ST Telemedia Global Data Centres Luncurkan Testbed Infrastruktur AI Berbasis HVDC Pertama di Asia Tenggara

ST Telemedia Global Data Centres Luncurkan Testbed Infrastruktur AI Berbasis HVDC Pertama di Asia Tenggara
Celebrating the official launch of the FutureGrid Accelerator; a new benchmark for HVDC-powered AI infrastructure in the region. [Pictured from left to right] Lim Kian Tiong, Chief Financial Officer, LITEON; Bruno Lopez, President & Group Chief Executiv

SINGAPURA – Media OutReach Newswire – ST Telemedia Global Data Centres (STT GDC), salah satu penyedia layanan kolokasi pusat data dengan pertumbuhan tercepat di dunia yang berkantor pusat di Singapura, hari ini mengumumkan dua inisiatif penting yang memperkuat posisi Singapura dalam transisi digital dan energi global. Inisiatif tersebut meliputi peluncuran FutureGrid Accelerator, testbed infrastruktur AI pertama di Asia Tenggara yang ditenagai High Voltage Direct Current (HVDC) secara langsung, serta penandatanganan serangkaian Nota Kesepahaman (Memoranda of Understanding/MOU) strategis dengan empat Institut Pendidikan Tinggi (Institutes of Higher Learning/IHL). Kerja sama ini bertujuan untuk mendorong pengembangan keterampilan serta memperluas program magang dan jalur karier awal bagi warga Singapura yang memasuki dunia kerja. Kedua inisiatif ini sejalan dengan upaya nasional dalam mendukung lulusan yang menghadapi pasar kerja yang menantang, sekaligus membangun kapabilitas khusus yang dibutuhkan untuk infrastruktur energi dan digital generasi berikutnya.

Keterangan Foto: Perayaan peluncuran resmi FutureGrid Accelerator, yang menjadi tolok ukur baru bagi infrastruktur AI berbasis HVDC di kawasan. (Dari kiri ke kanan) Lim Kian Tiong, Chief Financial Officer, LITEON; Bruno Lopez, President & Group Chief Executive Officer, ST Telemedia Global Data Centres; Menteri Gan Siow Huang, Minister of State, Ministry of Foreign Affairs & Ministry of Trade and Industry; Profesor Lam Khin Yong, Vice President (Industry), Nanyang Technological University Singapore; Brian Dow, Chief Executive Officer, Amperesand.

Pengumuman ini diresmikan oleh Ibu Gan Siow Huang, Menteri Negara untuk Luar Negeri serta Perdagangan dan Industri, yang menegaskan dorongan nasional untuk membangun kapabilitas tidak hanya bagi pusat data yang siap AI, tetapi juga bagi ekosistem energi yang lebih luas, seiring Singapura dan kawasan mengejar ambisi menuju net-zero.

FutureGrid Accelerator – Inovasi HVDC untuk AI dan Transisi Energi yang Lebih Luas

Berlokasi di Electrification and Power Grids Centre (EPGC), Nanyang Technological University, Singapura (NTU Singapore) di Pulau Jurong, FutureGrid Accelerator merupakan inisiatif pionir yang dikembangkan bersama oleh STT GDC dan LITEON, dengan dukungan Energy Research Institute @ NTU (ERI@N) serta perusahaan spin-off deep-tech NTU, Amperesand. Inisiatif ini menjadi testbed langsung pertama di kawasan yang mendemonstrasikan integrasi HVDC dengan beban kerja AI nyata, untuk menjawab kebutuhan kepadatan tinggi dan ketahanan tinggi dari komputasi AI generasi mendatang.

Meski menjadi elemen kunci dalam arsitektur pusat data AI masa depan, HVDC juga menghadirkan peluang yang lebih luas. Teknologi ini merupakan fondasi penting untuk mendukung sistem kelistrikan yang lebih efisien, tangguh, dan terintegrasi. Hal ini sangat krusial bagi strategi energi jangka panjang Singapura, transisi menuju jaringan energi rendah karbon, serta meningkatnya kebutuhan kawasan akan penyaluran energi yang berkelanjutan.

Mengapa HVDC Penting – Platform yang Dapat Diskalakan Melampaui Pusat Data

Seiring meningkatnya skala beban kerja AI dan komputasi berkinerja tinggi, sistem kelistrikan arus bolak-balik (AC) tradisional menghadapi keterbatasan bawaan. HVDC mampu mengatasi keterbatasan tersebut dan menghadirkan sejumlah manfaat transformatif, antara lain:

  • Penghematan energi total hingga 30% dibandingkan sistem AC konvensional
  • Pengurangan emisi hingga 400 ton setara CO₂ (CO₂e) per megawatt per tahun
  • Konsumsi tembaga 45% lebih rendah dan jejak infrastruktur kelistrikan 30–40% lebih kecil
  • Kemampuan mendukung rak berkepadatan ultra-tinggi yang melebihi 1.000 kW, dengan keandalan lebih tinggi dan biaya lebih rendah
  • Kompatibilitas alami dengan sumber energi terbarukan yang dapat langsung memasok sistem arus searah, sehingga menghindari konversi daya yang tidak efisien.

