• Follow Us On : 

Politik Medsos Berujung Kematian di Madura


Redaksi | Rabu,28 November 2018 - 01:35:01 WIB
Dibaca: 424 kali 
Politik Medsos Berujung Kematian di Madura Anggota PPS Sampang tewas ditembak. Penembakan itu dipicu oleh unggahan di media sosial (Foto: dok. Istimewa)

SAMPANG - Posting-an tentang politik di media sosial menewaskan Subaidi (40). Anggota Panitia Pemungutan Suara (PPS) di Sampang, Madura, Jawa Timur, itu tewas ditembak Idris (30).

Penembakan terjadi pada Rabu (21/11/2018) pukul 13.00 WIB. Cekcok bermula saat akun Idris berkomentar di laman Facebook seseorang yang mem-posting 'Siapa pendukung Jokowi yang ingin merasakan pedang ini'. Akun milik Idris memberikan komentar 'Saya pingin merasakan tajamnya pedang tersebut'.

Keesokan harinya, Idris didatangi oleh seseorang yang tidak terima atas komentar Idris. Kepada orang yang mendatangi itu, Idris mengatakan akun Facebook miliknya sudah tidak bisa dia kendalikan karena ponselnya sudah dijual.

Sehari kemudian, beredar video yang memperlihatkan Idris saat didatangi oleh orang tersebut. Polisi menyatakan posting-an di video itu dibumbui kalimat yang menyudutkan dan mengancam Idris.

Pada Rabu (21/11/2018) pagi, Idris keluar rumah dan sempat berpapasan dengan Subaidi. Idris dan Subaidi terlibat tabrakan motor kemudian berkelahi. Merujuk pada keterangan polisi, Subaidi sempat mengeluarkan pisau dalam perkelahian itu. Sedangkan Idris mengeluarkan pistol dan menembak dada kiri Subaidi hingga akhirnya tewas.

Polisi menduga Idris merencanakan pembunuhan tersebut. Polisi menduga Idris melakukan persiapan, yakni membawa senjata api dan mencegat korban. Berarti ada tenggang waktu yang disiapkan pelaku.

"Ini adalah masalah yang sudah jelas, adakah pembunuhan berencana? Karena ada persiapan yang dilakukan oleh tersangka terhadap korban itu, yaitu dengan mempersiapkan senjata api rakitan dengan pelurunya itu, dengan melakukan pencegatan," kata Kabid Humas Polda Jatim Kombes Frans Barung Mangera saat dihubungi detikcom, Selasa (27/11/2018).

Terkait kasus ini, timses dari kubu Joko Widodo-Ma'ruf Amin maupun Prabowo Subianto-Sandiaga Uno mengimbau para pendukung agar tak mudah terprovokasi.

Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf mengajak para pendukung Jokowi-Ma'ruf mengisi masa kampanye dengan kegiatan menggembirakan, substantif, dan bersifat positif.

"Kepada para pendukung capres nomor 01, kami mengajak selalu waspada atas provokasi dan intimidasi," ungkap Wakil Ketua TKN Jokowi-Ma'ruf, Johnny G Plate, lewat pesan singkat, Selasa (27/11/2018).

Hal senada disampaikan juru bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga, Andre Rosiade. Andre berharap kasus ini menjadi pelajaran bagi seluruh pihak tanpa kecuali untuk berhenti melakukan provokasi.

"Ini harus menjadi pelajaran bagi semua pihak bahwa harus mengakhiri dan mengurangi diksi yang menghina pribadi dan memprovokasi alias jadi 'kompor'," kata Andre kepada wartawan, Selasa (27/11/2018).

Sumber : detik


Akses Wahanariau.com Via Mobile m.Wahanariau.com
Untuk Berbagi Berita / Informasi / Peristiwa
Silahkan SMS ke nomor HP : 085271472010
atau email ke alamat : [email protected]
Harap camtumkan detail data diri Anda
Pengutipan Berita dan Foto, Cantumkan Wahanariau.com Sebagai Sumber Tanpa Penyingkatan
TULIS KOMENTAR
BERITA TERKAIT
Kamis,12 Januari 2017 - 14:59:10 WIB

ICW: Jual Beli Jabatan Cara Kepala Daerah Dapatkan Modal Politik

JAKARTA (WAHANARIAU) -- KPK menemukan praktik jual beli jabatan di kasus dugaan suap Bupati Klaten S

Jumat,02 Maret 2018 - 15:08:16 WIB

Permintaan Ba'asyir Agar Menjadi Tahanan Rumah, Wiranto Imbau Jangan Dikaitkan ke Politik

JAKARTA - Menko Polhukam Wiranto belum memberikan sinyal terkait permohonan terpidana kasus ter

Kamis,26 Januari 2017 - 14:27:18 WIB

Jaksa Minta Hakim Cabut Hak Politik Mantan Ketua DPRD Riau dan Bupati Rohul Non Aktif

PEKANBARU (WAHANARIAU) - Selain tuntutan kurngan enam tahun penjara bagi mantan Ketua DPRD Riau Joha

Selasa,29 Januari 2019 - 09:54:14 WIB

Pengamat Politik : Kasus Ahmad Dhani Pemenjaraan Akal Sehat

JAKARTA – Politisi senior Fahri Hamzah yakin elektabilitas Jokowi turun drastis akibat penahan

BERITA LAINNYA
Sabtu,13 April 2019 - 02:03:12 WIB

The Ancient Art of a Powerful Divination Method is Sparking Global Interest

Chinese Metaphysics Expert Dato' Joey Yap Held the Biggest-ever Qi Men Dun Jia Class for over 2,

Sabtu,13 April 2019 - 01:53:33 WIB

MSIG Launches Gluco SafeGuard

The First General Insurer To Launch An Innovative Product For People With Pre-Diabetes And Type

Sabtu,13 April 2019 - 01:49:13 WIB

Sega Entertainment Selects Infor ERP Solution to Modernise its Operating Environment

Deploys versatile “Infor LN” to streamline workflows limited by highly-customized missio

BERGABUNG DI SINI
KABAR POPULER
IKUTI BERITA KAMI