• Follow Us On : 

Diduga Makar, Ini Alasan Mabes Polri Bebaskan 8 Aktivis


Alink Mhd Iskandar | Sabtu,03 Desember 2016 - 17:24:07 WIB
Dibaca: 975 kali 
Diduga Makar, Ini Alasan Mabes Polri Bebaskan 8 Aktivis Kadiv Humas Polri, Irjen Pol Boy Rafli Amar

JAKARTA (WAHANARIAU) -- Mabes Polri mengungkapkan alasan tidak melakukan penahanan terhadap 8 orang aktivis yang diduga akan melakukan tindakan makar.

"Penilaian subjektif penyidik, dinilai kooperatif dan lebih pada alasan kemanusian," ujar Kadiv Humas Polri, Irjen Pol Boy Rafli Amar di Mabes Polri, dilansir Rimanews, Sabtu (3/12/2016).

Pelepasan terhadap 8 orang dilakukan setelah dilakukan pemeriksaan selama 1x24 jam. Penyidik juga tak mempermasalahkan dengan tidak dilakukannya penahanan. Penyidik menyatakan seorang tersangka tak harus dilakukan penahanan.

"Yang penting penyidik tidak merasa dipersulit," ungkap Boy.

Barang bukti seperti tulisan tangan dan hasil monitoring percakapan dari para tersangka untuk melakukan upaya makar juga saat ini telah dipegang oleh penyidik.

Dari bukti itu, para tersangka telah memenuhi unsur makar seperti pemanfaatan massa saat aksi damai 2 desember untuk menduduki kantor DPR RI.

"Berencana pemaksaan sidang istimewa yang kemudian menuntut pergantian pemerintahan. Ini masuk tataran inkonstitusional," jelas Boy.

Kemarin polisi menyatakan telah menangkap 10 orang yang diduga melakukan makar dan langsung dibawa ke Mako Brimob Kelapa Dua, Depok. Dari 10 orang, terdapat nama anak Proklamator Soekarno, Rachmawati Soekarnoputri.

Belakangan polisi meralat jumlah tersangka yang kemarin dibawa ke Mako Brimob. Kadiv Humas Polri, Irjen Boy Rafli Amar, menyatakan polisi menangkap 11 orang.


Akses Wahanariau.com Via Mobile m.Wahanariau.com
Untuk Berbagi Berita / Informasi / Peristiwa
Silahkan SMS ke nomor HP : 085271472010
atau email ke alamat : [email protected]
Harap camtumkan detail data diri Anda
Pengutipan Berita dan Foto, Cantumkan Wahanariau.com Sebagai Sumber Tanpa Penyingkatan
TULIS KOMENTAR
BERITA TERKAIT
Rabu,23 Agustus 2017 - 13:20:28 WIB
Anak Bunuh Bapak

Gagang Kayu Alat Pengepel Diduga jadi Alat Membunuh Diamankan

MAGETAN (Wahanariau) -- Sebuah gagang kayu alat pengepel lantai diamankan. Barang bukti itu diduga d

Sabtu,26 Agustus 2017 - 11:59:34 WIB

Saracen Diduga Beraksi Saat Pilkada, Mendagri: Usut Siapa yang Pesan

JAKARTA (Wahanariau) -- Polri menyebut ada indikasi sindikat Saracen mengunggah konten bermuatan SAR

Senin,20 Maret 2017 - 11:40:44 WIB

Satu Mafia Diduga Pemodal Perambahan Ilegal Logging Dibekuk Polres Bengkalis

BENGKALIS - Tim gabungan Polres Bengkalis dan Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Wilay

Jumat,07 Oktober 2016 - 14:40:34 WIB

Video Diduga Anggota DPRD Lagi Nyabu Beredar di Facebook

PADANG (WR) - Netizen kembali dihebohkan dengan beredarnya video dua orang pria yang lagi nyabu. Vid

Senin,21 Agustus 2017 - 18:47:40 WIB

Beredar Foto-Foto Kemesraan Diduga Komisaris First Travel dengan Pasangan Sejenisnya

JAKARTA (Wahanariau) -- Komisaris biro perjalanan umrah First Travel Siti Nuraidah Hasibuan atau Kik

Kamis,14 Juli 2016 - 11:52:20 WIB

Diduga Rugikan Negara Ratusan Miliar, KRD : Copot Oknum Petinggi dan Kasi Lala KSOP Dumai

DUMAI - Koalisi Rakyat Dumai, dan Manager Umum PT Indomas Jaya Raya, Ir Muhammad Hasbi, meminta kepa

BERITA LAINNYA
Senin,13 Agustus 2018 - 15:24:37 WIB

Watts Miners Powerful Mining Rigs Create High Impact on the Market

NEW YORK - August 11, 2018 - Watts Miners, one of the latest players to enter the global c

Sabtu,11 Agustus 2018 - 15:56:27 WIB

Sandiaga Uno Cium Mobil Dinas Terakhir Kalinya

JAKARTA - Sejak dideklarasikan menjadi pendamping Prabowo dalam Pilpres 2019, Sandiaga Uno tamp

Sabtu,11 Agustus 2018 - 15:25:26 WIB

Ini yang Dilakukan Pendukung Prabowo-Sandi Usai Pencalonan Pilpres

JAKARTA - Berbicara mengenai capres dan cawapres, terselip pemandangan menarik dalam pencalonan pilp

BERGABUNG DI SINI
KABAR POPULER
IKUTI BERITA KAMI