• Follow Us On : 

Pemerintah Akan Distribusikan Oxygen Concentrator ke RS dan Tempat Isolasi


Redaksi | Selasa,27 Juli 2021 - 04:43:00 WIB
Dibaca: 412 kali 
Pemerintah Akan Distribusikan Oxygen Concentrator ke RS dan Tempat Isolasi

PEKANBARU - Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan seiring dengan lonjakan kasus COVID-19 terjadi kenaikan kebutuhan oksigen yang sangat tinggi menjadi 2.500 ton per hari, sementara kapasitas produksi hanya 1.700 ton per hari. Mengatasi hal tersebut, pemerintah telah melakukan sejumlah strategi. Salah satunya adalah melalui pengadaan oxygen concentrator.

“Ini juga sudah ada donasi 17.000 [unit oxygen concentrator] dan mulai berdatangan. Kita rencana sudah beli 20.000 unit yang nanti akan kita distribusikan ke seluruh rumah sakit dengan tempat isolasi,” ungkap Menkes dalam keterangan pers bersama, di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (26/07/2021) siang.

Dijelaskan Budi, setiap seribu unit oxygen concentrator dapat memproduksi sekitar 20 ton oksigen per hari. Peralatan kesehatan ini juga dapat didistribusikan dengan lebih mudah karena dapat menggantikan tabung-tabung oksigen besar.

“Jadi kita menghilangkan kebutuhan tabung yang besar-besar, kita menghilangkan kebutuhan transportasi logistik yang juga susah, kita juga menghilangkan kebutuhan pabrik-pabrik oksigen besar yang harus kita bangun dengan cepat,” jelasnya.

Terkait ketersediaan oksigen cair yang diperlukan di ruang ICU rumah sakit (RS), pemerintah mendorong produsen oksigen di Indonesia untuk memaksimalkan kapasitas produksinya untuk oksigen medis. Selain itu. Pabrik industri lain yang juga memproduksi oksigen juga diminta untuk memproduksi oksigen medis.

“Kekurangannya akan kita dapat dengan memanfaatkan extra capacity dari pabrik-pabrik oksigen yang ada di Indonesia maupun extra capacity dari pabrik industri lain yang memproduksi oksigen, misalnya pabrik baja, pabrik smelter, nikel, pabrik pupuk. Mereka memproduksi oksigen di dalam negeri itu yang nanti akan kita tarik dan akan kita distribusikan ke seluruh provinsi,” kata Menkes.

Selain ketersediaan oksigen, dalam keterangan persnya Menkes juga menyoroti masalah tingginya angka kematian akibat COVID-19 dalam beberapa waktu terakhir. Ia mengatakan salah satu penyebabnya adalah karena pasien masuk ke RS sudah dalam kondisi perburukan.

“Saya sudah cek dengan banyak direktur utama rumah sakit, penyebabnya telat masuk, saturasinya sudah sangat rendah,” ujarnya. Untuk itu, Menkes mengingatkan pentingnya mengukur saturasi oksigen dengan oksimeter terutama bagi warga yang melakukan isolasi mandiri (isoman) di rumah.

“Kalau itu [angka saturasi] sudah di bawah 94 persen segera dibawa ke rumah sakit atau di isolasi terpusat. Kalau di atas 94 persen tidak usah dibawa karena akan memenuhi rumah sakit, orang yang butuh masuk jadi enggak bisa masuk. Yang penting jangan tunggu sampai turun 80-70 [persen] karena merasa sehat,” tegasnya.

Ditambahkan Menkes, agar angka kematian dapat ditekan, dibutuhkan perawatan yang tepat sejak dini. “Di seluruh dunia dari 100 yang sakit [COVID-19], yang masuk rumah sakit cuma 20 persen, yang wafat mungkin sekitar 1,7 persen, lebih rendah dari TBC atau HIV. Tapi harus dirawat dengan tepat dan cepat,” ujarnya.

Menkes juga mengimbau masyarakat yang melakukan isoman untuk melaporkan diri kepada Satuan Tugas Penanganan COVID-19 di daerahnya sehingga dapat terus dipantau. Hal ini juga dapat menurunkan risiko kematian pada pasien yang melakukan isoman.

“Jadi tolong kalau ada yang sakit segera dilaporkan ke puskesmas, ke klinik, ke dokter agar bisa dites cepat sehingga kita bisa tahu level derajat keparahannya seperti apa dan di-treatment sesuai dengan derajat keparahannya. Mudah-mudahan dengan itu kita bisa menurunkan kematian rekan-rekan kita,” pungkasnya. (mediacenterriau)


Akses Wahanariau.com Via Mobile m.Wahanariau.com
Untuk Berbagi Berita / Informasi / Peristiwa
Silahkan SMS ke nomor HP : 085271472010
atau email ke alamat : [email protected]gmail.com
Harap camtumkan detail data diri Anda
Pengutipan Berita dan Foto, Cantumkan Wahanariau.com Sebagai Sumber Tanpa Penyingkatan
TULIS KOMENTAR
BERITA TERKAIT
Rabu,01 Februari 2017
Ruas Jalan Rusak Parah ke Kampus

BEM Uniks Butuh Perhatian Pemerintah

TELUKKUANTAN (WAHANARIAU) - Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Islam Kuantan Singingi (Unik

Selasa,22 Agustus 2017

Orasi Damai Forum Gerak Kritik Pemerintahaan Bupati Dihadang Masa PP dan KNPI Bengkalis

BENGKALIS (Wahanariau) - Aksi damai yang dilakukan Masyarakat Kabupaten Bengkalis yang mengatasnamak

Sabtu,21 Januari 2017

Pembayaran Sisa Tunjangan Profesi Guru Empat Bulan Murni Kewajiban Pemerintah

TELUKKUANTAN (WAHANARIAU) - Pembayaran sisa tunjangan profesi guru (TPG) empat bulan terakhir di 201

Kamis,12 Oktober 2017

Satu Tahun Pemerintahan Bupati, Diskominfo Kuansing Sukses Jalankan Sejumlah Program Unggulan

PEKANBARU - Selama lebih kurang satu tahun Pemerintahan Bupati Mursini dan Wakil Bupati Halim, memim

Jumat,09 Desember 2016

Pengembangan Potensi Kelapa Di Desa Suko Harjo Jaya Perlu Dukungan Pemerintah Setempat

TEMBILAHAN (WAHANARIAU) - Pemerintah Desa Suko Harjo Jaya, Kecamatan Pulau Burung, Kabupaten Inhil m

Minggu,20 Mei 2018

Pemkab Inhil Gelar Rakor Pemerintah Daerah

  Tembilahan - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Indragiri Hilir (Inhil) menggelar Rapat Koord

BERITA LAINNYA
Jumat,26 November 2021

Jacobson Pharma Announces FY2022 Interim Results

Robust Growth of 11.6% in Generics Business Amidst the Pandemic; Confident about Sustaining Str

Jumat,26 November 2021

HONMA Golf Announces Robust FY2021/22 Interim Results for the Six Months ending Sep 30, 2021

Half year sales of JPY 11,872 million, up 31.1% and 12.1% versus same period of FY2020 and FY2019

Jumat,26 November 2021

JD.ID Secara Eksklusif Menjual Spark 7 Terbaru dari TECNO

JAKARTA - 26 November 2021 - Belum lama ini, Jingdong Indonesia (JD.ID) dan TECNO mengumumkan kemitr

BERGABUNG DI SINI
KABAR POPULER
IKUTI BERITA KAMI