DUMAI - Babinsa Kelurahan Lubuk Gaung Koramil 03/Sungai Sembilan, Serma Tarmin, melaksanakan kegiatan pemadaman dan pendinginan kebakaran hutan dan lahan pada Kamis, 12 Februari 2026 di Jalan Sidodadi RT 07, Kelurahan Lubuk Gaung, Kecamatan Sungai Sembilan. Kegiatan tersebut merupakan upaya penanganan kebakaran yang telah memasuki hari keempat dan masih menimbulkan titik api serta asap di lokasi kejadian.
Kebakaran terjadi di lahan milik masyarakat dengan jenis tanah gambut serta vegetasi yang terbakar berupa semak belukar pakis dan kebun sawit. Luas lahan yang terdampak kebakaran diperkirakan mencapai sekitar 2,5 hektare dengan kondisi lahan yang telah berhasil dipadamkan kurang lebih 1 hektare.
“Kami terus melakukan pemadaman dan pendinginan di lokasi kebakaran yang telah memasuki hari keempat, karena masih terdapat titik api dan asap di beberapa bagian lahan,” ujar Serma Tarmin.
Proses pemadaman menghadapi kendala akibat angin kencang yang menyebabkan api merambat dan memunculkan titik api baru dengan jarak sekitar 50 meter dari titik awal kebakaran. Kondisi tersebut membuat kebakaran semakin meluas dan membutuhkan penanganan intensif dari seluruh personel yang terlibat.
“Angin yang cukup kencang membuat api mudah menyebar dan memunculkan titik api baru, sehingga personel harus bekerja ekstra untuk mengendalikan kebakaran,” kata Serma Tarmin.
Kegiatan pemadaman melibatkan gabungan personel dari berbagai unsur, di antaranya TNI sebanyak dua orang, Polri empat orang, Masyarakat Peduli Api tiga orang, perangkat kelurahan dua orang, masyarakat sekitar 15 orang, serta BPBD sebanyak 10 orang.
“Kami bersama seluruh unsur yang terlibat terus berkoordinasi dan bekerja sama agar api tidak semakin meluas serta dapat segera dikendalikan,” ungkap Serma Tarmin.
Pemadaman dilakukan menggunakan beberapa sarana prasarana pendukung, antara lain satu unit mesin ministreker milik Koramil, dua unit ministreker milik MPA, serta satu unit mesin kohatsu milik BPBD. Keterbatasan sumber air menjadi tantangan tersendiri dalam proses pemadaman di lapangan.
“Kami mengimbau masyarakat agar tetap waspada dan tidak melakukan aktivitas pembakaran lahan, mengingat kondisi tanah gambut sangat mudah terbakar dan sulit dipadamkan,” tutup Serma Tarmin.***
