• Follow Us On : 

Inflasi Riau Didorong Tingginya Aktivitas Ekonomi


Redaksi | Rabu,03 November 2021 - 01:39:15 WIB
Dibaca: 258 kali 
Inflasi Riau Didorong Tingginya Aktivitas Ekonomi

PEKANBARU - Berdasarkan rilis data inflasi oleh Badan Pusat Statistik, pada Oktober 2021 Riau mencatat inflasi sebesar 0,32% (mtm), lebih tinggi dibandingkan dengan inflasi yang terjadi pada September 2021 sebesar 0,19% (mtm).

Meningkatnya tekanan inflasi tersebut sejalan dengan perkiraan Bank Indonesia sebelumnya. Dengan perkembangan ini, inflasi tahunan Riau mencapai 2,00% (yoy). Meski lebih tinggi dibandingkan dengan inflasi nasional yang tercatat 1,66% (yoy), inflasi Riau tersebut masih dalam rentang yang rendah dan terkendali.

“Inflasi Oktober 2021 didorong oleh kenaikan harga komoditas kelompok bahan makanan terutama cabai merah dan minyak goreng. Kenaikan harga cabai merah ditengarai sebagai dampak dari produksi yang terbatas seiring curah hujan yang tinggi pada wilayah produsen,” kata Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Riau M. Cahyaningtyas, dalam keterangan resmi, Selasa (2/11/2021).

Sementara itu, dia menambahkan, meningkatnya harga minyak goreng didorong oleh harga CPO sebagai bahan baku minyak goreng, yang terus mengalami peningkatan. Secara umum, kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi penyumbang inflasi terbesar dengan andil inflasi sebesar 0,22% terhadap inflasi bulanan Riau.

Lebih lanjut, meningkatnya harga CPO didorong oleh peningkatan aktivitas konsumsi secara global. Hal ini terindikasi dari penjualan domestik di beberapa negara yang mulai menunjukkan pertumbuhan positif, seperti retail sales Amerika Serikat yang tumbuh 13,1% (yoy) pada September 2021.

“Permintaan terhadap produk yang berbahan baku sawit pun mengalami peningkatan pada masa pandemi. Di sisi lain, bahan baku substitusinya seperti kedelai dan biji bunga matahari mengalami penurunan produksi selama beberapa periode terakhir,” sambungnya.

Dijelaskan, kondisi tersebut berdampak pada peningkatan ekspor CPO Riau, yang semakin memperkuat kondisi pemulihan ekonomi di Riau. Hal ini menjadi salah satu faktor penyebab membaiknya daya beli masyarakat, yang tercermin dari indeks penghasilan konsumen dan konsumsi barang tahan lama, yang pada akhirnya memicu peningkatan konsumsi rumah tangga.

Cahyaningtyas juga mengungkapkan bahwa peningkatan konsumsi juga tercermin dari Google Mobility Report pada bulan Oktober yang tercatat lebih tinggi dari bulan sebelumnya. Kebijakan pelonggaran PPKM ke Level 2 sepanjang bulan Oktober 2021 turut mendorong mobilitas dan aktivitas konsumsi masyarakat.

Ke depan, lanjut dia, potensi peningkatan harga masih akan terjadi seiring peningkatan aktivitas ekonomi masyarakat. Sejumlah risiko yang harus waspadai antara lain: Pertama, masih tingginya ketergantungan Riau terhadap pasokan komoditas pangan dari daerah lain; Kedua, ancaman la nina yang berpotensi menyebabkan curah hujan tinggi di daerah sentra produsen;

Ketiga, berbagai komoditas yang terdampak penyesuaian cukai rokok, pengenaan cukai plastik, dan pengenaan cukai minuman berperisa. “Untuk itu, Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) se-Riau perlu meningkatkan koordinasi dan mengantisipasi gejolak harga yang berpotensi meningkat pada akhir tahun 2021. Dengan sinergi yang kuat, inflasi pada tahun 2021 diharapkan akan berada dalam kisaran sasaran inflasi nasional yang sebesar 3,0%±1%,” sebutnya.

Sumber : Mediacenterriau


Akses Wahanariau.com Via Mobile m.Wahanariau.com
Untuk Berbagi Berita / Informasi / Peristiwa
Silahkan SMS ke nomor HP : 085271472010
atau email ke alamat : [email protected]
Harap camtumkan detail data diri Anda
Pengutipan Berita dan Foto, Cantumkan Wahanariau.com Sebagai Sumber Tanpa Penyingkatan
TULIS KOMENTAR
BERITA TERKAIT
Minggu,08 Januari 2017

BI: Dampak Kenaikan Tarif Listrik Tidak Akan Signifikan Dorong Inflasi

JAKARTA (WAHANARIAU) -- Pemerintah berencana mencabut subsidi listrik kelompok 900 VA secara bertaha

Jumat,13 Januari 2017

Kenaikan Biaya Administrasi STNK Sumbang Lonjakan Inflasi Januari 2017

JAKARTA (WAHANARIAU) -- Bank Indonesia (BI) melihat adanya kemungkinan lonjakan inflasi pada bulan J

Jumat,03 Mei 2019

BI Sebut Inflasi Ramadan dan Jelang Lebaran Cuma Musiman

JAKARTA - Bank Indonesia (BI) menilai potensi lonjakan inflasi pada Mei 2019 tak perlu dikhawatirkan

Rabu,02 Agustus 2017

BPS Sebut Inflasi Juli 0,22% Wajar

JAKARTA (Wahanariau) - Badan Pusat Statistik (BPS) merilis angka inflasi Juli 2017 sebesar 0,22%. BP

BERITA LAINNYA
Jumat,26 November 2021

Jacobson Pharma Announces FY2022 Interim Results

Robust Growth of 11.6% in Generics Business Amidst the Pandemic; Confident about Sustaining Str

Jumat,26 November 2021

HONMA Golf Announces Robust FY2021/22 Interim Results for the Six Months ending Sep 30, 2021

Half year sales of JPY 11,872 million, up 31.1% and 12.1% versus same period of FY2020 and FY2019

Jumat,26 November 2021

JD.ID Secara Eksklusif Menjual Spark 7 Terbaru dari TECNO

JAKARTA - 26 November 2021 - Belum lama ini, Jingdong Indonesia (JD.ID) dan TECNO mengumumkan kemitr

BERGABUNG DI SINI
KABAR POPULER
IKUTI BERITA KAMI