• Follow Us On : 

Pemerintah Akan Distribusikan Oxygen Concentrator ke RS dan Tempat Isolasi


Redaksi | Selasa,27 Juli 2021 - 04:43:00 WIB
Dibaca: 595 kali 
Pemerintah Akan Distribusikan Oxygen Concentrator ke RS dan Tempat Isolasi

PEKANBARU - Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan seiring dengan lonjakan kasus COVID-19 terjadi kenaikan kebutuhan oksigen yang sangat tinggi menjadi 2.500 ton per hari, sementara kapasitas produksi hanya 1.700 ton per hari. Mengatasi hal tersebut, pemerintah telah melakukan sejumlah strategi. Salah satunya adalah melalui pengadaan oxygen concentrator.

“Ini juga sudah ada donasi 17.000 [unit oxygen concentrator] dan mulai berdatangan. Kita rencana sudah beli 20.000 unit yang nanti akan kita distribusikan ke seluruh rumah sakit dengan tempat isolasi,” ungkap Menkes dalam keterangan pers bersama, di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (26/07/2021) siang.

Dijelaskan Budi, setiap seribu unit oxygen concentrator dapat memproduksi sekitar 20 ton oksigen per hari. Peralatan kesehatan ini juga dapat didistribusikan dengan lebih mudah karena dapat menggantikan tabung-tabung oksigen besar.

“Jadi kita menghilangkan kebutuhan tabung yang besar-besar, kita menghilangkan kebutuhan transportasi logistik yang juga susah, kita juga menghilangkan kebutuhan pabrik-pabrik oksigen besar yang harus kita bangun dengan cepat,” jelasnya.

Terkait ketersediaan oksigen cair yang diperlukan di ruang ICU rumah sakit (RS), pemerintah mendorong produsen oksigen di Indonesia untuk memaksimalkan kapasitas produksinya untuk oksigen medis. Selain itu. Pabrik industri lain yang juga memproduksi oksigen juga diminta untuk memproduksi oksigen medis.

“Kekurangannya akan kita dapat dengan memanfaatkan extra capacity dari pabrik-pabrik oksigen yang ada di Indonesia maupun extra capacity dari pabrik industri lain yang memproduksi oksigen, misalnya pabrik baja, pabrik smelter, nikel, pabrik pupuk. Mereka memproduksi oksigen di dalam negeri itu yang nanti akan kita tarik dan akan kita distribusikan ke seluruh provinsi,” kata Menkes.

Selain ketersediaan oksigen, dalam keterangan persnya Menkes juga menyoroti masalah tingginya angka kematian akibat COVID-19 dalam beberapa waktu terakhir. Ia mengatakan salah satu penyebabnya adalah karena pasien masuk ke RS sudah dalam kondisi perburukan.

“Saya sudah cek dengan banyak direktur utama rumah sakit, penyebabnya telat masuk, saturasinya sudah sangat rendah,” ujarnya. Untuk itu, Menkes mengingatkan pentingnya mengukur saturasi oksigen dengan oksimeter terutama bagi warga yang melakukan isolasi mandiri (isoman) di rumah.

“Kalau itu [angka saturasi] sudah di bawah 94 persen segera dibawa ke rumah sakit atau di isolasi terpusat. Kalau di atas 94 persen tidak usah dibawa karena akan memenuhi rumah sakit, orang yang butuh masuk jadi enggak bisa masuk. Yang penting jangan tunggu sampai turun 80-70 [persen] karena merasa sehat,” tegasnya.

Ditambahkan Menkes, agar angka kematian dapat ditekan, dibutuhkan perawatan yang tepat sejak dini. “Di seluruh dunia dari 100 yang sakit [COVID-19], yang masuk rumah sakit cuma 20 persen, yang wafat mungkin sekitar 1,7 persen, lebih rendah dari TBC atau HIV. Tapi harus dirawat dengan tepat dan cepat,” ujarnya.

