• Follow Us On : 

Pertumbuhan Ekonomi Riau Diprediksi Meningkat di 2017


UJ. Jambek | Sabtu,28 Januari 2017 - 18:26:12 WIB
Dibaca: 2575 kali 
Pertumbuhan Ekonomi Riau Diprediksi Meningkat di 2017 Ilustrasi grafik pertumbuhan ekonomi

PEKANBARU (WAHANARIAU) - Bank Indonesia (BI) Provinsi Riau memprediksi pertumbuhan ekonomi di Bumi Melayu ini pada kisaran 3 sampai 4 persen. Hal ini lebih baik dari tahun 2016 lalu, hanya 1,5 sampai 2,5 persen. 

"Kisaran 3 sampai 4 persen itu dengan tendensi berada di batas bawah sehubungan dengan dinamika dan ketidakpastian ekonomi global,"ungkap Kepala Perwakilan BI Provinsi Riau, Ismet Inono baru - baru ini. 

Untuk pertumbuhan ekonomi 2016 ternyata lebih baik dibandingkan 2015. Perbaikan pertumbuhan ekonomi Riau didorong meningkatnya konsumsi akhir tahun, realisasi proyek pemerintah. 

"Selain itu juga terjadi peningkatan harga komoditas yang berangsur membaik,”ungkapnya lagi. 

Ismet menyebutkan, optimisme pelaku usaha terutama di sektor unggulan Riau juga terus menunjukkan perbaikan akan berlanjut hingga tahun 2017. Meskipun sektor migas diprediksi akan terus mengalami perlambatan, pemulihan permintaan komoditas unggulan yang diindikasikan dengan peningkatan harga secara simultan mampu meningkatkan kinerja sektor pertanian dan industri pengolahan.

“Inflasi awal tahun 2017 diprediksi meningkat secara bulanan pada rentang 0,5-1,5 persen (month to month). Salah satu penyebabnya adalah terdapat potensi gejala la nina ringan yang berdampak pada keterbatasan pasokan kelompok pangan bergejolak ke Riau. Tekanan kenaikan harga berpotensi timbul dari komoditas beras, minyak goreng, daging sapi, daging ayam, telur ayam ras, bawang putih, kentang dan wortel,” ulasnya.

Kebijakan pengalihan pelanggan listrik berkapasitas 900 VA ke pelanggan 1.300 VA secara bertahap berpotensi mengalami peningkatan. Kebijakan tersebut akan berdampak pada 490 ribu penduduk Riau. Hingga akhir 2017, inflasi Riau secara tahunan diperkirakan berada pada rentang 3,8-4,8 persen. Masih berada pada target inflasi nasional 4 plus minus 1 persen dengan ekspektasi berada di batas bawah perkiraan.

Ismet mengungkapkan akhir 2016 sektor perbankan mengalami peningkatan. Aset perbankan mencapai Rp88,42 triliun atau tumbuh 8,24 persen. Dana pihak ketiga juga tumbuh 7,49 persen atau mencapai Rp66,69 triliun (year on year).(riaupos) 

 


Akses Wahanariau.com Via Mobile m.Wahanariau.com
Untuk Berbagi Berita / Informasi / Peristiwa
Silahkan SMS ke nomor HP : 085271472010
atau email ke alamat : [email protected]
Harap camtumkan detail data diri Anda
Pengutipan Berita dan Foto, Cantumkan Wahanariau.com Sebagai Sumber Tanpa Penyingkatan
TULIS KOMENTAR
BERITA TERKAIT
Selasa,03 Januari 2017 - 13:10:28 WIB

Pertumbuhan Ekonomi Syariah Global Meningkat

KUALA LUMPUR (WAHANARIAU) -- CEO Pusat Perbankan Syariah dan Ekonomi, Muhammad Zubair Mughal mengata

Jumat,30 Desember 2016 - 13:53:48 WIB

''Tax Amnesty'' Dorong Pertumbuhan DPK Perbankan Tahun 2016

JAKARTA (WAHANARIAU) -- Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK)

Kamis,22 Februari 2018 - 15:59:06 WIB

Rizal Ramli: Jika Saya Presiden Pertumbuhan Ekonomi Bisa 10%

JAKARTA - Mantan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Rizal Ramli menyebut tiga faktor yang m

Senin,03 Juli 2017 - 16:07:32 WIB

Pertumbuhan Kredit Perbankan Lesu

JAKARTA - Bank Indonesia (BI) menyebutkan perbankan nasional berada dalam kondisi baik dan sehat. Me

BERITA LAINNYA
Sabtu,20 Juli 2019 - 01:25:11 WIB

East Rift Valley Enters Singapore, Malaysia: New South New Direction of Revenue

TAIWAN - 19 July 2019 - The East Rift Valley National Scenic Area Administration (ERV Administration

Sabtu,20 Juli 2019 - 01:22:13 WIB

Infor Japan and Zeal Sign Partner Agreement for Cloud-based BI Platform

JAPAN - 19 July 2019 - Infor Japan K.K., the Japanese subsidiary of Infor, a global leader in busine

Jumat,19 Juli 2019 - 01:19:47 WIB

Explore A Fascinating World of Game and Amusement Equipment In Bangkok This August

THAILAND - 18 July 2019 - The global game and amusement equipment market enjoys a robust growth and

BERGABUNG DI SINI
KABAR POPULER
IKUTI BERITA KAMI