DUMAI - Dengan telah berakhirnya masa bakti pengurus DPD KNPI Kota Dumai dan juga dengan telah ditetapkannya OC dan SC pelaksanaan Musda ke-XIV, maka penjaringan kandidat ketua DPD KNPI Kota Dumai resmi di buka. Sesi pendaftaran kandidat calon ketua akan berlangsung selama 3 hari, sejak tanggal 19 hingga 21 September 2024. Andi Qodri merupakan koordinator SC pelaksana Musda ke-XIV.
Dengan adanya pembukaan pendaftaran tersebut, Muhammad Aderman selaku Pemuda Muslimin Indonesia (PMI) mendapat mandat untuk maju sebagai kandidat. Ia pun berniat mengambil formulir pendaftaran.
Namun, disaat M. Aderman mencoba ingin mengambil formulir tersebut kepada koordinator SC Pelaksana Musda, yaitu saudara Andri Qadri, tidak direspon. "Andri Qadri tak merespon komunikasi saya ke beliau hingga saat ini," ungkap Bung Aderman.
"Sudah saya hubungi beberapa kali dimana untuk mengambil formulir tersebut, tetapi juga tidak di respon atau di angkat panggilan Whatsapp saya dan itu ada buktinya,” ungkap Bung Ade.
“Lalu saya chatt whatsapp Andri Qadri namun alasannya sakit dan itupun sore tanggal 20/09/2024 baru direspon sejak dari semalam (19/9) saya hubungi. Jadi saya sangat curiga. Panitia pelaksana Musda KNPI ke-XIV ini terkesan dan mencoba tidak memberi ruang bagi calon lain dan atau emang ada ada permainan yang dimainkan agar calon lain emang tidak bisa mencalonkan," tanya nya.
“Nah, ini ada apa? Seolah terkesan panitia mencoba mencekal calon lain yang ingin maju, apa tidak lucu itu!? Dan seharusnya panitia pelaksana bersifat terbuka dan netral saja dan jangan hal- hal yang tidak baik itu dilakukan. Jadi saya sangat menyayangkan sikap Koordinator SC tersebut, dan ini tentu jadi preseden buruk bagi organisasi kepemudaan ini,” tuturnya.
"Maka dari itu kita minta kepada DPD KNPI Riau untuk meninjau kembali SC dan Musda KNPI DUMAI yang syarat muatan kongkalikong tersebut dan kita juga meminta agar MUSDA diundur sehingga Musda betul-betul jadi ajang memilih pemimpin Pemuda Dumai yang kompeten yang benar-benar bisa merangkul semua pemuda-pemuda yang terhimpun di KNPI DUMAI,” lagi kata Aderman.
"Kami juga meminta DPD KNPI Riau mengambil alih SC dan menunda Musda KNPI Dumai, dikarenakan belum ada dilakukannya Rakerda KNPI Dumai untuk menetapkan OKP pemilik suara dan seharusnya mekanisme itu dijalankan oleh DPD KNPI Dumai dulu baru melaksanakan Rakerda dan penetapan SC serta peserta Musda, setelah itu baru membuka pendaftaran calon ketua KNPI DUMAI. Tapi ini aneh dan tiba-tiba dilaksanakan MUSDA KNPI DUMAI langsung tanpa melaksanakan mekanisme sesuai AD/ART itu terlebih dahulu,” tutupnya.
Andri Qadri saat dikonfirmasi Jurnalis mempertanyakan hal tersebut via chatt menjelaskan bahwa pengambilan formulir bisa langsung ke sekretariat KNPI Dumai di Adinda Caffe jalan Sudirman bang.
"Jadi bagi yang ingin mengambil formulir, bisa datang langsung kesana atau menghubungi saya, dan pendaftaran ini tentu terbuka untuk umum. Kalau tidak terbuka untuk umum, kami tak mungkin sediakan sekretariat untuk pengambilan formulir dan informasinya kami buat di media online", balas chat WA Andri Qadri.
Namun saat Jurnalis mempertanyakan kenapa konfirmasi Aderman via chatt whatsapp ke Andri Qadri, untuk mengambil formulir pendaftaran tak ditanggapi, Andri Qadri mengatakan; "nah, ini yang jadi persoalan bang, beliau kemarin mau ambil formulir, udah saya sampaikan pertama saya tidak enak badan, yang ke dua, semalam saya bilang jam 3 datang ke sekretariat, tapi malam dia chat lagi, padahal sore di tunggu kawan kawan di sekretariat, dan saya pun tak ingat mau tlfn dia lagi, karena posisi masih memulihkan badan, dan pada prinsipnya yang mau ambil formulir kan di sampaikan dalam media, bisa langsung datang ke sekretariat sementara adinda caffe, atau menghubungi saya, nah kalau saya tidak bisa, kan bisa datang ke sekretariat, kalau saya tak bisa di hubungi, trus sekretariat tak ada orang, baru bisa di tanya bang, dan tak di respon ini saya pikir terlalu berlebihan, karena chatnya saya balas, bukan tidak di balas, jadi sekali lagi saya sampaikan apa yang di sampaikan saudara aderman ini terkesan melebih lebihkan".
Menanggapi hal itu, Aderman mengatakan via chatt whatsapp kepada Jurnalis; "Tak betul itu jam 3 aku telpon dan WA tak ada jawaban bng".
Tampaknya, disela-sela penutupan pendaftaran itu, diduga telah terjadi miskomunikasi antara pelaksana musda dan kandidat.
Kita masyarakat Dumai berharap, jelang pendaftaran ditutup, ada solusi bagi kedua belah pihak. Itu harapan masyarakat Dumai. Jaya selalu KNPI Dumai..!!(Es)
