• Follow Us On : 

Erwin Himbau Guru Pilih Gubri yang Peduli Kesejahteraan Tenaga Pendidik


Redaksi | Jumat,28 Juli 2017 - 15:02:08 WIB
Dibaca: 514 kali 
Erwin Himbau Guru Pilih Gubri yang Peduli Kesejahteraan Tenaga Pendidik

DUMAI (WR) - Pesta demokrasi pemilihan Gubernur Riau 2018 mendatang menjadi harapan baru bagi tenaga pendidik dibawah naungan provinsi, khususnya guru DIKMEN. Pasalnya, tahun 2017 terjadi penurunan tunjangan yang sangat drastis dari tahun-tahun sebelumnya.

Oleh sebab itu, untuk periode mendatang seluruh tenaga pengajar dihimbau memilih gubernur yang peduli terhadap kesejahteraan guru, baik DIKMEN, DIKDAS, maupun yang sudah berstatus PNS.

Pendiri Forum Silaturahmi Guru Bantu Provinsi (FSGBP) Riau, Erwin Brusli Rodimanrt Sitompul, S.Pd, kepada pers Jumat (28/07/2017) mengungkapkan berbagai keluhan tenaga pendidik yang diterimanya baik melalui pesan singkat (SMS) maupun via telephone seluler.

"Banyak guru mengeluhkan penurunan tunjangan, baik itu guru bantu Provinsi, hingga PNS juga mengeluhkan hal yang sama tahun ini." ujarnya.

Dijelaskan pengamat pendiikan tersebut, bahwa terjadi perbedaan antara gaji DIKDAS dan DIKMEN. Dimana sebelumnya penerimaan mereka sama di seluruh kabupaten/kota se Riau.

Tahun ini lanjutnya, terjadi perbedaan antara gaji DIKDAS yang menerima sebesar Rp2 juta rupiah. sementara DIKMEN, Rp2.180.000 rupiah.

Perbedaaan yang begitu signifikan menjadi gejolak ditengah tenaga pendidikm, mereka menilai ada anak tiri dan anak kandung sehingga penerimaan mereka dibeda-bedakan meskipun sumber gaji sama-sama dari provinsi.

"Pemprov Riau tidak perhatian terhadap nasib guru bantu Provinsi, PNS dan lainnya. Kami Menilai adanya pilih kasih. Antara sesama guru bantu tetapi gaji berbeda baik DIKDAS, DIKMEN, namun untuk honor komite  justru terjadi peningkatan yang drastis," jelasnya.

Penurunan yang sangat signifikat justru terjadi pada tenaga pendidik yang sudah berstatus pegawai negeri sipil (PNS). Sejak peralihan dari kabupaten/kota ke provinsi untuk golongan 3 dan 4 terjadi penurunan tunjangan.

"PNS yang golongan 3, saat masih menjadi beban daerah dahulu menerima tunjangan Rp3 juta rupiah.. Namun tahun ini sejak jadi beban provinsi turun menjadi Rp1.600.000." sebut Erwin.

Lanjutnya, Kepsek juga mendapati hal yang sama, dimana tunjangan saat menjadi beban kabupaten/kota menerima tunjangan Rp4 juta rupiah. Namun sejak pindah beban ke provinsi turun menjadi Rp1.900.000.

"Pengawas juga demikian, tunjangan yang diperoleh saat menjadi beban kabupaten/kota mereka menerima Rp4 juta rupiah untuk golongan 3, dan Rp5 juta rupiah untuk golongan 4. Namun tahun ini sejak menjadi beban provinsi, untuk golongan 3 hanya menerima tunjangan Rp1.600.000 sedangkan golongan 4 menerima Rp1.900.000." ungkapnya.

Hampir semua guru yang jumlahnya mencapai ribuan meminta untuk kembali menjadi beban kabupaten/kota. Karena penurunan yang begitu drastis di Provinsi.

"Seharusnya begitu menjadi beban Provinsi hendaknya bertambah atau sama minimal tunjangan yang diterima tenaga pendidik. Namun dengan kondisi seperti ini para pengajar tersebut banyak yang mengeluh dan kecewa terhadap pemprov." kata Erwin. (rdk/glori)


Akses Wahanariau.com Via Mobile m.Wahanariau.com
Untuk Berbagi Berita / Informasi / Peristiwa
Silahkan SMS ke nomor HP : 085271472010
atau email ke alamat : [email protected]
Harap camtumkan detail data diri Anda
Pengutipan Berita dan Foto, Cantumkan Wahanariau.com Sebagai Sumber Tanpa Penyingkatan
TULIS KOMENTAR
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Jumat,09 November 2018 - 21:04:44 WIB

Kerry Logistics Seals Place Among Bloomberg Businessweek – Listed Enterprises of the Year for the Third Year Running

HONG KONG, CHINA - Media OutReach - 9 November 2018 - Kerry Logistics Network Limited

Jumat,09 November 2018 - 21:02:23 WIB

The Former OKcoin Core Team Created The Derivatives Exchange [JEX], Which elieves that Option Products Can Help Users Make Money in Bear Markets

SEOUL, KOREA - Media OutReach - 9 November 2018 - The cryptocurrency market is bearis

Jumat,09 November 2018 - 14:56:10 WIB

Retail Sector Braces for Digital Retail Forum 2019 in Johannesburg

Harnessing Digital Technology for Next-Level Customer Centred Retailing SOUTH AFRICA - Media O

BERGABUNG DI SINI
KABAR POPULER
IKUTI BERITA KAMI