• Follow Us On : 

Dugaan Malpraktik dokter RS Awal Bros, Polda Riau Lakukan Penyelidikan


Redaksi | Selasa,28 Februari 2017 - 23:20:26 WIB
Dibaca: 1318 kali 
Dugaan Malpraktik dokter RS Awal Bros, Polda Riau Lakukan Penyelidikan RS Awal Bros Sudirman Pekanbaru diduga melakukan malpraktik oleh salah satu dokternya

PEKANBARU (WAHANARIAU) -- Direktorat Kriminal Khusus Kepolisian Daerah Riau menyelidiki laporan dugaan malpraktik seorang dokter di Rumah Sakit Awal Bros Kota Pekanbaru kepada korban Novizar, perempuan berusia 50 tahun.

"Laporan sudah ditangani Sub Ditektorat IV Ditkrimsus. Masih dalam proses lidik dan pengumpulan barang bukti," kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Kepolisian Daerah Riau, Kombes Pol Guntur Aryo Tejo di Pekanbaru, Selasa.

Laporan tersebut diterima Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Riau Jumat, (24/2) lalu. Saat itu Novizar, warga Jalan Batin Batuah, Gang Johnsen No 10, Kopelatif, Duri, Kabupaten Bengkalis sampai menangis melapor didampingi suaminya Abdul Gamal.

Laporan korban terkait malpraktik yakni dugaan salah suntik oleh dr M Iqbal yang merupakan dokter di Rumah Sakit Awal Bros. Dia diketahui juga mantan dokter di PT Chevron Pasific Indonesia.

Menurut penuturan korban, akibat suntikan cairan di bagian lehernya sampai sekarang ia mengalami kelumpuhan pada bagian tangan kanan. "Waktu itu, Jumat (28/3) tahun 2014, saya menemui dr Iqbal untuk melakukan perawatan penyuntikan cairan ke dalam sendi tulang leher saya,' ungkapnya.

Setelah disuntik, ia merasa bagian tangan kanan seperti tersentrum dengan rasa sakit yang sangat. "Badan saya tidak dapat bergerak. Sementara itu, dr Iqbal menyatakan hal itu biasa terjadi,' ujarnya.

Tubuhnya baru sedikit pulih setelah sore harinya. Dikatakannya bahwa tindakan menyuntikkan cairan itu adalah kali ke delapan dilakukan. Namun, tujuh kali suntikan sebelumnya yang dilakukan di Jakarta tidak mengalami apapun.

'Itu baru perdana saya disuntik dr Iqbal. Awalnya saya sempat pertanyakan, kenapa dokter umum yang menangani masalah syaraf. Sekarang beginilah nasib saya, bagian tangan kanan saya seperti stroke,' ungkapnya dilansir dari antarariau.

Secara terpisah, Humas Pengadilan Negeri Pekanbaru, Martin Ginting mengaku sudah pernah mencoba tiga kali memfasilitasi antara korban dan pihak RS Awal Bros serta dr Iqbal. Akan tetapi upaya itu gagal.

"Apabila beberapa pihak tidak ingin dilakukan musyawarah, maka tidak dapat dilakukan mediasi. Mediasi ketiga sudah dilakukan, namun sampai belum membuahkan hasil,' terangnya. (faktariau)


Akses Wahanariau.com Via Mobile m.Wahanariau.com
Untuk Berbagi Berita / Informasi / Peristiwa
Silahkan SMS ke nomor HP : 085271472010
atau email ke alamat : [email protected]
Harap camtumkan detail data diri Anda
Pengutipan Berita dan Foto, Cantumkan Wahanariau.com Sebagai Sumber Tanpa Penyingkatan
TULIS KOMENTAR
BERITA TERKAIT
Jumat,01 Juni 2018 - 14:15:05 WIB

Dugaan Penjarahan Pasir Ilegal Rupat Terus Berlangsung, Kemana Penegak Hukum di Laut?

BENGKALIS - Kendati oknum awak kapal yang membawa Pasir diduga ilegal dari Rupat salah satunya telah

Selasa,17 Januari 2017 - 21:58:27 WIB

Polisi Lepaskan Pelaku Dugaan Pencabulan Seorang Bocah di Dumai

DUMAI (WAHANARIAU) - Setelah dilakukan proses pemeriksaan selama kurun waktu beberapa jam, oleh tim

Rabu,07 Desember 2016 - 23:08:50 WIB

Dugaan Melakukan Fitnah, Kasat Reskrim Polres Dumai Laporkan Oknum Wartawan

DUMAI (WAHANARIAU) - Ricky Hutagalung, oknum wartawan kota Dumai harus berurusan dengan pihak berwaj

Kamis,23 Maret 2017 - 15:47:50 WIB

Dugaan Korupsi ADD Tanjung Punak Kab Bengkalis Rugikan Negara Ratusan Juta Rupiah

BENGKALIS - Kepala Seksi Pidana Khusus (Pidsus) Arief Setya Nugroho mengatakan dugaan korupsi alokas

Kamis,12 Oktober 2017 - 15:08:55 WIB

Manajer PT SCA Ditahan Kejati Riau Terkait Dugaan Korupsi Lampu Jalan

PEKANBARU - Jaksa Pidana Khusus Kejaksaan Tinggi Riau menahan satu dari lima tersangka dugaan korups

Jumat,27 Januari 2017 - 21:31:52 WIB

Dugaan Penganiayaan Balita 18 Bulan Hingga Tewas, Panti Asuhan Tunas Bangsa Akhirnya Di-policeline

  PEKANBARU (WAHANARIAU) -- Polresta Pekanbaru akhirnya memasang policeline di Panti Asuhan Yay

BERITA LAINNYA
Rabu,26 Februari 2020 - 17:19:41 WIB

Riau Raih Penghargaan Dari Arsip Nasional RI

SOLO - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau berhasil meraih penghargaan dari Arsip Nasional Republik I

Rabu,26 Februari 2020 - 17:17:21 WIB

Kanwil DJP Riau Serahkan Tersangka Tindak Pidana Perpajakan ke Kejaksaan

PEKANBARU - Penyidik Pegawai Negeri Sipil Kantor Wilayah DJP Riau melalui Korwas PPNS Kepolisian Dae

Rabu,26 Februari 2020 - 17:00:36 WIB

DHL Express is a Top Employer in Asia Pacific for Sixth Consecutive Year

World leader in express logistics is certified in 63 countries worldwide -- more countries than an

BERGABUNG DI SINI
KABAR POPULER
IKUTI BERITA KAMI