• Follow Us On : 

Prawita Genppari Rumuskan Strategi Pemulihan Ekonomi Bidang Kepariwisataan


Redaksi | Kamis,14 Mei 2020 - 15:22:15 WIB
Dibaca: 184 kali 
Prawita Genppari Rumuskan Strategi Pemulihan Ekonomi Bidang Kepariwisataan

BANDUNG - Sampai hari ini jumlah warga yang dinyatakan positip Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) terus bertambah. Meskipun berbagai penelitian dengan menggunakan pemodelan matematik banyak dilakukan oleh para ahli, tapi tidak ada yang bisa memastikan kapan wabah ini akan berakhir 100 persen.

Bahkan ada yang memprediksikan kalaupun sudah dinyatakan berakhir, akan tetapi harus tetap waspada untuk selalu menjaga kebersihan guna menghindari kemungkinan munculnya Covid-19 gelombang kedua. Tentu tidak diharapkan, namun hal tersebut bisa saja terjadi jika protokol kesehatan tidak diperhatikan oleh masyarakat.

Di samping itu yang tidak kalah pentingnya adalah memikirkan strategi pemulihan ekonomi masyarakat yang terdampak oleh wabah tersebut. Menjaga kesehatan memang sangat penting, tetapi pemulihan ekonomi masyarakatpun tidak kalah pentingnya.

Upaya pencegahan penyebaran virus dan upaya pemulihan ekonomi masyarakat sama pentingnya, karena kalau badan sehat tapi tidak ada makanan pun tetap saja bisa sakit atau malah meninggal karena kelaparan.

Oleh karena itu masing masing bidang harus segera merumuskan upaya pemulihan ekonomi masyarakat di bidangnya masing masing, karena jenis dan ragamnya yang banyak tentu memiliki strategi pemulihan yang berbeda beda.

"Khusus untuk bidang kepariwisataan, Prawita Genppari sudah memiliki konsep yang dirumuskan ke dalam grand desain strategi pemulihan ekonomi sektor kepariwisataan," kata Ketua Umum Prawita Genppari, Dede Farhan Aulawi di Bandung, Selasa (12/5/2020).

Konsep dasar normalisasi ekonomi di bidang kepariwisataan adalah penetapan protokol kesehatan di masing masing sub sektor kepariwisataan, misalnya protokol kesehatan di hotel, rumah makan, sarana transportasi, dan destinasi wisata. Di samping itu secara bersamaan membangun kesadaran kolektif dalam menjaga kebersihan, baik kebersihan diri, tempat dan lingkungan guna menjamin kenyamanan para wisatawan, baik wisatawan nusantara maupun wisatawan manca negara.

Dalam beberapa waktu ke depan meskipun Covid-19 secara resmi dinyatakan sudah berakhir, nampaknya konsep jaga jarak fisik atau physical distancing akan tetap perlu diterapkan guna mencegah penyebaran Covid-19, karena lebih baik mencegah daripada mengobati.

"Tentu bukan hanya jaga jarak, tetapi kelengkapan lain juga perlu diperhatikan, misalnya ketersediaan hand sanitazer di tempat tempat yang menjadi tujuan kunjungan, termasuk sarana transaportasi untuk menuju kesana," ujar Dede.

Selanjutnya Dede juga menambahkan bahwa tujuan wisata juga kelihatannya akan terjadi pergeseran atau reorientasi objek wisata. Destinasi yang terlalu ramai atau penuh pengunjung kemungkinan akan berkurang tingkat kunjungannya karena masih adanya kekhawatiran penularan.

"Oleh karena itu akan muncul orientasi baru yang lebih memperhatikan kesehatan, kebersihan dan kesejukan. Tujuan tujuan ke tempat baru yang masih sepi dan udaranya sejuk diprediksi akan lebih meningkat. Jadi model wisata outdoor akan lebih berkembang." kata Dede.

Pemilihan akomodasi juga tampaknya akan semakin selektif. Mungkin bukan hotel hotel yang ramai dikunjungi, yang penting tempatnya bersih (hygienis) dan nyaman. Tipe akomodasi seperti vila atau resort bisa menjadi favorit.

Guna menunjang ini semua, para pemangku kepentingan sebaiknya segera koordinasi dengan Kementerian atau Dinas Kesehatan untuk meminta panduan wisata pasca pandemi Covid-19 berakhir. Meski belum tahu kapan berakhirnya, tapi sebaiknya disiapkan dari sekarang.

Termasuk jika saat wisatawan ramai yang datang dari dalam dan luar negeri, lalu tiba tiba ada serangan wabah kembali yang luar biasa. Bagaimana mitigasi kebencanaan terhadap para wisatawan tadi? Siapa yang bertanggung jawab? Dan apa yang harus dilakukan? Apakah mereka bisa segera dipulangkan dengan cara dinatar langsung ke bandara, atau harus langsung di karantina?

"Nah hal hal semacam ini harus difikirkan dari sekarang dalam penyusunan paln A atau plan B nya. Lalu bagaimana dengan jaminan ketersediaan pangan? Higienitas makanan dan minuman, dan lain lain. Ini semua sudah dirumuskan oleh Prawita Genppari sebagai bagian integral dari strategi pemulihan ekonomi di bidang kepariwisataan," pungkas Dede menutup percakapan.


Akses Wahanariau.com Via Mobile m.Wahanariau.com
Untuk Berbagi Berita / Informasi / Peristiwa
Silahkan SMS ke nomor HP : 085271472010
atau email ke alamat : [email protected]
Harap camtumkan detail data diri Anda
Pengutipan Berita dan Foto, Cantumkan Wahanariau.com Sebagai Sumber Tanpa Penyingkatan
TULIS KOMENTAR
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Selasa,26 Mei 2020 - 12:30:35 WIB

Pengumuman Tanggal dan Lokasi Baru untuk Seafood Expo Asia

Edisi kesepuluh akan diadakan di Singapura AS - Media OutReach - 26 Mei 2020 - Seafood Expo Asia ed

Rabu,20 Mei 2020 - 12:27:04 WIB

New Dates and New Location Announced for Seafood Expo Asia

Tenth edition to be held in Singapore USA - Media OutReach - 20 May 2020 - The 2020 edition of Seaf

Rabu,20 Mei 2020 - 12:19:32 WIB

Chubb Life Launches Chubb LifeBalance in Hong Kong to Help Improve Overall Health and Well-being

CHINA - Media OutReach - 20 May 2020 - Chubb Life launches Chubb LifeBalance, a new 360° persona

BERGABUNG DI SINI
KABAR POPULER
IKUTI BERITA KAMI