“FutureGrid Accelerator adalah investasi strategis dalam kepemimpinan digital jangka panjang Singapur. Dengan menghadirkan pemimpin industri global seperti LITEON bersama talenta deep-tech lokal seperti Amperesand, kami membangun infrastruktur yang siap menghadapi beban kerja AI masa depan, sekaligus memelopori praktik berkelanjutan dan menetapkan tolok ukur baru untuk efisiensi energi serta inovasi yang sadar karbon. Inisiatif ini mencerminkan komitmen kami terhadap teknologi siap masa depan dan memperkuat posisi Singapura sebagai Pusat Keunggulan global untuk infrastruktur digital berkelanjutan yang canggih. Ini adalah langkah berani dalam membentuk masa depan pusat data dan mempercepat transisi energi di seluruh kawasan,” ungkap Bruno Lopez, President dan Group Chief Executive Officer ST Telemedia Global Data Centres, dalam keterangannya, Senin (26/1/2026).

“FutureGrid Accelerator menunjukkan bagaimana industri dan dunia akademik dapat bekerja sama untuk mendorong inovasi dan memperkuat kepemimpinan global Singapura dalam teknologi mutakhir. Saya juga menyambut baik kemitraan STT GDC dengan ITE dan SP, yang akan menambah pilihan pelatihan untuk bidang yang berkembang pesat seperti AI dan sistem hemat energi,” kata Ibu Gan Siow Huang, Menteri Negara untuk Luar Negeri serta Perdagangan dan Industri.

FutureGrid Accelerator akan memvalidasi kinerja sistem HVDC pada beban daya minimal 325 kW, dengan mengintegrasikan server AI terbaru. Lingkungan ini menggabungkan arsitektur referensi pusat data dari LITEON dengan teknologi Solid State Transformer (SST) milik Amperesand—sebuah inovasi yang memungkinkan penerapan HVDC generasi berikutnya. STT GDC berencana untuk menerapkan teknologi ini di pusat data masa depan di Singapura dan secara bertahap memperluas adopsinya di operasi global mereka.

“LITEON berkomitmen untuk mendorong batas efisiensi manajemen daya, dan kolaborasi kami dengan STT GDC serta Amperesand merupakan kunci untuk menetapkan standar berikutnya bagi infrastruktur AI berkelanjutan di Asia. Dengan menerapkan arsitektur referensi pusat data end-to-end dan sistem manajemen daya terintegrasi di lingkungan nyata bersama STT GDC dan mitra, kami memvalidasi solusi hemat energi dengan kepadatan tinggi yang siap memenuhi tuntutan ekstrem para pemimpin teknologi global,” komentar Jason Tsao, Head of Direct Current Microgrid di LITEON.

“FutureGrid Accelerator menegaskan peran NTU sebagai mitra strategis dalam membentuk masa depan infrastruktur AI berkelanjutan. Dengan mengintegrasikan teknologi HVDC mutakhir dengan kapabilitas riset kami serta semangat kewirausahaan spin-off NTU seperti Amperesand, kami mendorong solusi berdampak yang secara signifikan dapat meningkatkan efisiensi energi dan ketahanan jaringan. Kolaborasi ini menunjukkan bagaimana universitas dapat memimpin inovasi transformatif di persimpangan energi, digitalisasi, dan keberlanjutan,” kata Prof. Lam Khin Yong, Vice President (Industry) NTU. “

“Amperesand berfokus pada revolusi pengiriman daya Tegangan Menengah ke beban kritis untuk pusat data AI generasi berikutnya, pertahanan, dan aset elektrifikasi penting lainnya. Kami berfokus pada prinsip-prinsip dasar untuk mencapai kepadatan daya, efisiensi, dan keandalan terdepan di pasar. Di era di mana pusat data AI dan sistem daya kritis lainnya menjadi kepentingan ekonomi dan keamanan nasional bagi banyak negara, Platform MV SST Amperesand memungkinkan kontrol dan data siber yang aman di dalam negeri, rantai pasok regional yang tersedia, serta manufaktur lokal dengan intensitas CAPEX rendah. Solusi kami adalah sumber daya Tegangan Menengah cerdas dan universal yang dapat bekerja on-grid maupun off-grid untuk meningkatkan ketahanan infrastruktur kritis seiring munculnya beban listrik besar baru,”kata Brian Dow, CEO sekaligus Co-Founder Amperesand.

