• Follow Us On : 

Beda Pendapat BPOM dengan Menkes Soal Parasit Cacing Pada Makarel Kaleng


Redaksi | Sabtu,31 Maret 2018 - 19:50:09 WIB
Dibaca: 1381 kali 
Beda Pendapat BPOM dengan Menkes Soal Parasit Cacing Pada Makarel Kaleng

JAKARTA - Masyarakat dibingungkan dengan perbedaan pendapat antara Badan Pengawas Obat dan Makan (BPOM) dengan Menteri Kesehatan (Menkes) Republik Indonesia (RI) soal temuan parasit cacing di dalam produk makarel.

Sebagaimana dilansir Riausky, BPOM membeberkan merek produk ikan makarel kaleng yang mengandung parasit cacing. Ada 27 merek resmi yang dilansir BPOM mengandung cacing nematoda di dalamnya.

Terkait hal tersebut Menteri Kesehatan RI Nila F Moeloek mengatakan cacing yang berada pada ikan makarel itu mengandung protein. Ia pun menilai cacing tersebut tidak membawa efek berbahaya selama makanan itu diolah dengan benar.

"Setahu saya itu (ikan makarel) kan nggak dimakan mentah, kita kan goreng lagi, atau dimasak lagi. Cacingnya mati lah. Cacing itu sebenarnya isinya protein, berbagai contoh saja tapi saya kira kalau sudah dimasak kan saya kira juga steril. Insya Allah enggak kenapa-kenapa," kata Menkes saat ditemui di DPR.

BACA : Sidak di Supermarket SN Jaya, BPOM Temukan Barang Kadaluarsa dan Obat Berlogo Biru

Menurut Menkes, cacing hanya berkembang biak di tempat yang cocok dengan siklus hidupnya. "Kalau lingkungannya cocok perut kita dia (cacing) akan berkembang biak, misalnya begitu. Kalau nggak sesuai, ya tentu dia (cacing) mati juga," ujar Nila.

Namun, Nila mengatakan masyarakat tetap perlu berhati-hati dalam memilih-milih produk makanan. "Pertama-tama kalau saya lihat kedaluwarsa itu harus kita lihat jeli, tanggal expired harus kita lihat, misalnya pada waktu kita buka kelihatan tidak baik itu jangan dilakukan. Agak hati-hati saja ya. Kalau sakit kita ya repot nanti biayanya," kata Nila.

Sementara itu, Kepala BPOM RI Penny K Lukito mengatakan cacing parasit yang ditemukan positif dalam ikan makarel itu ikut mati saat diolah. "Jadi temuan cacingnya dalam kondisi mati, tapi setelah kita telusuri dan bagaimana nanti ada ahlinya yang jelaskan, efeknya tidak ada zat yang berbahaya," kata Penny.

Meski dalam temuan cacing dalam kondisi mati, Penny menjelaskan, ada efek samping bagi tubuh saat tidak sengaja mengkonsumsi cacing parasit makanan olahan itu. "Efek lain adanya alergi, karena protein cacing itu menjadi alergen, aspek higienis ini tidak memenuhi syarat," ujar Penny seperti dilansir Tribunnews.com.

BACA : BPOM Pekanbaru Sidak di Dumai, Cegah Peredaran Ikan Kaleng Bercacing


Akses Wahanariau.com Via Mobile m.Wahanariau.com
Untuk Berbagi Berita / Informasi / Peristiwa
Silahkan SMS ke nomor HP : 085271472010
atau email ke alamat : [email protected]
Harap camtumkan detail data diri Anda
Pengutipan Berita dan Foto, Cantumkan Wahanariau.com Sebagai Sumber Tanpa Penyingkatan
TULIS KOMENTAR
BERITA TERKAIT
Sabtu,22 April 2017 - 16:36:52 WIB

Presiden Jokowi: Perbedaan Tidak Harus Diseragamkan dan Tidak Harus Dilenyapkan

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengemukakan, membawa kembali kesadaran baru tentang makna m

BERITA LAINNYA
Senin,19 November 2018 - 14:39:59 WIB

Gerakan Kawal APBD Inhil, APMI Geruduk Kantor DPRD

  Tembilahan - Asosiasi Pemuda dan Mahasiswa Inhil (APMI) geruduk Kantor DPRD Kabupaten In

Minggu,18 November 2018 - 16:46:14 WIB

Menyelisik Capaian Bea dan Cukai Tembilahan

Tembilahan - Sebagai sebuah instansi pemerintah, Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai

Minggu,18 November 2018 - 16:32:17 WIB

Sekda Rohil Imbau Perusahaan Bantu Korban Banjir di Kecamatan Rantau Kopar

ROKAN HILIR - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rokan Hilir (Rohil) menghimbau perusahaan yang beroperas

BERGABUNG DI SINI
KABAR POPULER
IKUTI BERITA KAMI