• Follow Us On : 

Revolusi Industri 4.0 dan Transformasi Organisasi Pemerintah


Redaksi | Jumat,30 Maret 2018 - 11:36:01 WIB
Dibaca: 388 kali 
Revolusi Industri 4.0 dan Transformasi Organisasi Pemerintah Eddy Cahyono, Tenaga Ahli Madya Kedeputian I Kantor Staf Presiden

oleh : Eddy Cahyono, Tenaga Ahli Madya Kedeputian I Kantor Staf Presiden

JAKARTA - Revolusi Industri 4.0 sebagai perkembangan peradaban modern telah kita rasakan dampaknya pada berbagai sendi kehidupan,  penetrasi teknologi yang serba disruptif, menjadikan perubahan semakin cepat, sebagai konsekuensi dari fenomena Internet of Things (IoT), big data, otomasi, robotika, komputasi awan, hingga inteligensi artifisial (Artificial Intelligence).

Fenomena disrupsi yang mewarnai perkembangan peradaban Revolusi Industri 4.0, dengan dukungan kemajuan pesat teknologi, akan membawa kita pada kondisi transisi revolusi teknologi yang secara fundamental akan mengubah cara hidup, bekerja, dan relasi organisasi dalam berhubungan satu sama lain.

Perubahan lanskap ekonomi politik dan relasi organisasi sebagai konsekuensi Revolusi Industri 4.0 menjadikan transformasi organisasi pemerintah  sebagai suatu keniscayaan dalam berbagai skala ruang lingkup, dan kompleksitasnya. Transformasi organisasi pemerintah ini menjadi kata kunci yang harus terus diupayakan sebagai instrumen bagi aparat pemerintah agar responsif terhadap perubahan.

BACA : Kontroversi Perjalanan Revisi UU MD3

Transformasi organisasi pemerintah ini semakin relevan untuk dipacu percepatannya bila kita merujuk pendapat Klaus Schwab, Executive Chairman World Economic Forum,  yang memberikan hipotesa  saat ini miliaran orang telah terhubung dengan perangkat mobile, penemuan kecepatan pemrosesan byte demi byte data internet, yang telah meningkatkan kapasitas pengetahuan manusia melebihi sistem konvensional.

Hal ini menjadikan akses terhadap ilmu pengetahuan begitu terbuka secara nyata, tidak terbatas dan belum pernah terjadi sebelumnya. Semua ini bukan lagi mimpi, melalui terobosan teknologi baru di bidang robotika, Internet of Things, kendaraan otonom, percetakan berbasis 3-D, nanoteknologi, bioteknologi, ilmu material, penyimpanan energi, dan komputasi kuantum.

Seperti kita ketahui bersama,  dampak dari revolusi industri keempat salah satunya adalah otomatisasi dan berkurangnya jumlah tenaga kerja manusia dalam produksi. Seperti dicatat oleh Klaus Schwab, Industri IT di Lembah Silicon tahun 2014 menghasilkan pendapatan sebesar AS$1,09 triliun hanya mempekerjakan 137,000 orang. Sementara tahun 1990an, Detroit yang menjadi pusat tiga perusahaan otomotif besar dunia mempekerjakan sepuluh kali lebih banyak untuk menghasilkan pendapatan yang sama (Scwab 2017).

BACA : Poin Penting Revisi UU MD3


Akses Wahanariau.com Via Mobile m.Wahanariau.com
Untuk Berbagi Berita / Informasi / Peristiwa
Silahkan SMS ke nomor HP : 085271472010
atau email ke alamat : [email protected]
Harap camtumkan detail data diri Anda
Pengutipan Berita dan Foto, Cantumkan Wahanariau.com Sebagai Sumber Tanpa Penyingkatan
TULIS KOMENTAR
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Jumat,15 Juni 2018 - 19:33:03 WIB

Open House, Ketua DPRD Inhil Menjamu Ratusan Tamu Di Kediaman Dinas

  Tembilahan - Ketua DPRD Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), H Dani M Nursalam menjamu ra

Jumat,15 Juni 2018 - 15:55:18 WIB

Madame Tussauds Singapore First One To Include Kim Jong-un

SINGAPORE - Media OutReach - 14 June 2018 - After the Trump-Kim summit on Sentos

Jumat,15 Juni 2018 - 02:44:26 WIB

CUHK Business School Research Reveals Local Financial Analysts with Access to Political Knowledge Generate More Accurate Forecasts in China

HONG KONG, CHINA - Media OutReach - June 14, 2018 - Research study on work of local a


BERGABUNG DI SINI
KABAR POPULER
IKUTI BERITA KAMI