Menkes juga mengimbau masyarakat yang melakukan isoman untuk melaporkan diri kepada Satuan Tugas Penanganan COVID-19 di daerahnya sehingga dapat terus dipantau. Hal ini juga dapat menurunkan risiko kematian pada pasien yang melakukan isoman.

“Jadi tolong kalau ada yang sakit segera dilaporkan ke puskesmas, ke klinik, ke dokter agar bisa dites cepat sehingga kita bisa tahu level derajat keparahannya seperti apa dan di-treatment sesuai dengan derajat keparahannya. Mudah-mudahan dengan itu kita bisa menurunkan kematian rekan-rekan kita,” pungkasnya. (mediacenterriau)


Akses Wahanariau.com Via Mobile m.Wahanariau.com
Untuk Berbagi Berita / Informasi / Peristiwa
Silahkan SMS ke nomor HP : 085271472010
atau email ke alamat : [email protected]
Harap camtumkan detail data diri Anda
Pengutipan Berita dan Foto, Cantumkan Wahanariau.com Sebagai Sumber Tanpa Penyingkatan
TULIS KOMENTAR
BERITA TERKAIT
Minggu,03 September 2017

Bertahun Tak Ada Perhatian Pemerintah, Warga Duri Swadaya Perbaiki Jalan Rusak

DURI (Wahanariau) - Gundah gulana akan kondisi Jalan yang ada lingkungannya yang telah menimbulkan k

Selasa,22 Agustus 2017

Orasi Damai Forum Gerak Kritik Pemerintahaan Bupati Dihadang Masa PP dan KNPI Bengkalis

BENGKALIS (Wahanariau) - Aksi damai yang dilakukan Masyarakat Kabupaten Bengkalis yang mengatasnamak

Sabtu,20 Mei 2017

Ketua Komisi II DPRD Inhil Minta Pengelola Alat Berat Bantuan Dari Pemerintah Pahami Kemampuannya

TEMBILAHAN - Ketua Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD)  Kabupaten Indragiri Hilir (

Minggu,16 September 2018

Insan Pers Dan Perusahaan Media Di Inhil Mitra Yang 'Dimanjakan' Pemerintah

  Tembilahan - Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian dan Statistik (Diskominfop

Kamis,05 Juli 2018

Embarkasi Haji Batal, Wagubri: Pemerintah Pusat Tidak Peduli Aspirasi Masyarakat Riau

PEKANBARU - Embarkasi haji di Provinsi Riau gagal terlaksana tahun ini. Padahal, Pemerintah Provinsi

Sabtu,20 Agustus 2016

Pemerintah Pusat Akan Pangkas DBH Riau Rp 68,8 Triliun

PEKANBARU (WR) - Pemerintah pusat akan memangkas anggaran Dana Bagi Hasil (DBH) pada APBN-P 2016 seb

BERITA LAINNYA
Kamis,12 Mei 2022

Oracle Red Bull Racing Drivers Max Verstappen and Sergio Pérez Take a Ride to Become Crypto Insiders With Bybit

As one of the crypto-inspired initiatives of its partnership with Oracle Red Bull Racing, Bybit cr

Kamis,12 Mei 2022

Vietjet and HDBank Partner to Make Air Travel More Convenient, Cashless and Rewarding with the HDBank Vietjet Platinum Co-branded Card

HO CHI MINH CITY - 12 May 2022 - HDBank and Vietjet have collaborated to launch Vietnam's foremo

Kamis,12 Mei 2022

IFC and HDBank Have Strategic Cooperation, Supporting to Scale up Finance for Small and Medium Enterprises and Participation in the Global Supply Chains, Including High-tech Agricultural Chain

HONG KONG SAR - 12 May 2022 - At the Google I/O 2022 held from May 11 to 12, Google officially unvei

BERGABUNG DI SINI
KABAR POPULER
IKUTI BERITA KAMI