• Follow Us On : 

PT EDI Dumai Harus Kelola Limbah Domestik


Redaksi | Jumat,17 Januari 2020 - 17:05:03 WIB
Dibaca: 369 kali 
PT EDI Dumai Harus Kelola Limbah Domestik Busa berwarna kecoklatan yang mengalir secara rutin dari saluran pembuangan yang berasal dari PT Eka Dura Indonesia (PT EDI).

DUMAI - Dinas Lingkungan Hidup Kota Dumai temukan dugaan pencemaran lingkungan oleh PT Eka Dura Indonesia dengan membuang air sisa pencucian tangki truk CPO dan pemandian pekerja ke parit sekitar tanpa dikelola.

Kepala DLH Dumai Satrio Wibowo menegaskan harusnya air pencucian tangki dan mandi pekerja termasuk limbah domestik perusahaan ini harus dikelola sesuai standar, namun mengalir begitu saja ke parit sekitar lingkungan pabrik dan warga.

"Pembuangan air ke parit harus dikelola sesuai standar pengelolaan air limbah, dan saat kita turun memang ada dugaan pencemaran, sudah dilakukan pengambilan sampel untuk diuji," kata Satrio kepada pers, beberapa waktu lalu.

Dijelaskan, saat ini DLH Dumai menunggu tindak lanjut dari Kementerian LHK, dan manajemen perusahaan juga sudah dimintai keterangan terkait pembuangan air pencucian tangki tersebut.

Pihak perusahaan, lanjut nya saat itu mengaku tidak tahu bahwa air pencucian yang mengalir ke parit berbentuk busa berwarna coklat itu harus dikelola, sehingga menganggap tidak merusak atau mencemari lingkungan dan tidak perlu melaporkan ke DLH.

"Mereka ngaku tidak mengerti, padahal apapun jenis air dibuang ke parit harus dikelola sesuai standar, dan kita juga minta agar segera dikelola dan disediakan tempat pemandian di areal pabrik," sebutnya.

Setelah pertemuan itu, perusahaan yang langsung diwakili pimpinan tertinggi di Dumai berjanji akan membangun tempat pemandian dan segera melengkapi instalasi pengelolaan air limbah sesuai ketentuan berlaku.

Sebelumnya, Kepala PT EDI Budi Setiawan dikonfirmasi wartawan membantah bahwa busa berwarna kecoklatan tersebut merupakan limbah perusahaan karena bukan sisa dari hasil produksi perusahaan.

Namun dia mengaku busa itu hasil dari kegiatan awak sopir dan pekerja yang membersihkan badan setelah selesai melaksanakan aktivitas bongkar muat CPO.

"Ya, hanya hasil mandi para awak sopir dan pekerja saja. Mereka kan kotor-kotor setelah masuk ke dalam tanki pasca bekerja. Kita tidak ada produksi, kita bergerak pada bidang tanki timbun saja. Ya, itu bukan limbah," kata Budi kepada pers belum lama.

Menurutnya, perusahaan hanya membantu pekerja yang merupakan warga sekitar untuk air mandi atau untuk membersihkan badan setelah bekerja membersihkan tangki truk mengangkut minyak kelapa sawit.

Sebagai informasi, pengertian limbah menurut kamus besar Bahasa Indonesia adalah benda yang tidak bernilai dan tidak berharga. Serta bisa juga diartikan sebagai sisa proses produksi. Sedangkan menurut Peraturan Pemerintah Nomor 101 tahun 2014 mengartikan bahwa limbah adalah sisa suatu usaha atau kegiatan.

Sedangkan menurut ahli mendefenisikan limbah adalah sisa atau buangan yang dihasilkan oleh kegiatan individu maupun berkelompok yang tidak memiliki nilai ekonomis, sehingga perlu pengelolaan khusus saat proses pembuangannya.*** (rz)


Akses Wahanariau.com Via Mobile m.Wahanariau.com
Untuk Berbagi Berita / Informasi / Peristiwa
Silahkan SMS ke nomor HP : 085271472010
atau email ke alamat : [email protected]
Harap camtumkan detail data diri Anda
Pengutipan Berita dan Foto, Cantumkan Wahanariau.com Sebagai Sumber Tanpa Penyingkatan
TULIS KOMENTAR
BERITA TERKAIT
Senin,26 Maret 2018 - 21:13:14 WIB
Alokasi Minimum 100.000 Formasi Tiap Tahun

Ciptakan Pendidikan Indonesia Berkelas Dunia, Kemendikbud Butuh 736.000 Guru Baru

JAKARTA - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy, meminta Menteri Pendayagunaan Aparatu

Selasa,28 Agustus 2018 - 13:28:31 WIB

CSR Permata Cerdas, PT Nagamas Serahkan 3.000 Buku Tulis Untuk Dua Sekolah Dasar

DUMAI – PT Nagamas Palmoil Lestari menyerahkan sekitar 3000 eksemplar buku tulis untuk me

Rabu,26 April 2017 - 19:56:29 WIB

Lulus SNMPTN...? Ini Syarat dan Proses yang Harus Dilalui Siswa

JAKARTA - Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek Dikti) mengumumkan syarat

Senin,03 Desember 2018 - 12:57:25 WIB

Dugaan Monopoli PBM Wood Chips PT IKPP, Ada Apa dengan Pelindo Dumai?

DUMAI - Kegiatan bongkar wood chips milik PT Indah Kiat & Paper (IKPP) dilaut Dumai menimbu

Jumat,02 Maret 2018 - 12:27:15 WIB

Presiden Dukung Hukuman Berat Untuk Koruptor, Bandar Narkoba, dan Teroris

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyatakan dukungannya terhadap langkah-langkah Mahkamah Agu

Kamis,01 Maret 2018 - 15:32:11 WIB

Kanwil BPN NTB Laporkan Penyelesaian PTSL 115.000 Bidang Tanah

LOMBOK BARAT - Usai bertemu dengan Pemerintah Provinsi, Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengaw

BERITA LAINNYA
Rabu,19 Februari 2020 - 19:20:08 WIB

BNN Minta Oknum Aparat Terlibat Sindikat Narkoba Dihukum Mati

PEKANBARU - Badan Narkotika Nasional (BNN) bersama Bea-Cukai Dumai, Riau, membongkar sindikat penyel

Rabu,19 Februari 2020 - 18:47:22 WIB

DR Huda Sebut PT Bukara Dumai Bisa Disegel

DUMAI - Pakar Hukum Pidana Universitas Islam Riau (UIR) Pekanbaru DR Muhammad Nurul Huda menilai PT

Rabu,19 Februari 2020 - 17:24:13 WIB

Kapolda Riau Ajak Warga Dumai Jaga Kelestarian Hutan dan Lahan

DUMAI – Kepala Kepolisian Daerah Riau Irjen Pol Agung Setya Imam Effendi dalam kunjungan kerja

BERGABUNG DI SINI
KABAR POPULER
IKUTI BERITA KAMI