• Follow Us On : 

Tidak Hanya Ahok, Aksi 25 November HMI Bidik Jokowi


Alink Mhd Iskandar | Jumat,18 November 2016 - 18:16:05 WIB
Dibaca: 2342 kali 
Tidak Hanya Ahok, Aksi 25 November HMI Bidik Jokowi Ilustrasi

JAKARTA, Wahanariau - Imbauan Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian dan sejumlah ulama agar tidak ada lagi aksi demo terkait kasus dugaan penistaan agama, direspon berbeda oleh ormas yang mengatasnamakan Gerakan Eksponen Himpunan Mahasiswa Islam (HMI).

Mereka justru secara lantang mengatakan bakal menggelar demo dengan massa lebih banyak dibanding 4 November. Ormas ini merupakan gabungan alumni HMI dan anggota yang masih aktif.

"Aksi 25 November rencananya akan mengerahkan massa yang lebih besar. Sasaran aksi kita tidak lagi di Istana namun ke MPR dan DPR," ujar salah satu Advokat HMI M Yusuf Sahide dalam diskusi bertajuk 'Kasus Ahok Sasar Jokowi' di Warung Daun, Cikini, Jakarta Pusat (17/11/2016).

Dia menegaskan, aksi ini juga akan melibatkan kader HMI aktif. "Setelah adik adik kami keluar (kader HMI yang ditangkap) hari ini, kami rencananya akan melakukan aksi yang sama pada tanggal 25 November. Tuntutan tetap sama yaitu menuntut keadilan atas penistaan agama," ujar Yusuf seperti dilansir merdeka.

Pihaknya tidak akan membiarkan kasus ini berlalu begitu saja sekalipun Gubernur nonaktif Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok sudah ditetapkan tersangka.

"Kita akan terus kawal, karna ini pertama kali seorang pemimpin melakukan penistaan agama. Ini akan kita desak terus untuk dituntaskan dan harus diselesaikan," kata Yusuf.

<!--pagebreak-->

Mereka punya agenda lain, tidak hanya soal dugaan penistaan agama yang menyeret nama Ahok, tapi membidik Presiden Jokowi. Mereka menuntut Jokowi turun dari jabatannya sebagai orang nomor satu negeri ini.

Mereka beralasan Jokowi tidak lagi berpihak kepada rakyat. Indikatornya, saat aksi demo 4 November, Jokowi tidak menemui massa yang sudah menunggu sejak siang.

Budayawan Betawi Ridwan Saidi mengatakan, apapun status hukum terhadap Ahok, gerakan ini sudah merencanakan menjatuhkan kepemimpinan Jokowi.

"Apakah Ahok tersangka atau tidak Jokowi harus jatuh," kata Ridwan.

Sebelumnya, Kapolri memberikan imbauan keras kepada masyarakat agar tidak mudah terprovokasi. Apalagi, saat ini sejumlah pihak tengah menjadikan media sosial sebagai jalur menyebarkan isu-isu berbau provokatif.

"Cuma saya minta hati-hati sosial media. Kita sudah mengindikasi bahwa sosial media ada kelompok yang memiliki cyber troops atau cyber army. Kelompok yang memang sengaja mereka merencanakan dan menyetting agar masyarakat terprovokasi sedemikian rupa," tegas Kapolri.

Isu-isu tak jelas tersebut, lanjut Kapolri, membuat peluang untuk menghancurkan negara dan membuat masyarakat bingung.

"Jangan mau diadu domba dan terprovokasi. Kita semua sudah memilih iklim demokrasi seperti ini. Kita sudah bagus bergerak berjalan, pembangunan jalan dan ekonomi baik. Jangan sampai mundur. Mari kita bersikap lebih kritis," harapnya.

<!--pagebreak-->

"Jangan mudah sekali lagi terpengaruh medsos. Yang mungkin di setting pihak tertentu. Kalau nggak akurat nggak usah dishare. Dan gunakan akal yang jernih melihat permasalahan ini," tuturnya.

Selain itu, Kapolri juga meminta masyarakat terus mengikuti proses hukum kasus Ahok yang saat ini tengah berjalan. Ia mengimbau sudah tak perlu lagi sejumlah massa turun ke jalan. Jika tetap demikian, maka sudah dapat dipastikan jika aksi tersebut bukan soal Ahok.

