• Follow Us On : 

Minta Namanya Dicoret, Ustadz Fahmi Salim Sebut Rekomendasi 200 Penceramah Lecehkan Ulama


Redaksi | Selasa,22 Mei 2018 - 12:20:35 WIB
Dibaca: 1216 kali 
Minta Namanya Dicoret, Ustadz Fahmi Salim Sebut Rekomendasi 200 Penceramah Lecehkan Ulama

JAKARTA - Daftar 200 nama penceramah yang direkomendasikan pemerintah menuai banyak kontra. Salah satu ustaz yang masuk daftar tersebut, Ustaz Fahmi Salim, meminta Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mencoret namanya dari daftar.

Ustadz Fahmi Salim ungkapkan kekesalannya dengan menyatakan bahwa rekomendasi 200 penceramah dari Kementrian Agama telah lecehkan Ulama.

Menurutnya, pemerintah tidak punya kewenangan untuk membuat rekomendasi. Selain itu, ia mengungkapkan bahwa rekomendasi 200 penceramah itu menimbulkan kecurigaan di antara para mubalig dan memicu perpecahan di antara umat Islam, karena ada penceramah yang direkomendasikan dan ada yang tidak.

"Itu bukan domain pemerintah. Otoritas keulamaan dan ketablighan seorang itu diberikan dan diakui oleh sesama ulama dan diterima umat," ucap Fahmi Salim, Ahad (20/05/2018).

Fahmi mengungkapkan permintaan untuk mengeluarkan namanya dari daftar bukan untuk memperhadapkan para dai ulama yang ada di dalam atau di luar daftar itu, melainkan untuk menyatakan bahwa ada yang salah dalam pembuatan daftar tersebut.

"Intinya dengan berat hati saya tegaskan, saya meminta Saudara Menteri Agama RI untuk mencabut nama saya dari daftar tersebut," paparnya.

Fahmi menyatakan dirinya menolak untuk dilibatkan dalam 200 penceramah rekomendasi pemerintah tersebut. Fahmi juga menuturkan tak membutuhkan formalitas dari pihak mana pun.

"Karena saya sadar sesadar-sadarnya bahwa dakwah adalah amanah yang besar dan tanggung jawab di hadapan Allah dan ummat," tuturnya.

Fahmi juga menyatakan bahkan ia ikhlas namanya dicoret karena hal tersebut sudah sering terjadi pada tahun sebelumnya.

"Saya telah terima dengan ikhlas pencoretan nama saya dari daftar pengisi tausiyah Ramadhan di masjid lembaga tinggi negara setingkat kementerian tahun lalu 2017, dan bahkan dicoret pula dari pengisi kajian rutin tiap bulan," papar Fahmi.

Fahmi juga berharap pemerintah tak meragukan nasionalisme para penceramah, termasuk dirinya. "Insyaallah saya memiliki idealisme dalam berdakwah yang tak bisa diatur atau dibeli oleh siapa pun dengan harga dunia berapapun," kata Fahmi.

Menurutnya kecintaan terhadap tanah air tak harus diumbar-umbar dan diteriakkan dengan lantang. Idiealisme dalam berdakwah, katanya, tak bisa diatur atau dibeli oleh siapapun dengan harga dunia berapapun. Fahmi mengajak untuk menyimak arti nasionalisme dari isi kajiannya.

"Intinya dengan berat hati saya tegaskan, saya meminta Saudara Menteri Agama RI untuk mencabut nama saya dari daftar tersebut," tandasnya Fahmi, Ahad (20/05/2018).

[Rimanews]


Akses Wahanariau.com Via Mobile m.Wahanariau.com
Untuk Berbagi Berita / Informasi / Peristiwa
Silahkan SMS ke nomor HP : 085271472010
atau email ke alamat : [email protected]
Harap camtumkan detail data diri Anda
Pengutipan Berita dan Foto, Cantumkan Wahanariau.com Sebagai Sumber Tanpa Penyingkatan
TULIS KOMENTAR
BERITA TERKAIT
Minggu,01 Oktober 2017 - 19:42:02 WIB

Deputi BPJS Kesehatan Sumbagteng Minta Pemprov Riau Informasikan Keberadaan Ruang NICU/PICU

PEKANBARU - Deputi BPJS Kesehataan Wilayah Sumbagteng Siswandi meminta pemerintah Provinsi Riau untu

Jumat,03 Maret 2017 - 11:55:06 WIB

Pintu Waduk PLTA Koto Panjang Dibuka Siang Ini, Masyarakat Kampar Diminta Waspada 

BANGKINANG KOTA (WAHANARIAU) -- Dengan tingginya curah hujan dan tingginya kenaikan air pada hulu wa

Minggu,18 Maret 2018 - 00:44:14 WIB

Menteri PUPR Minta Jarak Tempuh Marauke - Boven Digul Menjadi 6 Jam

PAPUA - Pembangunan jalan perbatasan Indonesia – Papua Nugini terus digesa, dari total panjang

Selasa,03 Oktober 2017 - 08:52:45 WIB

Politik Harus Kondusif, Presiden Jokowi Minta Para Menteri, Panglima TNI, Kapolri Jangan Buat Gaduh

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan, politik harus kondusif. Oleh sebab itu, ia memin

Selasa,29 Agustus 2017 - 16:24:21 WIB

Tahun Politik, Jokowi Minta Menterinya Hati-hati Bikin Kebijakan

JAKARTA (Wahanariau) -- ‎Presiden Joko Widodo meminta para menteri Kabinet Kerja agar tidak memb

Rabu,18 Oktober 2017 - 10:59:13 WIB

Legislator Pekanbaru Minta Rumah Sakit Berikan Standar Pelayanan Untuk Peserta BPJS

PEKANBARU - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPR) Kota Pekanbaru,  meminta semua Rumah Sakit

BERITA LAINNYA
Jumat,29 Mei 2020 - 17:40:36 WIB

Sisihkan Penghasilan dari YouTube, Yusuf Subhan Bangun Pondok Pesantren

PADANG – Keberadaan YouTube saat ini sangat mendukung eksistensi dan produktivitas para pegiat

Jumat,29 Mei 2020 - 17:26:16 WIB

Musisi Asal Lampung Adhi SM Ungkap Cara Silaturahmi Lebaran saat Pandemi

PADANG - Hari Raya Idul Fitri sebenarnya tak ada perbedaan di setiap tahunnya. Hari kemenangan ini b

Kamis,28 Mei 2020 - 14:47:30 WIB

Usia Remaja Rawan Terpapar Penyalahgunaan Narkoba

BANDUNG - Setiap orang tua pasti menghendaki anaknya lahir, tumbuh dan berkembang di lingkungan yang

BERGABUNG DI SINI
KABAR POPULER
IKUTI BERITA KAMI