• Follow Us On : 

Manuver Tiga Jenderal di Pilkada 2018


Redaksi | Selasa,10 April 2018 - 15:33:21 WIB
Dibaca: 165 kali 
Manuver Tiga Jenderal di Pilkada 2018

PILKADA - Siapa pun boleh bertarung di pilkada serentak yang digelar tahun depan. Termasuk bagi mereka yang bekerja di institusi pertahanan negara seperti TNI atau Polri.

Dilansir Kumparan, pada tahun 2018 nanti ada beberapa jenderal polisi maupun TNI yang masih aktif yang digadang akan berlaga di pesta politik Pilkada Serentak 2018.

Siapa saja mereka?

1. Pangkostrad Letjen Edy Rahmayadi
Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad), Letjen TNI Edy Rahmayadi, mendaftar sebagai bakal calon gubernur Sumatera Utara melalui Partai Amanat Nasional (PAN).

Pendaftaran tersebut berupa pengembalian formulir ke kantor Partai Amanat Nasional (PAN) Sumut di Medan, Jumat (29/9/2018), yang diserahkan Ketua DPW Partai Perindo Sumut Rudi Zulham Hasibuan sebagai perwakilan. Selain ke PAN, Edy mengatakan telah membangun komunikasi dengan beberapa partai politik lainnya. Namun ia enggan menyebutkan nama parpolnya.

Edy mengaku siap mundur agar dapat serius maju jadi cagub Sumut dan memenuhi syarat pencalonan. Pengunduran dirinya dari TNI, jelas Edy, akan dia lakukan pada Januari 2018. Sehingga saat mendaftakan diri sebagai calon gubernur di KPU, Edy bukan lagi anggota TNI.

"Ada waktunya (pengunduran diri -red). Waktunya itu di bulan Januari," ujar Edy saat menghadiri serangkaian acara persiapan HUT ke-72 TNI di Cilegon, Banten, Kamis (28/9/2018).

Edy mengklaim Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo sudah menyetujui langkahnya mencalonkan diri sebagai Gubernur Sumatera Utara. Hanya saja, dia menyatakan akan kembali menemui Gatot sesaat sebelum pengunduran diri. "Iya (Gatot setuju-red). Fixed-lah nanti saya menghadap beliau dulu," sebutnya.

2. Kakor Brimob Irjen Murad Ismail
DPP Partai Nasdem resmi mengusung Kepala Korps Brimob Irjen Polisi Murad Ismail pada Pilgub Maluku 2018 mendatang. Keputusan itu diambil setelah Ketua Umum Nasdem Surya Paloh yang didampingi oleh Tim Tujuh Bapilu Nasdem bertemu Murad Ismail di kantor DPP NasDem.

Sekretaris Bapilu dan Ketua bidang Media dan Komunikasi Publik Nasdem Willy Aditya mengatakan terpilihnya Murad telalh melalui proses penjaringan yang ketat di internal partai. Bagi Nasdem, setiap pilkada sangat penting, karena pilkada akan menentukan proses pembangunan dan kesejahteraan masyarakat di daerah.

“Ada beberapa pertimbangan mengapa Nasdem mendukung Murad Ismail. Pertama, Partai Nasdem dalam kontestasi pilkada selalu memajukan putra-putri terbaik. NasDem melihat rekam jejak Murad Ismail yang bisa diterima oleh semua kelompok masyarakat Maluku. Untuk kondisi Maluku hal tersebut sangatlah penting. Kedua, elektabilitas Murad Ismail yang terus menanjak," ujar Willy dalam keterangan yang diterima kumparan, Kamis (28/9/2018).

Murad sendiri mengaku masih belum memutuskan untuk mau menerima pinangan Nasdem atau tidak.

Murad Ismail merupakan putra kelahiran Maluku yang sekarang menjabat sebagai Kakor Brimob Polri dengan pangkat inspektur jenderal. Pada tahun 2013 sampai dengan 2015, perwira tinggi bintang dua itu pernah menjabat sebagai Kapolda Maluku.

3. Kapolda Sumut Irjen Paulus Waterpauw
Irjen Paulus Waterpauw mendaftarkan diri jadi bakal calon Gubenur Papua dalam pilkada serentak 2018 pada bulan Juni lalu. Paulus mendaftar ke Partai Golkar.

"Ini sebagai bukti keseriusan Paulus Waterpauw untuk maju dalam Pilgub Papua. Kami dari Partai Golkar juga serius untuk menerima dan mau mengusung Kaka Besar," kata Ketua Tim Pendaftaran Seleksi Calon Kepala Daerah Pilkada Serentak 2018 Partai Golkar Papua, Sefnat Masnifit, Senin (12/6/2018).

Paulus mengaku akan mengikuti mekanisme resmi di kepolisian jika dia telah resmi ditetapkan sebagai cagub. Ia juga nantinya akan berkoordinasi dengan para petinggi Polri.

Paulus sebelum menjabat sebagai Kapolda Sumatera Utara memang pernah menjabat sebagai Kapolda Papua. Sejumlah isu menerpa ketika dia menyatakan diri berniat maju di Pilgub Papua, yang paling kencang adalah soal adanya pertemuan dirinya dengan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Budi Gunawan dan Gubernur Papua saat ini Lukas Enembe.

Pertemuan yang berlangsung di rumah Budi, bilangan Jakarta Selatan, diduga membahas soal pemenangan Joko Widodo dan PDIP pada Pemilu 2019. Kabar miring itu tersebar melalui pesan berantai Whatsapp yang mencatut nama Panglima TNI.

Kabar itu pun dibantah Polri dan Lukas. Keduanya membenarkan ada pertemuan di rumah Budi Gunawan pada awal September, tapi tidak ada pembahasan soal Pemilu 2019.

Menurut Karo Penmas Mabes Polri Brigjen Rikwanto, pertemuan itu membahas kondisi Papua pascapilkada 2017 dan pengamanan untuk pilkada 2018.

"Itu koordinasi keamanan. Polri membantah kabar di media sosial yang menyebutkan bahwa terjadi deal politik terkait Pilkada Papua," kata Rikwanto. (Kumparan)


Akses Wahanariau.com Via Mobile m.Wahanariau.com
Untuk Berbagi Berita / Informasi / Peristiwa
Silahkan SMS ke nomor HP : 085271472010
atau email ke alamat : [email protected]
Harap camtumkan detail data diri Anda
Pengutipan Berita dan Foto, Cantumkan Wahanariau.com Sebagai Sumber Tanpa Penyingkatan
TULIS KOMENTAR
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Rabu,25 April 2018 - 18:50:33 WIB
Aksi Demo Mahasiswa Terkait Anjloknya Harga Kelapa

Duduki Kantor DPRD Inhil, Massa Aksi Lakukan Sidang Rakyat Dan Sampaikan 3 Tuntutan

Tembilahan - Aliansi Pemuda Mahasiswa Indragiri Hilir (APMI) menggelar aksi demonstrasi terkait

Rabu,25 April 2018 - 18:49:59 WIB
TMMD Ke - 101

Usia Boleh Tua, Namun Semangat Harus Terus Menyala

KERINTANG - 'Usia Boleh Tua, Namun Semangat Harus Terus Menyala', agaknya kalimat itula

Rabu,25 April 2018 - 17:29:06 WIB

DasCoin Set To Trade On Public Exchanges

LONDON - Media OutReach - APRIL 25, 2018 - DasCoin, the Currency of Trust and the store of


BERGABUNG DI SINI
KABAR POPULER
IKUTI BERITA KAMI