"Karena ini sudah masuk ranah hukum saya minta semua pihak konsisten. Kalau isunya memang masalah dugaan penistaan agama, maka gampang saja kita ikuti saja proses hukumnya. Jelas sekarang tersangka dan penyidikan nanti masuk tahap ke kejaksaan kawal, masuk tahap peradilan kawal, seluruh Indonesia akan melihat dan media akan melihat. Jadi kalau ada yang mau turun ke jalan lagi untuk apa?" tegas Kapolri.

"Kalau ada yang ngajak turun ke jalan lagi apalagi membuat keresahan dan keributan? Cuma satu saja jawabannya, agendanya bukan masalah Ahok. Agendanya adalah inkonstitusional, dan kita harus melawan itu karena negara ada langkah-langkah inkonstitusional. (Maksudnya) Tembakannya bukan ke pak Ahok," tegasnya.

Dalam hal ini, Kapolri enggan merinci apa dari maksud dari ucapannya. Namun, menurutnya, masyarakat sudah bisa memahaminya.

"Demonya ini kalian lihat sendiri. Kalau itu terjadi masyarakat bisa menilai sendiri. (Menggulingkan pemerintahan) Itu kata situ. Silakan nilai sendiri masyarakat. Karena masyarakat kita sekarang sudah pada pintar. Dan masyarakat yang tidak mudah dipengaruhi," pungkasnya. (Merdeka)


Akses Wahanariau.com Via Mobile m.Wahanariau.com
Untuk Berbagi Berita / Informasi / Peristiwa
Silahkan SMS ke nomor HP : 085271472010
atau email ke alamat : [email protected]
Harap camtumkan detail data diri Anda
Pengutipan Berita dan Foto, Cantumkan Wahanariau.com Sebagai Sumber Tanpa Penyingkatan
TULIS KOMENTAR
BERITA TERKAIT
Minggu,20 Mei 2018

Tahun Ini PNS Tidak Dapat THR

PACITAN - Sirna sudah harapan pegawai negeri sipil (PNS) Pemkab Pacitan menikmati tunjanga

Rabu,30 Mei 2018

MTs 100 Persen, 8 Siswa SMP Swasta dan Negeri di Pekanbaru Tidak Lulus UN

PEKANBARU - Pengumuman kelulusan siswa SMP di Pekanbaru telah dilaksanakan, Senin (28/5/2018) siang

Sabtu,10 Maret 2018

Serahkan SK Perhutanan Sosial, Jokowi : Kalau Tidak Ditanami, Awas...!

TUBAN - Presiden Joko Widodo (Jokowi) melakukan pembagian Surat Keputusan (SK) perhutanan sosial bag

Sabtu,02 Juli 2016

Tidak Diterima di Sekolah Manapun, Pelapor Mencabut Tuntutan Terhadap Guru Samhudi

Sidoarjo - Samhudi, seorang guru Sekolah Menengah Pertama (SMP) Raden Rahmat Balongbendo, Sidoarjo,

Senin,12 Februari 2018

Jokowi Perintahkan Aparat Tindak Tegas Bagi Yang Tidak Mampu Bertoleransi

YOGYAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) memerintahkan kepada aparat keamanan untuk bertindak tega

Minggu,10 Juni 2018

Ini Peran Indonesia Sebagai Anggota Tidak Tetap DK PBB

NEW YORK — Indonesia terpilih sebagai anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB (DK-PBB) untuk pe

BERITA LAINNYA
Senin,02 Agustus 2021

Bupati dan Wabup Rohil Dampingi Gubernur Riau Tinjau Kondisi Jalan Lintas Pesisir Rohil

ROHIL - Gubernur Riau H Syamsuar didampingi Anggota DPRD Riau Dapil Rohil Karmila Sari laksanakan pe

Senin,02 Agustus 2021

Lapas Rohil Serahkan Bantuan Sembako ke Warga Terdampak Covid-19

ROHIL - Sebagai bentuk kepedulian terhadap warga yang terdampak Covid-19, Lapas Kelas II A Bagansiap

Kamis,29 Juli 2021

Pemkab Rohil Apresiasi Kegiatan Stuban PWI

ROHIL - Sejumlah Anggota PWI Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) melakukan kegiatan study banding ke Pemer

BERGABUNG DI SINI
KABAR POPULER
IKUTI BERITA KAMI