• Follow Us On : 

Ini Kunci Perbaiki Ekonomi Syariah


Redaksi | Selasa,20 November 2018 - 19:07:23 WIB
Dibaca: 139 kali 
Ini Kunci Perbaiki Ekonomi Syariah

BENGKALIS - Sekolah Tinggi Ekonomi (STIE) Syari’ah Bengkalis menggelar seminar internasional dengan mendatangkan narasumber Habib Shiekh Dr Omar Bin Muhammad Kalash Asyafie Dosen Internasional Isamic University Malaysia dan Drs. H. Tarmizi Tohor, MA Sekretaris Dirjen Bimas Islam Kementerian Agama Republik Indonesia.

Seminar digelar di gedung STIE Syariah Bengkalis, Senin (19/11/2018) diikuti ratusan Mahasiswa dan Dosen STIE Syariah Bengkalis. Seminar ini mengangkat tema halal life dan keberlansungan ekonomi syari’ah Indonesia.

Pembukaan oleh Bupati Bengkalis yang diwakili Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Bengkalis, Jondi Indra Bustian. “Besar harapan kami melalui seminar ini, merupakan langkah awal kita dalam menata kehidupan umat islam kearah yang lebih baik ke depan, demi mewujudkan kesejahteraan dan kehidupan masyarakat yang halalan toyyiban,” ujar Jondi saat membaca sambutan tertulis Bupati Bengkalis Amril Mukminin.

Kata Jondi, Indonesia adalah salah satu Negara dengan  mayoritas penduduknya beragama islam. Sebagai salah satu negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia, sehingga keadaan perekonomian muslim Indonesia sangat  berpengaruh dalam kemajuan dan kesejahteraan Bangsa Indonesia. Selain itu, ekonomi adalah salah satu penunjang bagi berdirinya sebuah negara.

Masih disampaikan Kepala Bappeda Bengkalis, perekonomian muslim mengalami peningkatan yang signifikan, seperti baitul maal dan berbagai koperasi serta bank syari’ah yang mulai menjamur tidak hanya di daerah perkotaan namun di desa-desa juga sudah mulai ada saat ini. Namun nilai islam pada sistem perekonomian saat ini tidak semua yang berpegang pada syari’at islam, malah banyak yang hanya berlebel syariah.

“Kami yakin jika sistem ekonomi syariah diberlakukan sesuai dengan syari’at islam, ekonomi dan keuangan syariah akan mampu menjadikan salah satu penyelamat ekonomi Indonesia di tengah ketidak stabilan pasar global, ekonomi  dan keuangan islam dapat menjadi sumber pertumbuhan baru dan dapat memperbaiki struktur neraca berjalan current account, ekonomi dan keuangan islam akan diarahkan untuk mendukung tidak hanya sebagai sumber pertumbuhan ekonomi baru tetapi juga untuk mengatasi masalah ekonomi Indonesia,” jelas Jondi.

Jondi juga menyingungkan, Kabupaten Bengkalis yang merupakan pintu gerbang perdangangan Nusantara dengan negara lain, seharusnya dapat mendukung upaya pengembangan ekonomi, khususnya ekonomi berbasis syari’ah.Pengembangan ekonomi syariah harus bersifat komprehensif dalam rangka mendukung hal tersebut.

Sementara itu H. Tarmizi Tohor, Sekretaris Dirjen Bimas Islam Kementerian Agama Republik Indonesia mengatakan, salah satu cara untuk memberbaiki ekonomi di Indonesia saat ini, adalah yang pertama harus memperbaiki sistem zakat, yang dikelola oleh Baznas dengan cara terus aktif melakukan sosialisasi kepada masyarakat bahwa pentingnya zakat tersebut.

“Rubah sistem zakat dari konsumtif menjadi produktif, sehingga dari bantuan zakat yang disalurkan kepada masyarakat dapat mengurangi angka kemiskinan yang ada di Indonesia,” ujar Tarmizi.

