• Follow Us On : 

Kepala BNN: Hukum Mati Pengedar Narkoba


Redaksi | Senin,27 Oktober 2014 - 04:09:29 WIB
Dibaca: 1596 kali 
Kepala BNN: Hukum Mati Pengedar Narkoba

JAKARTA - KEPALA Badan Narkotika Nasional Komisaris Jenderal Polisi Anang Iskandar menyatakan pengedar narkotika dan obat-obatan berbahaya harus dihukum mati, sebagai bagian dari upaya membemberantas peredaran barang haram tersebut yang cukup tinggi.

"Pengedar narkoba harus dihukum berat, dihukum mati, minimal diganjar 20 tahun penjara, karena mereka penyebab utama tingginya peredaran barang haram tersebut," kata Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Pol Anang Iskandar di Jakarta, Minggu.

Bahkan, kata dia, tidak hanya hukuman itu, melainkan aset pengedar yang berasal dari bisnis narkoba harus dirampas negara. "Negara bisa merampas aset yang dimiliki pengedar narkoba dengan menggunakan undang-undang tindak pidana pencucian uang," ujarnya.

Ia mengatakan, saat ini peredaran narkoba cukup tinggi, tidak hanya di kota-kota besar tetapi telah merambah perdesaan, sekolah dan lainnya. "Ini cukup memrihatinkan, karena pengguna narkoba bukan hanya orang dewasa, tetapi sudah dikonsumsi kalangan pelajar," ujarnya.

Untuk itu, kata dia, pengedar narkoba harus dihukum setimpal, karena mereka telah merusak masa depan generasi muda bangsa.

Berdasarkan Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009, BNN diberikan kewenangan melakukan penyelidikan dan penyidikan tindak pidana narkotika dan prekursor narkotika.

BNN saat ini juga berjuang untuk memiskinkan para bandar atau pengedar narkoba, karena disinyalir dan terbukti pada beberapa kasus penjualan barang haram tersebut digunakan untuk pendanaan teroris dan juga untuk menghindari kegiatan penjualan narkoba untuk biaya politik.(wrc)


Akses Wahanariau.com Via Mobile m.Wahanariau.com
Untuk Berbagi Berita / Informasi / Peristiwa
Silahkan SMS ke nomor HP : 085271472010
atau email ke alamat : [email protected]
Harap camtumkan detail data diri Anda
Pengutipan Berita dan Foto, Cantumkan Wahanariau.com Sebagai Sumber Tanpa Penyingkatan
TULIS KOMENTAR
BERITA TERKAIT
Jumat,31 Oktober 2014 - 19:47:10 WIB

Kepala Dusun di Meranti Hajar Dua wartawan

SELAT PANJANG - Dua wartawan yang bertugas di Kabupaten Kepulauan Meranti menjadi korban penganiay

Selasa,25 April 2017 - 13:05:56 WIB
Video Viral Medsos

VIDEO : Ngeri...! Kepala Tertancap Celurit, Korban Tawuran Ini Masih Bisa Jalan

CAWANG - Baru-baru ini, netizen dihebohkan dengan video korban tawuran di Cawang, Senin (25/4/2017).

Senin,05 Juni 2017 - 16:08:39 WIB

Tawuran Anak Muda di Sukajadi, Kepala Ketua PWI Dumai Kena Batunya

DUMAI - Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) kota Dumai terkena lemparan batu oleh anak muda yan

Sabtu,21 April 2018 - 14:32:28 WIB

Bentrok Dua Kubu OKP, Satu Kuping Putus dan Satu Kepala Sobek

MEDAN – Bentrokan pecah antara dua kubu organisasi kemasyarakatan pemuda (OKP) di Perumahan Gr

Minggu,12 Maret 2017 - 11:02:20 WIB

Ribuan Kepala Keluarga Terdampak Banjir di 4 Kabupaten di Riau, 13 Kecamatan Terisolir Akibat Jalan Putus

PEKANBARU (WAHANARIAU) -- Bencana banjir akibat meluapnya sungai membuat rumah ribuan warga di empat

Selasa,07 Oktober 2014 - 22:20:39 WIB

Kepala BPN Kota Medan Jadi Tersangka

WahanRiau - Penyidik Subdit II/Harda-Tahbang Direktorat (Dit) Reskrimum Polda Sumatera Utara, mene

BERITA LAINNYA
Rabu,08 Juli 2020 - 04:15:39 WIB

Tsimshatsui Overtakes Causeway Bay as the Most Expensive Retail District for First Time

Greater Central office availability reaches a 15-year high Grade A office rental declined for the

Rabu,08 Juli 2020 - 04:12:42 WIB

Vodacom Tanzania: Send Money to Tanzania from Anywhere Around the World

Over 200 countries can send and receive money via Vodacom's Tanzania M-Pesa. The mobile Money

Rabu,08 Juli 2020 - 04:04:55 WIB

Accuity Helps Leading Banks in Pakistan Stay Ahead of Global Regulatory Requirements

Financial crime compliance solutions ensure that local banks can fight AML/CFT threats in real-time

BERGABUNG DI SINI
KABAR POPULER
IKUTI BERITA KAMI