKAIT
Jumat,02 Maret 2018 - 22:04:05 WIB

Jonru Ginting Sebut Vonis 1,5 Tahun Putusan Sangat Tidak Adil

JAKARTA - Jon Riah Ukur alias Jonru Ginting dijatuhi hukuman 1,5 tahun penjara dan denda Rp 50 juta

Kamis,31 Agustus 2017 - 23:05:49 WIB

Buat Malu Institusi, 11 Polisi Riau Diberhentikan Tidak Hormat

PEKANBARU (Wahanariau) - Kepolisian Daerah Riau memproses pemberhentian dengan tidak hormat 11 perso

Senin,08 Agustus 2016 - 03:09:02 WIB
'Cerita Busuk dari Seorang Bandit'

Pakar Pidana UI : Penyataan Haris Azhar Tidak Memenuhi Unsur Delik Pidana

JAKARTA (WR) - Polri, BNN, dan TNI kompak melaporkan koordinator KontraS Haris Azhar terkait 'nyanyi

Selasa,19 Juli 2016 - 00:36:19 WIB

Usai Dijemput Paksa dan Diperiksa Seharian, Ramadhan Pohan Tidak Ditahan Polda Sumut

MEDAN - Mantan calon wali kota Medan, Ramadhan Pohan, selesai menjalani pemeriksaan di Polda Sumut s

Senin,27 Februari 2017 - 13:25:49 WIB

Bakso Babi Beredar di Pekanbaru, M Noer: Tidak Dilarang Kok, Tapi... 

PEKANBARU (WAHANARIAU) -- Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Pekanbaru M Noer tidak tahu adanya bakso ba

Sabtu,19 Agustus 2017 - 20:22:09 WIB

Telan Lilin Malam untuk Mainan, Bayi Ini Sempat Tidak Bisa Bernafas

MALAYSIA (Wahanariau) -- Peristiwa yang dialami bayi  berumur 8 bulan, Elya Elisa Mohd Kadafi m

BERITA LAINNYA
Selasa,24 April 2018 - 09:24:12 WIB

Green Council’s Report: “Adoption of Green Technologies Across Enterprises”

Over 60% participants agreed general lack of reliable and available information in Green Technologie

Selasa,24 April 2018 - 09:16:20 WIB

Kurangnya Pengawasan Distribusi LPG 3 KG di Riau

PEKANBARU - Sekretaris Komisi II DPRD Riau, Mansyur HS menyebutkan, kelangkaan gas LPG 3KG yang terj

Senin,23 April 2018 - 21:37:32 WIB

Misteri Bonita yang Gegerkan Ahli Harimau Dunia, Nyaman Hidup Berdampingan Dengan Manusia

PEKANBARU - Harimau liar yang diberi nama Bonita menggegerkan dunia. Terlebih para ahli harimau yang


BERGABUNG DI SINI
KABAR POPULER
IKUTI BERITA KAMI