• Follow Us On : 

Kepala BNN: Hukum Mati Pengedar Narkoba


Redaksi | Senin,27 Oktober 2014 - 04:09:29 WIB
Dibaca: 2019 kali 
Kepala BNN: Hukum Mati Pengedar Narkoba

JAKARTA - KEPALA Badan Narkotika Nasional Komisaris Jenderal Polisi Anang Iskandar menyatakan pengedar narkotika dan obat-obatan berbahaya harus dihukum mati, sebagai bagian dari upaya membemberantas peredaran barang haram tersebut yang cukup tinggi.

"Pengedar narkoba harus dihukum berat, dihukum mati, minimal diganjar 20 tahun penjara, karena mereka penyebab utama tingginya peredaran barang haram tersebut," kata Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Pol Anang Iskandar di Jakarta, Minggu.

Bahkan, kata dia, tidak hanya hukuman itu, melainkan aset pengedar yang berasal dari bisnis narkoba harus dirampas negara. "Negara bisa merampas aset yang dimiliki pengedar narkoba dengan menggunakan undang-undang tindak pidana pencucian uang," ujarnya.

Ia mengatakan, saat ini peredaran narkoba cukup tinggi, tidak hanya di kota-kota besar tetapi telah merambah perdesaan, sekolah dan lainnya. "Ini cukup memrihatinkan, karena pengguna narkoba bukan hanya orang dewasa, tetapi sudah dikonsumsi kalangan pelajar," ujarnya.

Untuk itu, kata dia, pengedar narkoba harus dihukum setimpal, karena mereka telah merusak masa depan generasi muda bangsa.

Berdasarkan Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009, BNN diberikan kewenangan melakukan penyelidikan dan penyidikan tindak pidana narkotika dan prekursor narkotika.

BNN saat ini juga berjuang untuk memiskinkan para bandar atau pengedar narkoba, karena disinyalir dan terbukti pada beberapa kasus penjualan barang haram tersebut digunakan untuk pendanaan teroris dan juga untuk menghindari kegiatan penjualan narkoba untuk biaya politik.(wrc)


Akses Wahanariau.com Via Mobile m.Wahanariau.com
Untuk Berbagi Berita / Informasi / Peristiwa
Silahkan SMS ke nomor HP : 085271472010
atau email ke alamat : [email protected]
Harap camtumkan detail data diri Anda
Pengutipan Berita dan Foto, Cantumkan Wahanariau.com Sebagai Sumber Tanpa Penyingkatan
TULIS KOMENTAR
BERITA TERKAIT
Rabu,13 September 2017

Mantam Kepala Pengamanan Sekarang Jadi Penghuni Rutan Sialang Bungkuk

PEKANBARU - Mantan Kepala Pengamanan Rutan Sialang Bungkuk, Taufik yang menjadi tersangka atas dugaa

Kamis,12 Januari 2017

ICW: Jual Beli Jabatan Cara Kepala Daerah Dapatkan Modal Politik

JAKARTA (WAHANARIAU) -- KPK menemukan praktik jual beli jabatan di kasus dugaan suap Bupati Klaten S

Minggu,12 Maret 2017

Ribuan Kepala Keluarga Terdampak Banjir di 4 Kabupaten di Riau, 13 Kecamatan Terisolir Akibat Jalan Putus

PEKANBARU (WAHANARIAU) -- Bencana banjir akibat meluapnya sungai membuat rumah ribuan warga di empat

Senin,05 Juni 2017

Tawuran Anak Muda di Sukajadi, Kepala Ketua PWI Dumai Kena Batunya

DUMAI - Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) kota Dumai terkena lemparan batu oleh anak muda yan

Senin,08 Oktober 2018

Kepala Desa Jadi Dalang Penjarahan di Palu Ditetapkan Sebagai Tersangka

JAKARTA - Polisi menangkap 101 orang yang diduga melakukan penjarahan di Palu pasca bencana gempa da

Sabtu,21 April 2018

Bentrok Dua Kubu OKP, Satu Kuping Putus dan Satu Kepala Sobek

MEDAN – Bentrokan pecah antara dua kubu organisasi kemasyarakatan pemuda (OKP) di Perumahan Gr

BERITA LAINNYA
Jumat,26 November 2021

Jacobson Pharma Announces FY2022 Interim Results

Robust Growth of 11.6% in Generics Business Amidst the Pandemic; Confident about Sustaining Str

Jumat,26 November 2021

HONMA Golf Announces Robust FY2021/22 Interim Results for the Six Months ending Sep 30, 2021

Half year sales of JPY 11,872 million, up 31.1% and 12.1% versus same period of FY2020 and FY2019

Jumat,26 November 2021

JD.ID Secara Eksklusif Menjual Spark 7 Terbaru dari TECNO

JAKARTA - 26 November 2021 - Belum lama ini, Jingdong Indonesia (JD.ID) dan TECNO mengumumkan kemitr

BERGABUNG DI SINI
KABAR POPULER
IKUTI BERITA KAMI