Penjelasan KONI Riau Terkait Dana Porwil dan Anggaran Rutin

Penjelasan KONI Riau Terkait Dana Porwil dan Anggaran Rutin
Foto: Wakil Ketua III KONI Riau, Khairul Fahmi dok mcr

PEKANBARU - Pemerintah Provinsi Riau telah ditunjuk sebagai tuan rumah Pekan Olahraga Wilayah (Porwil) XI Sumatera 2023, yang akan berlangsung 4-14 November mendatang, dan diikuti sebanyak 8 Provinsi se Sumatra dengan mempertandingkan 10 cabang olahraga.

Wakil Ketua III KONI Riau, Khairul Fahmi mengatakan, untuk pelaksanaan Porwil XI Sumatera tersebut, Gubernur Riau meminta KONI untuk menghitung kebutuhan tuan rumah sebagai penyelenggara. KONI Riau juga telah mengajukan anggaran untuk pelaksanaan Porwil sebesar Rp19,9 Miliar.

"Dalam konteks tuan rumah ini, Riau hanya fokus pada penyelenggaraan porwil ini. Sedangkan untuk kontingen, akomodasi dan transportasi dan konsumsi itu ditanggung oleh masing-masing provinsi," ujar Chairul Fahmi, Rabu (27/9/2023) di Pekanbaru.

Dijelaskan Fahmi, KONI Riau telah mengajukan kebutuhan anggaran Porwil tersebut awalnya sebesar Rp23,9 miliar. Angka itu juga sudah diwanti-wanti Gubernur Riau bahwa anggaran pelaksanaan Porwil tidak lebih dari Rp25 miliar.

Selanjutnya, setelah anggaran tersebut telah dihitung, akan dianggarkan pada APBD Perubahan Pemprov Riau. Dengan penganggaran di APBD Perubahan tersebut, sehingga berdampak pada anggaran rutin KONI.

"Setelah diverifikasi, anggaran porwil tersebut tinggal Rp19,9 miliar. Kemudian setelah itu timbul pertanyaan, dan diskusi yang difasilitasi oleh sekda provinsi. Anggaran ini mau ditarok di mana. Dari situ disepakati dititipkan ke KONI Riau. Anggaran KONI yang awalnya Rp47 miliar, kini diminta atau dibagi Rp10 miliar untuk penyelenggaraan awal porwil. Sehingga, anggaran awal KONI Riau dipakai Rp10 miliar untuk penyelenggaraan porwil sampai anggaran perubahan itu selesai dan anggaran tersebut dialokasikan lagi ke KONI," jelas Fahmi.

Fahmi menegaskan, KONI Riau tidak ada meminta tambahan anggaran ke Pemprov Riau. Menurutnya, anggaran rutin KONI tetap Rp47 miliar, hanya saja ada perubahan masuknya anggaran Porwil di pertengahan jalan.

"Sebenarnya KONI Riau tidak minta tambah anggaran, anggaran KONI sudah ada. Tetapi karena porwil dititip di KONI, makanya anggaran ini yang masuk dan diajukan di perubahan. Jadi di KONI Riau, kita tidak ada lagi penambahan anggaran," ungkapnya.

Sementara itu, Sekretaris Umum KONI Riau Edi Satria, menambahkan, bahwa dari Rp19,9 miliar yang disepakati, pihaknya kembali melakukan efisiensi. Bahkan KONI Riau mengurangi pengajuannya Rp7,5 miliar dari Rp19,9 miliar anggaran Porwil. Ia memastikan rasionalisasi anggaran di KONI tidak akan mengganggu anggaran untuk pembinaan atlet, dan kebutuhan penting lainnya di KONI Riau.

"Dari Rp19,9 miliar itu, kami lakukan lagi efisiensinya, atau kami kurangi lagi pengajuannya sebanyak Rp7,5 miliar atau sekitar Rp12 miliar. Untuk menutupi kekurangan Rp7,5 miliar dari Rp19,9 miliar kebutuhan Porwil, pihaknya akan melakukan rasionalisasi anggaran KONI Riau. Anggaran pembinaan tidak akan ada rasionalisasi, termasuk anggaran penting lainnya,” kata Edi Satria.

"Kita akan lakukan rasionalisasi dari anggaran KONI yang Rp47 miliar tadi. Di mana, anggaran itu sudah ada peruntukkannya untuk program-program di KONI. Akan tetapi kita akan lakukan rasionalisasi untuk mendukung kegiatan porwil ini," tambahnya.

Terkait bidang mana saja yang akan diambil, pihaknya belum memastikannya. Yang jelas kata Edi, rasionalisasi ini tidak mengganggu kebutuhan di masing-masing bidang. Menurutnya, bisa saja program yang yang akan dilakukan tahun ini ditunda pada tahun depan.

“Kalau bidang mana saja yang akan kita lakukan efisiensi belum kita hitung. Yang jelas tidak mengganggu operasional dari masing-masing bidang," tutupnya.(mcr)

#KONI

Index

Berita Lainnya

Index