• Follow Us On : 

Kasus Dugaan Money Politic Caleg, Sentra Gakkumdu Bawaslu Riau Turun ke Rohil


Redaksi | Rabu,07 November 2018 - 21:50:47 WIB
Dibaca: 2271 kali 
Kasus Dugaan Money Politic Caleg, Sentra Gakkumdu Bawaslu Riau Turun ke Rohil

BAGANSIAPIAPI - Ketua Bawaslu Riau Rusidi Rusdan didampingi tim penyidik Kejati dan Polda Riau yang tergabung dalam tim Sentra Gakkumdu Bawaslu Riau turun ke Rohil untuk melakukan supervisi dan pendampingan atas penangan kasus dugaan money politic atau politik uang yang diduga dilakukan oleh oknum caleg salah satu partai politik di Rokan Hilir.

Dalam konpers kepada wartawan di sekretariat Bawaslu Rohil (7/11/2018), Rusidi Rusdan mengatakan "Bawaslu saat ini dihadapkan pada tantangan untuk membuktikan peran dan eksistensi strategisnya mengawal pemilu yang berintegritas dan terpercaya bagi kemajuan bangsa".

Berkaitan dengan kasus ini, Rusidi menambahkan Sentra Gakkumdu Bawaslu Rohil masih mendalami kasus bagi-bagi sembako yang dilakukan salah seorang caleg dapil 1 yang juga anggota DPRD Rohil aktif yang berinisial KRS.

Pendalaman yang dilakukan meminta keterangan terhadap saksi-saksi yang menerima pemberian sembako, setelah itu tim akan meminta pendapat ahli dari KPU Riau dan ahli hukum pidana termasuk juga meminta keterangan kepada Ketua dan Sekwan DPRD Rohil, terakhir baru meminta klarifikasi terhadap terduga KRS, baru dapat disimpulkan apakah perbuatannya termasuk pelanggaran atau tidak.

"Yang jelas kasus ini akan terus kita pantau karena sudah jadi konsumsi publik, supaya hasilnya transparan dan akuntabel sesuai dengan undang-undang yang berlaku" ujarnya.

Sebagaimana diketahui kasus ini bergulir dari temuan Bawaslu Rohil, telah melakukan penyitaan berupa beras, susu kaleng, gula dan bubuk teh yang berasal dari pemberian anggota DPRD Rohil berinisial KRS kepada puluhan orang masyarakat yang menjadi korban banjir di Kepenghuluan Karya Mulyo Sari Kecamatan Pekaitan beberapa waktu yang lalu.

"Terduga pelaku akan secepatnya dipanggil untuk mengetahui apa motifnya bagi-bagi sembako tersebut. Apakah saat itu dia sebagai anggota DPRD aktif atau sebagai caleg. Kalau terbukti bersalah KRS nantinya akan di jerat dengan pidana pemilu berupa hukuman maksimal dua tahun kurungan penjara ditambah denda Rp24 juta dan terkait statusnya sebagai caleg nanti akan kita lihat, apakah ada kemungkinan dilakukan diskualifikasi atau tidak" terangnya.

Rusidi, ketua Bawaslu Riau yang juga kandidat doktor UIN Suska Riau ini menghimbau kepada seluruh caleg agar kedepannya, penyerahan bantuan bencana seperti ini lebih berhati-hati karena adanya ketentuan pidana dalam undang-undang pemilu yang bisa menjerat para pelakunya jika melanggar aturan.

(rls/rls)


Akses Wahanariau.com Via Mobile m.Wahanariau.com
Untuk Berbagi Berita / Informasi / Peristiwa
Silahkan SMS ke nomor HP : 085271472010
atau email ke alamat : [email protected]
Harap camtumkan detail data diri Anda
Pengutipan Berita dan Foto, Cantumkan Wahanariau.com Sebagai Sumber Tanpa Penyingkatan
TULIS KOMENTAR
BERITA TERKAIT
Rabu,28 Oktober 2020

Aliansi Mahasiswa Minta Tuntaskan Kasus Tersangka Eko Suharjo

PEKANBARU – Kasus dugaan pelanggaran Pilkada yang dilakukan oleh Calon Walikota Dumai nomor ur

BERITA LAINNYA
Sabtu,11 September 2021

Masyarakat Inhil Antusias Ikuti Vaksinasi Covid-19 Tajaan Kadin Riau dan OJK

TEMBILAHAN - Pelaksanaan vaksinasi massal Covid-19 yang ditaja oleh Kamar Dagang dan Industri (Kadin

Kamis,09 September 2021

Bupati Rohil Hadiri Rapat Bersama Gubernur Riau

ROHIL - Bupati Rokan Hilir Afrizal Sintong menghadiri acara rapat bersama beberapa kepala daerah yan

Kamis,09 September 2021

NCS Makes Triple Acquisitions in Singapore, Hong Kong and Australia to Boost Digital Capabilities and Fuel Growth Across the Region

ClayOPS, Velocity Business Solutions and Riley will join NCS NEXT to strengthen data analytics and c

BERGABUNG DI SINI
KABAR POPULER
IKUTI BERITA KAMI