• Follow Us On : 

Dugaan Tumpukan Limbah PT Bukara, Ini Tanggapan Legislator Dumai


Redaksi | Selasa,11 Februari 2020 - 16:31:16 WIB
Dibaca: 1053 kali 
Dugaan Tumpukan Limbah PT Bukara, Ini Tanggapan Legislator Dumai

DUMAI - Dugaan penumpukan limbah padat sisa produksi PT Bumi Karyatama Raharja (Bukara) Dumai (Taiko Group) perusahaan yang beroperasi di Kawasan Industri Dumai (KID) di Keluarahan Pelintung, Kecamatan Medang Kampai, Kota Dumai, mendapat perhatian serius dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Dumai.

Tumpukan limbah pada sisa produksi bleaching earth sebagai bahan penjernih crude palm oil (CPO) yang menyerupai tanah kuning tersebut ditumpuk di kawasan operasi perusahaan dan terlihat seperti lapangan bola, dan disebut sebut mengandung Bentenit, Kapur Tohor, dan Asam Sulfat.

Menurut Sekretaris Fraksi Gerindra DPRD Dumai Johannes MP Tetelepta bahwa penimbunan limbah adalah kegiatan menempatkan limbah bahan beracun berbahaya (B3) pada fasilitas penimbunan agar tidak membahayakan kesehatan manusia dan lingkungan hidup.

Menurutnya, pabrik Bukara yang bergerak di bidang pengolahan minyak kelapa sawit ini ditengarai juga tidak memiliki izin Instalasi pengolahan air limbah domestik (IPAL).

"Penimbunan limbah oleh PT Bukara juga menyalahi ketentuan berlaku, dan kita akan perlakukan sama dengan perusahaan lain jika melakukan pelanggaran aturan lingkungan," kata Johannes kepada pers, Senin (10/2/2020).

Dia menilai pada prinsipnya semua perusahaan harus tunduk dengan aturan, jika melanggar maka harus ditindak tegas tanpa terkecuali.

Dijelaskan, dasar hukum perusahaan harus mengelola limbah sesuai ketentuan, terdiri Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup, dan Peraturan Pemerintah Nomor 27 Tahun 2012 tentang izin lingkungan, serta Peraturan Pemerintah Nomor 101 Tahun 2014 tentang pengelolaan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3).

Kemudian, Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 18 Tahun 2009 tentang tata cara perizinan pengelolaan limbah bahan berbahaya dan beracun, dan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 05 Tahun 2012 tentang jenis rencana usaha dan/atau kegiatan yang wajib memiliki analisis mengenai dampak lingkungan hidup.

Sementara, Pejabat HRD PT Bukara Dumai Desi Anggraini saat dikonfirmasi lewat telepon seluler dan pesan WhatsApp, Selasa (11/2/2020) masih bungkam, namun kepada wartawan beberapa waktu lalu Desi pernah menyatakan belum ada upaya pemindahan limbah tersebut ke tempat penampungan dan masih ditumpuk di area perusahaan.

"Kita belum ada pindahin ke penampungan pak, masih dalam wilayah Bukara juga," kata Desi dikonfirmasi wartawan beberapa waktu lalu.

Lamanya limbah tersebut ditumpuk di wilayah operasional perusahaan, dan mengenai izin pengelolaan limbah yang ditumpuk, Desi Anggraini tak dapat menjawab secara pasti. "Kalo soal ini nanti kita tanyakan ke management dulu ya pak kita mau jawab apa. Nanti kita bicarakan lagi ya pak soal izinnya, soalnya ini kan tidak dibuang keluar pak," tutupnya.

Diberitakan sebelumnya, keberadaan PT Bukara di Dumai tidak berkontribusi atau kemungkinan pendapatan daerah dan negara berkurang karena diduga ilegal atau tidak mengantongi izin, seperti izin lokasi, izin mendirikan bangunan dan bahkan izin usaha tidak punya, padahal harusnya dilengkapi dan dan tidak mengabaikan norma peraturan berlaku.