Sementara Habib Shiekh Dr Omar Bin Muhammad Kalash Asyafie, dosen Internasional Isamic University Malaysia, menyampaikan salah satu poin terpenting dalam memperbaiki ekonomi syariah yaitu perbaiki akhlak.

Acara dihadari Direktur Sekolah Ekonomi Syari’ah Bengkalis Khodijah Ishak, Ketua Yayasan Bangus Insani Isa Selamat, Ketua Baznas Bengkalis H Ali Ambar, Ketua DDII M Ashsubli, Kapolres Bengkalis, Kakan Imigrasi Kelas IIA Bengkalis, Ketua Pengadilan Agama Bengkalis dan sejumlah Kepala SOPD Kabupaten Bengkalis.

Sumber : Media Center Riau


Akses Wahanariau.com Via Mobile m.Wahanariau.com
Untuk Berbagi Berita / Informasi / Peristiwa
Silahkan SMS ke nomor HP : 085271472010
atau email ke alamat : [email protected]
Harap camtumkan detail data diri Anda
Pengutipan Berita dan Foto, Cantumkan Wahanariau.com Sebagai Sumber Tanpa Penyingkatan
TULIS KOMENTAR
BERITA TERKAIT
Senin,09 Januari 2017 - 17:38:00 WIB

Tingkatkan Kinerja, Ini Strategi BPJS Ketenagakerjaan pada 2017

JAKARTA (WAHANARIAU) -- Kondisi perekonomian domestik dan global tahun 2017 diperkirakan masih disel

Minggu,12 Februari 2017 - 10:19:00 WIB

Begini Kinerja OJK Di Mata Para Bankir

  JAKARTA (WAHANARIAU) -- Masa jabatan Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (DK-OJK) periode

Jumat,28 April 2017 - 22:31:25 WIB

Tahun Ini, BUMN Anggarkan Subsidi Hingga Rp 133 Triliun

BOGOR - Badan Usaha Milik Negara (BUMN) telah memberikan 8 layanan yang disubsidi untuk masyarakat.

Jumat,20 Oktober 2017 - 12:59:20 WIB

Hingga Kini Pemkab Meranti Tidak Punya Sentra Perdagangan Kelapa

SELATPANJANG - Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti, sangat membutuhkan sentra perdagangan kelapa

Selasa,18 Juli 2017 - 17:40:14 WIB

Rupiah Baru Ditolak di Luar Negeri, Ini Kata Gubernur BI

JAKARTA (WR) - Bank Indonesia mengklarifikasi bahwa jika terjadi kesulitan dalam menukarkan uang rup

Minggu,21 Agustus 2016 - 14:57:41 WIB

Ini Tanggapan Produsen Rokok Nasional Terkait Wacana Kenaikan Harga Rokok Rp 50.000

JAKARTA (WR) - PT HM Sampoerna Tbk, salah satu produsen rokok nasional menilai rencana kenaikan cuka

BERITA LAINNYA
Kamis,13 Desember 2018 - 16:00:05 WIB

Protecting Our Sight: ACUVUE® Eye Health Centre to raise eye care standards in Malaysia

Johnson & Johnson Vision recognises 24 optical centres leading the way for higher eye health sta

Kamis,13 Desember 2018 - 15:52:10 WIB

Avnet to Acquire Softweb Solutions: Adds Software and Artificial Intelligence to Ecosystem and Bolsters IoT Capabilities

Positions Avnet as the premier provider for AI, IoT and digital data platform solutions PHOENIX -&n

Kamis,13 Desember 2018 - 15:44:46 WIB

Asia’s Leading Women’s Fashion Brand - Love, Bonito – Expands Relationship with Adyen to Meet the Needs of Millennial Shoppers in Singapore

This collaboration delivers frictionless payment transactions to meet the needs of Spendsetters at t

BERGABUNG DI SINI
KABAR POPULER
IKUTI BERITA KAMI