• Follow Us On : 

Rugikan Ratusan Miliar

Tidak Tepat Janji, Masyarakat Rupat Gugat PT Marita Makmur Jaya ke PN Bengkalis


Redaksi | Rabu,21 Maret 2018 - 16:28:09 WIB
Dibaca: 468 kali 
Tidak Tepat Janji, Masyarakat Rupat Gugat PT Marita Makmur Jaya ke PN Bengkalis Suasana sidang perdana gugatan lima Kelompok Tani Rupat Selatan dengan tergugat PT MMJ di ruang sidang utama Pengadilan Negeri Dumai. Rabu (21/3/2018) siang. (Photo : Iskandar/wahanariau)

BENGKALIS - Pengadilan Negeri (PN) Kabupaten Bengkalis menggelar sidang perdana pembacaan gugatan masyarakat rupat yang tergabung dalam lima kelompok tani dengan tergugat perusahaan perkebunan kelapa sawit PT. Marita Makmur Jaya (MMJ) pada Rabu (21/3/2018) siang.

Sidang perdana dipimpin oleh Ketua Majelis Hakim Zia Ul Jannah, SH, dua hakim anggota Wimmi D Simarmata, SH, dan Aulia Fhatma Widhola, SH, dan dihadiri oleh kedua Pendamping Hukum (PH).

Ratusan masyarakat Kecamatan Rupat Selatan, Kabupaten Bengkalis yang tergabung dalam lima kelompok tani memenuhi ruang sidang utama PN Bengkalis untuk mengawal sidang tersebut.

Adapun lima kelompok tani yang menggugat ke PN Bengkalis diantaranya; kelompok tani Darussalam, Darul Ihksan, Tunas Harapan, Tunas Gemilang dan kelompok tani Pasir Indah.

BACA : Wawako Dumai Pantau Langsung Upaya Pemadaman Si Jago Merah di Depan Pasar Senggol

Kuasa hukum Sabarudin SHI mengatakan, gugatan ini dilakukan lantaran pihak perusahaan perkebunan kelapa sawit PT MMJ tersebut tidak menepati janji bagi hasil plasma sesuai dengan kesepakatan antara masyarakat melalui Koperasi Unit Desa (KUD) Rupat Jaya yang dibuat sejak tahun 2004 lalu.

“Baru sekarang masyarakat berani bersuara dengan menggugat pihak PT MMJ ke PN Bengkalis. Seharusnya yang melakukan gugatan adalah pihak Koperasi. Namun kejadiannya malah masyarakat yang menggugat. Kita menilai ada unsur permufakatan jahat pihak koperasi bersama perusahaan,“ ungkap Sabarudin SHI kepada sejumlah wartawan usai sidang perdananya di PN Bengkalis.

Dikatakannya, sejak adanya kesepakatan yang dibuat tahun 2004 lalu, PT MMJ diberikan "Spare Time" (waktu terluang) selama tiga tahun untuk mengelola lahan. Kemudian perusahaan harus membagi hasil pada tahun berikutnya kepada masyarakat tanggal 15 setiap bulannya.

Namun sangat disayangkan, hak bagi hasil yang seharusnya diterima masyarakat dimulai pada tahun 2007 dan diberikan pada tanggal 15 tiap bulannya tidak kunjung diterima oleh masyarakat hingga sekarang 2018 ini. Bahkan ada masyarakat yang sudah meninggal dunia, lantaran menunggu bagi hasil yang tidak pasti tersebut.

BACA : Si Jago Merah Mengamuk di Depan Pasar Senggol Dumai


Akses Wahanariau.com Via Mobile m.Wahanariau.com
Untuk Berbagi Berita / Informasi / Peristiwa
Silahkan SMS ke nomor HP : 085271472010
atau email ke alamat : [email protected]
Harap camtumkan detail data diri Anda
Pengutipan Berita dan Foto, Cantumkan Wahanariau.com Sebagai Sumber Tanpa Penyingkatan
TULIS KOMENTAR
BERITA TERKAIT
Senin,08 Agustus 2016 - 03:09:02 WIB
'Cerita Busuk dari Seorang Bandit'

Pakar Pidana UI : Penyataan Haris Azhar Tidak Memenuhi Unsur Delik Pidana

JAKARTA (WR) - Polri, BNN, dan TNI kompak melaporkan koordinator KontraS Haris Azhar terkait 'nyanyi

Senin,21 Agustus 2017 - 12:57:23 WIB

Tidak Disangka, Begini Keseharian Remaja Penghina Presiden Jokowi

MEDAN (Wahanariau) -- Marwah (51), ibu kandung dari MFB, remaja yang menghina Presiden RI Jokowidodo

Rabu,10 Agustus 2016 - 16:00:27 WIB

Sungguh Miris...! Walau Dekat Mapolsek Bukit Kayu Kapur, Penampungan BBM CPO Ilegal Tidak Tersentuh Hukum

DUMAI (WR) - Kota Dumai yang identik dengan Kota Pengantin Berseri, namun lain halnya dengan Mafia p

Selasa,19 Juli 2016 - 00:36:19 WIB

Usai Dijemput Paksa dan Diperiksa Seharian, Ramadhan Pohan Tidak Ditahan Polda Sumut

MEDAN - Mantan calon wali kota Medan, Ramadhan Pohan, selesai menjalani pemeriksaan di Polda Sumut s

Sabtu,12 Mei 2018 - 13:20:50 WIB

Letusan Gunung Merapi di Yogya Tidak Berbahaya

JAKARTA - Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Kementerian Energi dan Sumbe

Jumat,27 Januari 2017 - 21:47:16 WIB

Drainase Jalan Bintan Sudah Tidak Layak, Ketua DPRD Dumai: Gotong Royong Harus Ditumbuhkan Lagi

  DUMAI (WAHANARIAU) -- Ketua DPRD Dumai Gusri Effendi mengatakan sejumlah drainase di Kecamat

BERITA LAINNYA
Rabu,18 Juli 2018 - 23:36:49 WIB

New Ruckus R730 is the First IoT- and LTE-ready 802.11ax Access Point for Stadiums, Public Venues, Train Stations and Schools

Company also launches Ultra-High Density Technology Suite that enhances network performance and WPA3

Rabu,18 Juli 2018 - 23:29:58 WIB

Light Rail Transit, Angkutan Massal Untuk Mewujudkan Interkoneksi Antarmoda

JAKARTA - Pembangunan Light Rail Transit (LRT) merupakan bagian dari sistem angkutan massal dan sala

Rabu,18 Juli 2018 - 13:04:01 WIB

Kepala Daerah Yang Maju Capres/Cawapres Harus Kantongi Izin Presiden

JAKARTA - Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) mengingatkan, kepala daerah yang akan maju menjadi c

BERGABUNG DI SINI
KABAR POPULER
IKUTI BERITA KAMI