• Follow Us On : 

Gara-gara Ayam, Polwan jadi Tersangka


Redaksi | Jumat,17 Oktober 2014 - 09:53:34 WIB
Dibaca: 902 kali 
Gara-gara Ayam, Polwan jadi Tersangka

WAHANARIAU- Iptu DN, polisi wanita (polwan) di Direktorat Lalulintas Polda Metro Jaya ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan penipuan dan penggelapan investasi ayam. Nilai kerugian para korban mencapai miliaran rupiah.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Pol Heru Prantoto membenarkan penetapan tersangka terhadap Iptu DN ini.

"Iya benar, yang bersangkutan dijerat dengan Pasal 378 jo 372 KUHP tentang penipuan dan penggelapan," ujar Heru saat dikonfirmasi detikcom, Jumat (17/10).

Heru mengatakan, penyidik saat ini masih melakukan pemberkasan. Tersangka menurut dia sudah diperiksa beberapa waktu lalu.

Informasi yang dihimpun detikcom, tersangka menggalang dana dari para korban untuk berinvestasi ayam. Tersangka menjanjikan keuntungan sekitar 10 persen dari setiap dana yang disetorkan kepadanya.

Adapun, nilai setoran bervariatif. Mulai dari Rp5 juta hingga puluhan juta rupiah. Investornya sendiri sudah ada puluhan orang.

Awalnya, bisnis investasi tersebut berjalan lancar. Namun kemudian, setelah berjalan beberapa bulan, pemberian keuntungan terhadap investor berkurang hingga akhirnya mandek.

Bisnis investasi ayam ini sendiri sudah berlangsung dari sekitar tahun 2012. Selama itu, tersangka diduga telah mengantongi dana hingga puluhan miliar dari para investornya.

Direktur Lalulintas Polda Metro Jaya Kombes Restu Mulya Budyanto selaku atasannya menyerahkan kasus anak buahnya itu ke aparat reserse.

"Saya serahkan semua proses hukum kepada reserse, yaitu Direktorat Reserse Kriminal Umum," ujar Kombes Restu saat dikonfirmasi detikcom, Jumat (17/10).

Terkait kasus pidana umum tersebut, Restu mengatakan, belum bisa memastikan sanksi kode etik terhadap Iptu DN. Keputusan sidang kode etik, sepenuhnya adalah kewenangan Propam Polda Metro Jaya yang membidanginya.

"Tergantung nanti hasil sidang kode etiknya apa. Kalau ada rekomendasi PTDH (Pemberhentian Tidak Dengan Hormat), ya di-PTDH," cetusnya.***


Akses Wahanariau.com Via Mobile m.Wahanariau.com
Untuk Berbagi Berita / Informasi / Peristiwa
Silahkan SMS ke nomor HP : 085271472010
atau email ke alamat : [email protected]
Harap camtumkan detail data diri Anda
Pengutipan Berita dan Foto, Cantumkan Wahanariau.com Sebagai Sumber Tanpa Penyingkatan
TULIS KOMENTAR
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Sabtu,17 Februari 2018 - 13:56:09 WIB

Putri Elvy Sukaesih Patungan Rp 200 Ribu Perorang Buat Beli Sabu

JAKARTA - Putri Elvy Sukaesih, Dhawiya Zaida, disebut patungan untuk membeli sabu buat dikonsum

Sabtu,17 Februari 2018 - 13:49:56 WIB

Dhawiya Putri Elvy Sukaesih Jadi Tersangka Kasus Sabu

JAKARTA - Putri Elvy Sukaesih, Dhawiya Zaida, menjadi tersangka terkait kasus sabu. Polisi

Jumat,16 Februari 2018 - 21:31:13 WIB

Isu BPJS Guru Bantu Riau Juga Diduga Sarat Muatan Politik

PEKANBARU - Belum selesai isu mutasi Kepala Sekolah (Kepsek) yang disebut sarat kepentingan pol


BERGABUNG DI SINI
KABAR POPULER
IKUTI BERITA KAMI