Mengembangkan Keterampilan Siap Energi: Kemitraan dengan ITE, SP, NTU, dan NUS

STT GDC menandatangani Nota Kesepahaman (MOU) dengan Institute of Technical Education (ITE), Singapore Polytechnic (SP), NTU Singapore, dan National University of Singapore (NUS). Kemitraan ini akan memberikan manfaat bagi lebih dari 8.000 warga Singapura selama lima tahun melalui pelatihan yang disesuaikan dengan industri di bidang infrastruktur AI dan sistem energi berkelanjutan. Hal ini memastikan bahwa peningkatan HVDC—serta transisi energi yang lebih luas—diimbangi dengan transformasi dan tersedianya keterampilan, lapangan kerja, serta jalur pengembangan talenta.

“Talenta adalah faktor penentu saat kami mengembangkan infrastruktur AI dan keberlanjutan. Kemitraan ini membangun tenaga kerja terampil yang dibutuhkan untuk memperkuat posisi Singapura sebagai pusat global untuk sistem digital dan energi canggih,” tambah Bapak Lopez.

Inisiatif utama dan dampaknya:

  • Membangun jalur talenta: STT GDC akan menyediakan penempatan magang di ITE, SP, NTU, dan NUS selama lima tahun ke depan, dengan dukungan dari Enterprise Singapore. Program ini menawarkan pengalaman praktis dan mendalam dalam operasi pusat data serta fungsi korporat seperti TI, keberlanjutan, keuangan, dan pemasaran, dengan pendampingan dari para profesional industri. Selain itu, STT GDC akan menyediakan 100 sponsor untuk Data Centre Foundation Certificate (DCFC®) yang diselenggarakan oleh EPI, badan sertifikasi global untuk fasilitas pusat data, operasi pusat data, dan profesional industri, mempercepat akses ke sektor ini.
  • Mengembangkan talenta siap industri dengan ITE: Kolaborasi dengan ITE akan memberikan manfaat bagi sekitar 800 siswa setiap tahunnya—total 2.400 siswa dalam tiga tahun—dari program Higher Nitec dan Work-Study Diploma terkait teknik serta teknologi informasi dan komunikasi (ICT). Inisiatif utama meliputi pengembangan bersama kurikulum relevan industri untuk kursus penuh waktu dan Continuing Education & Training (CET) di bidang operasi pusat data dan keberlanjutan; penerapan sistem virtual reality pusat data di ITE Extended Reality Centre untuk pelatihan imersif; mendukung penempatan dosen dan magang siswa; serta memungkinkan siswa mengikuti kursus DCFC® yang disponsori.
  • Kepemimpinan keberlanjutan dengan SP: Kemitraan dengan SP mengembangkan keahlian dalam keberlanjutan lingkungan dan solusi pusat data hijau. Inisiatifnya meliputi eksplorasi bersama teknologi dan praktik hijau; seminar dan acara industri untuk mempromosikan solusi berkelanjutan; serta program terfokus untuk pelatihan, pendampingan, proyek terapan, dan magang.
  • Kepemimpinan inovasi dan riset dengan NTU: Kemitraan dengan NTU mencakup R&D bersama yang mutakhir untuk solusi pusat data AI berbasis sumber arus searah; pengembangan kurikulum, pelatihan, dan talenta untuk sektor pusat data AI; diskusi industri dan karier; serta kesempatan magang di berbagai perusahaan grup STT GDC.
  • Jalur karier lulusan dengan NUS: Kolaborasi STT GDC dengan NUS mendukung titik masuk yang mudah diakses bagi para lulusan melalui magang, kesempatan pelatihan, serta keterlibatan berkelanjutan dalam karier dan industri untuk meningkatkan kesadaran mengenai jalur infrastruktur digital. https://www.sttelemediagdc.com/

Tentang ST Telemedia Global Data Centres

ST Telemedia Global Data Centres (STT GDC) adalah salah satu penyedia pusat data dengan pertumbuhan tercepat, dengan platform global yang berperan sebagai fondasi ekosistem digital yang membantu dunia tetap terhubung. Mendukung masa depan digital yang berkelanjutan, STT GDC beroperasi di Singapura, Inggris, Jerman, Italia, India, Thailand, Korea Selatan, Indonesia, Jepang, Filipina, Malaysia, dan Vietnam, menyediakan fondasi yang luar biasa bagi bisnis untuk berkembang di mana saja. Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi https://www.sttelemediagdc.com/

Hashtag: #STTelemedia

The issuer is solely responsible for the content of this announcement.

Berita Lainnya

Index