• Follow Us On : 

Dugaan Lahan Ilegal PTPN V Menunggu Keterangan Ahli


Redaksi | Senin,11 September 2017 - 15:51:56 WIB
Dibaca: 1018 kali 
Dugaan Lahan Ilegal PTPN V Menunggu Keterangan Ahli

PEKANBARU (Wahanariau) - Direktorat Kriminak Khusus Kepolisian Daerah Riau menyatakan telah menaikkan status penyelidikan ke penyidikan terhadap dugaan lahan ilegal di luar hak guna usaha PT Perkebunan Nusantara V yang beroperasi di wilayah setempat.

"PT Hutahean dan PTPN V sudah penyidikan, dua lainnya masih penyelidikan," kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Kepolisian Daerah Riau, Kombes Pol Guntur Aryo Tejo, Senin (11/9/2017).

Dia mengatakan awalnya ada 33 perusahaan yang dilaporkan ke Polda Riau yang mengatasnamakan diri Koalisi Rakyat Riau. Sejak awal tahun lalu dilaporkan, ada empat yang diduga kuat melakukan tindak pidana lahan di luar HGU dan dilakukan penyelidikan.

Kemudian perusahaan pertama yang naik ke penyidikan adalah PT Hutahean dan sudah ditetapkan sebagai tersangka koorporasi. Untuk tersangka perorangan belum ada meskipun direkturnya berinisial HWH sudah diperiksa beberapa kali, statusnya masih saksi.

Selanjutnya Ditreskrimsus menaikkan status PTPN V menjadi penyidikan, tapi belum ditetapkan sebagai tersangka koorporasi. Menurut Guntur penetapan tersangka masih menunggu kesimpulan dari para ahli.

"PTPN V belum ada tersangka, tersangka koorporasi juga belum. Kita masih kumpulkan alat bukti yang memenuhi unsur pidananya. Prosesnya menunggu keterangan ahli," ujarnya.

Untuk PT Hutahean, lanjutnya juga demikian yakni menunggu keterangan ahli. Diantaranya ahli lingkungan, planologi, dan Badan Pertanahan Negara.

Laporan perusahaan itu sendiri awalnya berdasarkan hasil Panitia Khusus Monitoring Perizinan Lahan DPRD Riau. Pansus ini telah melakukan pemanggilan terhadap 500 lebih perusahaan sawit dan 50 lebih perusahaan kehutanan. Laporan telah diberikan dari tingkat daerah sampai ke Komisi Pemberantasan Korupsi, namun belum ada tindak lanjut. (ant/ant)


Akses Wahanariau.com Via Mobile m.Wahanariau.com
Untuk Berbagi Berita / Informasi / Peristiwa
Silahkan SMS ke nomor HP : 085271472010
atau email ke alamat : [email protected]
Harap camtumkan detail data diri Anda
Pengutipan Berita dan Foto, Cantumkan Wahanariau.com Sebagai Sumber Tanpa Penyingkatan
TULIS KOMENTAR
BERITA TERKAIT
Kamis,18 Oktober 2018 - 00:50:50 WIB

Warga Laporkan Dugaan Korupsi di Kota Sungai Penuh ke KPK

JAKARTA - Sejumlah warga Desa Renah Kayu Embun, Kecamatan Kumun Debai, Kota Sungai Penuh, Provinsi J

Selasa,10 April 2018 - 12:47:20 WIB

Korban Dugaan Penipuan Oknum Polwan Terus Bertambah

MEDAN - Korban dugaan penipuan oknum Polwan, Briptu AHH, yang disebut-sebut bertugas di Satres Narko

Minggu,25 Desember 2016 - 17:45:36 WIB

Penemuan Mayat Perempuan, Polisi : Dugaan Sementara Anak Ini Habis Ngelem

INDRAGIRI HILIR (WAHANARIAU) -- Mayat prempuan tanpa identitas yang ditemukan di parit 15 Tembilahan

Kamis,12 Oktober 2017 - 15:08:55 WIB

Manajer PT SCA Ditahan Kejati Riau Terkait Dugaan Korupsi Lampu Jalan

PEKANBARU - Jaksa Pidana Khusus Kejaksaan Tinggi Riau menahan satu dari lima tersangka dugaan korups

Selasa,17 Januari 2017 - 21:58:27 WIB

Polisi Lepaskan Pelaku Dugaan Pencabulan Seorang Bocah di Dumai

DUMAI (WAHANARIAU) - Setelah dilakukan proses pemeriksaan selama kurun waktu beberapa jam, oleh tim

Jumat,17 Maret 2017 - 09:45:20 WIB

Panitia Pemasangan Listrik Desa Bukit Kerikil Diperiksa Tim Saber Pungli Terkait Dugaan Mark Up

PEKANBARU (WAHANARIAU) -- Tim Sapu Bersih Pungutan Liar (Saber Pungli) Polres Bengkalis Provinsi Ria

BERITA LAINNYA
Rabu,26 Februari 2020 - 17:19:41 WIB

Riau Raih Penghargaan Dari Arsip Nasional RI

SOLO - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau berhasil meraih penghargaan dari Arsip Nasional Republik I

Rabu,26 Februari 2020 - 17:17:21 WIB

Kanwil DJP Riau Serahkan Tersangka Tindak Pidana Perpajakan ke Kejaksaan

PEKANBARU - Penyidik Pegawai Negeri Sipil Kantor Wilayah DJP Riau melalui Korwas PPNS Kepolisian Dae

Rabu,26 Februari 2020 - 17:00:36 WIB

DHL Express is a Top Employer in Asia Pacific for Sixth Consecutive Year

World leader in express logistics is certified in 63 countries worldwide -- more countries than an

BERGABUNG DI SINI
KABAR POPULER
IKUTI BERITA KAMI