"Kita tidak menghambat investasi, malah akan mendukung penuh, tapi dengan cara baik dan profesional. Dari awal perusahaan harus mentaati aturan dengan mengurus semua perizinan sebelum beroperasi," kata Johannes baru ini.

Lokasi PT Bukara dalam peta rencana tata ruang wilayah berada di kawasan atau lahan peruntukkan industri (KPI) yang belum memiliki izin untuk kawasan industri, dan dampaknya selain pemasukan keuangan daerah berkurang, juga terdapat sejumlah potensi pendapatan negara yang hilang, dan tentu saja ini nantinya akan menjadi masalah besar.

Instansi terkait agar mengecek informasi dan kondisi perusahaan tak mengantongi izin tapi tetap beroperasi ini, karena bisa menjadi preseden buruk buat daerah.

PT Bukara, dianggap hanya mengambil keuntungan dengan tidak memiliki izin dan beroperasi karena ada kewajiban tidak dipenuhi, dan jika memiliki Izin prinsip juga tidak boleh melakukan usaha komersial.*** (tim)


Akses Wahanariau.com Via Mobile m.Wahanariau.com
Untuk Berbagi Berita / Informasi / Peristiwa
Silahkan SMS ke nomor HP : 085271472010
atau email ke alamat : [email protected]
Harap camtumkan detail data diri Anda
Pengutipan Berita dan Foto, Cantumkan Wahanariau.com Sebagai Sumber Tanpa Penyingkatan
TULIS KOMENTAR
BERITA TERKAIT
Senin,03 Desember 2018 - 12:57:25 WIB

Dugaan Monopoli PBM Wood Chips PT IKPP, Ada Apa dengan Pelindo Dumai?

DUMAI - Kegiatan bongkar wood chips milik PT Indah Kiat & Paper (IKPP) dilaut Dumai menimbu

Rabu,22 Januari 2020 - 16:54:26 WIB

Dugaan Pencemaran Lingkungan, Pelindo Dumai Bakal Panggil Managemen PT EDI

DUMAI - General Manager Pelindo I Cabang Dumai Jonedi Ramli akan memanggil managemen PT Eka Dura Ind

Selasa,22 Agustus 2017 - 01:54:08 WIB

Kejagung Tetapkan Tersangka Kasus Dugaan Suap Penjualan Faktur Pajak

JAKARTA (Wahanariau) - Kejaksaan Agung melakukan pengembangan kasus dugaan penerimaan suap penjualan

Selasa,04 Desember 2018 - 15:38:57 WIB

Dugaan Permainan Bongkar Wood Chips Milik IKPP, Aparat Hukum Diminta Usut Pelindo Dumai

DUMAI - Aparat hukum diminta usut permainan di Perusahaan PT Pelindo I Cabang Dumai diduga teng

BERITA LAINNYA
Jumat,29 Mei 2020 - 17:40:36 WIB

Sisihkan Penghasilan dari YouTube, Yusuf Subhan Bangun Pondok Pesantren

PADANG – Keberadaan YouTube saat ini sangat mendukung eksistensi dan produktivitas para pegiat

Jumat,29 Mei 2020 - 17:26:16 WIB

Musisi Asal Lampung Adhi SM Ungkap Cara Silaturahmi Lebaran saat Pandemi

PADANG - Hari Raya Idul Fitri sebenarnya tak ada perbedaan di setiap tahunnya. Hari kemenangan ini b

Kamis,28 Mei 2020 - 14:47:30 WIB

Usia Remaja Rawan Terpapar Penyalahgunaan Narkoba

BANDUNG - Setiap orang tua pasti menghendaki anaknya lahir, tumbuh dan berkembang di lingkungan yang

BERGABUNG DI SINI
KABAR POPULER
IKUTI BERITA KAMI